Selasa, 11 Agu 2020 17:39
  • Home
  • Opini
  • Tantangan Pendidikan di Sumatera Utara

Tantangan Pendidikan di Sumatera Utara

Medan (utamanews.com)
Oleh: Jimmy Saputra Sebayang (Fungsional Ahli Statistisi di Badan Pusat Statistik)
Sabtu, 16 Nov 2019 11:46
@TTapsel
Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menyapa anak anak sekolah SD Negeri Namanteran Kabupaten Karo, yang mengikuti pelatihan trauma Healing kepada anak anak korban erupsi gunung Sinabung, 28 Februari 2018.
Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, yang salah satunya bergantung pada kualitas pendidikannya. Apalagi belakangan ini, kemajuan global terutama dalam bidang teknologi sangat berkembang pesat dan menyumbang andil yang besar terhadap perkembangan perekomonian dunia. Karenanya, pendidikan menjadi modal penting bagi suatu bangsa untuk dapat maju dan bersaing dengan bangsa lainnya. Tanpa sumber daya manusia yang cakap dan terampil, suatu bangsa akan menjadi tertinggal dan terbelakang dari bangsa-bangsa lainnya.

Oleh karena itu, peningkatan dan perbaikan kualitas pendidikan harus terus dilakukan. Tidak hanya itu, jaminan pendidikan yang dapat diakses oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat harus dapat dipastikan. Dengan demikian, setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 31. Karena pada kenyataanya, kesenjangan pendidikan masih sangat jelas terjadi.

Lalu, bagaimana dengan kondisi pendidikan di Sumatera Utara saat ini?

Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), secara umum, progress pendidikan di Sumatera Utara berjalan ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator Rata-rata lama sekolah dan Harapan lama sekolah  yang secara konsisten mengalami peningkatan selama kurun waktu delapan tahun terakhir.


Pada tahun 2018, Rata-rata lama sekolah di Sumatera Utara mencapai 9,34 tahun, meningkat 0,09 poin dari tahun sebelumnya. Artinya penduduk di Sumatera Utara yang telah berusia 25 tahun ke atas rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9 tahun atau telah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara Harapan lama sekolah di Sumatera Utara mencapai 13,14 tahun, meningkat 0,04 poin dari tahun sebelumnya. Artinya anak berusia 7 tahun yang masuk pendidikan formal pada tahun 2018 memiliki peluang untuk bersekolah selama 13 tahun atau menamatkan pendidikan Diploma I.

Pencapaian lain dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). APS yang tinggi menunjukkan terbukanya peluang yang lebih besar dalam mengakses pendidikan secara umum. Pada kelompok umur pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Sumatera Utara secara konsisten mengalami kenaikan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,16 poin untuk kelompok SD dan 1,1 poin untuk kelompok SMP.

Untuk penduduk kelompok umur Sekolah Menengah Atas (SMA), pencapaian peningkatan Angka Partisipasi Sekolah patut sangat diapresiasi. Dalam waktu empat belas tahun terakhir, APS Sumatera Utara secara konsisten mengalami kenaikan dengan rata-rata sebesar 1,3 poin. Pencapaian-pencapaian tersebut menandakan bahwa telah terjadi perbaikan dan peningkatan yang sangat signifikan pada bidang pendidikan di Sumatera Utara.

Namun di balik pencapaian-pencapaian tersebut, masih banyak persoalan pada bidang pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Nyatanya, pada tahun 2018, masih terdapat sebanyak 0,93 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas di Sumatera Utara yang masih buta huruf. Artinya ada terdapat sekitar 1 dari 100 orang berumur 15 tahun ke atas di Sumatera Utara yang masih tidak bisa membaca dan menulis. Hal ini menandakan bahwa masih terdapat penduduk yang memiliki kualitas pendidikan rendah. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menanggulangi permasalahan buta huruf tersebut. Program Pemberantasan Buta Aksara yang sudah dicanangkan sejak lama harus dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.


Selain itu, yang lebih parah lagi, masih terdapat 1,52 persen penduduk berumur 10 tahun ke atas di Sumatera Utara yang tidak/belum pernah bersekolah. Artinya ada terdapat sekitar 2 dari 100  orang berumur 10 tahun ke atas di Sumatera Utara belum pernah merasakan bangku sekolah. Hal ini menandakan bahwa kemajuan pembangunan pada bidang pendidikan  di Provinsi Sumatera Utara masih belum dirasakan oleh semua orang.

