Proyek pengerjaan penggalian pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berada di Jalan Gunung Jaya Wijaya, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, dinilai tidak profesional.
Sebab, karena tidak adanya terlihat plank proyek, warga sekitar juga harus menghirup debu disaat cuaca panas, serta mengganggu pengguna jalan karena sisa pengerukan tanah yang dibawa truk, tampak berceceran disepanjang jalan yang dilintasi.
Menurut Iwan, yang mengaku warga sekitar, selama pelaksanaan pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) pipa PDAM, pihak kontraktor jarang terlihat melakukan penyiraman di sepanjang jalan yang dilalui truk pembawa material tanah itu.
"Lihatlah abunya, sehari saja sudah tebal debu yang lengket. Apa pihak kontraktor tidak memikirkan untuk membersihkan sisa tanah yang berserakan di sepanjang jalan ini. Tolong juga pikirkan kesehatan kami sebagai warga, jangan masyarakat yang dikorbankan," ungkapnya.
Senada, warga sekitar yang mengaku Wanti juga keberatan dengan banyaknya tanah dari sisa pengerukan yang ada di sepanjang jalan itu. Sebab menurutnya, selain berdebu, sisa tanah itu juga membahayakan bagi pengguna jalan.
"Lihatlah... Kami disini selalu mandi debu saat cuaca panas. Ini kan menimbulkan polusi udara. Apalagi kalau hujan, warga sering terjatuh karena jalanan menjadi licin," ungkap Wanti dengan nada kesal.
Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Lurah Binjai Estate, Toni Ismail, Selasa (19/10) sore.
Diakui Toni, pihaknya sudah mengetahui adanya keluhan warga terkait banyaknya debu yang beterbangan saat cuaca panas di sepanjang Jalan yang dilalui oleh truk yang membawa material tanah dari hasil pengerukan proyek.
"Benar, kami sudah mendengar kabar itu. Untuk itu, pada hari Jumat (14/10) lalu, kami dari Kelurahan sudah menyurati pihak Kontraktor dan Pemerintah Kota Binjai," bebernya.
Disinggung ditujukan atasnama Perusahaan apa surat yang dilayangkan ke pihak kontraktor tersebut, Lurah Binjai Estate mengakui atasnama PT HK dan PT Wika.
"Atasnama PT HK dan PT Wika. Sedangkan tembusannya Walikota Binjai, Wakil Walikota, Sekdako, BPBD, dan Camat Binjai Selatan," tegasnya.
Pasca 2 hari dilayangkan surat kepada Petusahaan yang dimaksud, lanjut Toni Ismail, ia juga mengaku mendatangi lokasi Proyek pengerjaan penggalian pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berada di Jalan Gunung Jaya.
"Hari Minggu saya langsung ke lokasi. Menurut salah seorang pekerja di proyek itu, baru sajs dilakukan penyiraman oleh pihak BPBD Binjai," kata Toni Ismail.
Sebelumnya, Nurli, yang mengaku sebagai Humas dalam pengerjaan proyek tersebut juga mengaku akan menanggapi keluhan masyarakat.
"Selama ini kami siram, umumnya dua kali sehari," kata Nurli.
Pantauan awak media disekitar di lokasi, tampak sisa tanah yang diangkut oleh truk, berserakan di sepanjang Jalan Jambi, Kecamatan Binjai Selatan. Bahkan sisa tanah itu tampak membahayakan bagi pengguna jalan maupun warga sekitar karena menimbulkan polusi udara.
Warga berharap pihak kontraktor juga memikirkan kesehatan masyarakat sekitar.
"Kalau tidak memikirkan kesehatan kami, jangan salahkan kami kalau warga sekitar menggelar demo di lokasi proyek dan kantor Lurah," ungkap beberapa warga sekitar yang rumahnya berada di sepanjang Jalan Jambi, sembari mengatakan bahwa Nurli yang mereka ketahui untuk berhubungan dengan masyarakat.