Belasan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai (APMB) menggelar unjukrasa damai di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai yang beralamat di Jalan Jend. Sudirman, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (7/2) siang, sekira pukul 14.45 Wib.
Beberapa orang petugas dari Satpol PP, Dishub, serta personil kepolisian dari Polres Binjai, juga tampak berjaga jaga disekitar lokasi unjukrasa.
Pantauan awak media, massa terlihat membawa karton yang bertuliskan tuntutan mereka. Alat pengeras suara (sound system') juga dibawa oleh belasan orang yang tergabung dalam APMB tersebut.
Menurut salah seorang orator aksi yang mengaku bernama Oza Hasibuan, kedatangan pihaknya ke Pemko Binjai guna mempertanyakan persoalan seleksi penerimaan Dirut PDAM Tirta Sari Binjai periode 2024-2029, yang dinilai tidak transparan serta cacat hukum.
"Untuk itu kami minta kepada penyelenggara dan tim seleksi, agar membuka seluas luasnya informasi tersebut kepada publik," ungkapnya.
Dalam aksi tersebut, APMB juga meminta berkas berita acara calon Dirut PDAM Tirta Sari Binjai. "Hal tersebut guna menghindari adanya praktik mal administrasi yang dilakukan oleh penyelenggara maupun tim seleksi," tegasnya.
Sementara itu, orator lainnya yang mengaku bernama Rendi Permana, dalam orasinya meminta kepada pihak penyelenggara can timsel, untuk menggagalkan salah seorang calon berinisial A. "Karena kami menilai calon tersebut cacat formil administrasi," ujar Rendi.
Tidak hanya itu, massa dari APMB juga meminta Timsel agar melakukan peninjauan kembali keputusan Dirut PDAM Tirta Sari terpilih.
"Untuk itu kami minta kepada Walikota Binjai untuk tidak men-SK-kan keputusan pansel yang memilih direktur berinisial A karena diduga tidak pernah memimpin tim selama 5 tahun lamanya. Sedangkan untuk salah satu persyaratan menjadi calon minimal 5 tahun," ucap para pengunjukrasa.
Usai menyuarakan aksinya, massa pun diterima oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Binjai H. Irwansyah Nasution S.Sos, dan Ketua Panitia Sekretariat, Andi Affandi S. Sos, untuk selanjutnya menyerahkan isi dari tuntutan mereka.
"Pada saat diterima oleh Pak Sekda dan Ketua Panitia Sekretariat, kami meminta berkas berita acara calon Dirut PDAM Tirta Sari Binjai. Namun mereka tidak memberikannya. Untuk itu, kami berencana akan melakukan aksi lagi dalam waktu dekat ini di Pemko Binjai dan Kantor PDAM Tirta Sari Binjai," ujar Oza Hasibuan saat dikonfirmasi awak media.
Sementara itu, beredar surat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretariat Daerah Kota, terkait undangan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur PDAM Tirta Sari Binjai.
Dalam surat dengan nomor : 100.3.4.3-1187, tertanggal 7 Februari 2024, serta ditandatangani oleh Sekdako Binjai H. Irwansyah Nasution S.Sos, ditujukan kepada Ashari ST, untuk dilakukan pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah Direktur PDAM Tirta Sari Binjai.
Adapun hari dan tanggal yang tertulis dalam surat tersebut yaitu, Rabu/7 Februari 2024, pukul 12.30 Wib, dan bertempat di Aula Pemko Binjai.
Beredarnya surat itu pun menjadi tanda tanya. Warga menilai pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut terkesan dipaksakan.
"Tanggal disurat 7 Februari 2024. Pelantikannya pun ditanggal yang sama. Artinya seperti dipaksakan pelantikan tersebut. Ada apa ini," ucap warga Binjai yang mengaku bernama Ismail.
Pun begitu, Ismail juga menegaskan belum berani memastikan kebenaran isi surat tersebut. "Karena di website resmi Pemko Binjai, juga belum ada saya lihat SK nya," demikian ucap Ismail diakhir ucapannya.