Tentu hal ini  sangat disayangkan dan perlu menjadi perhatian bagi pemerintah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab alasan mengapa penduduk tersebut tidak/belum pernah sekolah. Apakah dikarenakan permasalahan ekonomi, ketidaktersediaan infrastruktur dan fasilitas sekolah atau permasalahan lainnya? Sehingga diharapkan solusi yang diambil nantinya akan lebih strategis dan tepat sasaran.

Persoalan lain yang sangat penting adalah masalah ketimpangan. BPS mencatat, penduduk yang belum pernah merasakan bangku sekolah di Sumatera Utara mayoritas tinggal di perdesaan. Begitu juga dengan buta huruf, mayoritas tinggal di perdesaan. Selain itu, secara keseluruhan, penduduk berumur 10 tahun ke atas di perdesaan mayoritas hanya menamatkan sampai pada pendidikan Sekolah Dasar (SD). Bandingkan dengan wilayah perkotaan yang mayoritas menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini tentu menandakan telah terjadi ketimpangan antar wilayah perdesaan dan perkotaan di Sumatera Utara sehingga perlu menjadi perhatian bagi pemerintah, agar pembangunan sarana yang mendukung pendidikan mudah diakses oleh masyarakat terutama di daerah perdesaan.

Akhirnya dengan memperhatikan berbagai persoalan-persoalan dalam upaya membangun pendidikan di Sumatera Utara, diharapkan kemajuan pendidikan di Sumatera Utara dapat meningkat dengan pesat. Ketimpangan pendidikan dapat sedikit demi sedikit berkurang dengan membuka peluang akses yang sama bagi semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, tentu harapannya kualitas sumber daya manusianya akan meningkat. 

Editor: Sam

T#g:pendidikanSekolah
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 03 Agu 2020 20:03

    Peduli Pendidikan, Polres Nias Sediakan Ruang Belajar dan Wifi Gratis Bagi Pelajar

    Kepolisian Resort Nias menyediakan ruangan belajar serta wifi gratis untuk belajar daring di Aula Mapolres Nias. Hal ini disampaikan Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan SIK MH, Senin (03/08/2020) di Map

  • Kamis, 30 Jul 2020 09:40

    Merdeka Belajar! Visioner Atau Imaginer?

    Pendidikan di Indonesia tiap waktu selalu mengalami perubahan. Mulai dari perubahan sistem pembelajaran, kurikulum, struktur organisasi hingga teknis pelaksanaan Pendidikan.Perubahan tersebut seyogian

  • Rabu, 29 Jul 2020 12:29

    Pembelajaran Tatap Muka Dibuka Bertahap

    Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Keselamatan dan kesehatan peserta didik diutamakan.Gubernur Jabar Ridw

  • Rabu, 29 Jul 2020 00:29

    Jelang Berakhirnya TMMD 108, Anggota Satgas Masih Sempat Mengajar Anak-Anak

    Menjelang berakhirnya TMMD ke-108 tahun 2020 Kodim 1709/Yawa di Kampung Natabui dan Toweta, Distrik Yapen Barat, Kab. Kepulauan Yapen, Papua, anggota Satgas TMMD masih menyempatkan waktunya melakukan

  • Jumat, 24 Jul 2020 01:24

    Tumbuhkan Semangat Belajar, Prajurit Yonif 754 Bagikan Seragam Sekolah di Tsinga

    Ikut berperan dalam memberikan motivasi dan menumbuhkan semangat belajar, Prajurit Satgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad bagikan Seragam Sekolah kepada anak- anak yang ada di kampung Tsinga, Distrik Temba

  • Kamis, 16 Jul 2020 19:56

    Akhyar Tinjau Pembelajaran Secara Daring di SMPN 2 Medan

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyaksikan proses belajar secara jarak jauh berbasis dalam jaringan (Daring) di SMP Negeri 2 Medan Jalan Brigjend Katamso No 51, Kampung

  • Sabtu, 11 Jul 2020 14:31

    Dir Pam Obvit Polda Sumut Berikan Santunan Kepada Ibu Ramadani Untuk Biaya Sekolah

    Polda Sumut melalui Kasubdit VIP Dit Pam Obvit Polda Sumut melakukan kegiatan pemberian santunan kepada ibu Ramadani, Jalan Tembung Pasar 3 Medan, berupa uang untuk biaya masuk sekolah anaknya.Pada ke

  • Jumat, 10 Jul 2020 12:30

    Pemkab Labura Telah Mengusulkan Perbaikan Layanan Internet Ke Pemerintah Pusat

    Drs. Sugeng Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menyatakan, ada  beberapa desa di Kabupaten Labura yang blank spot. "Beberapa desa yang blank spot dalam art

  • Kamis, 04 Jun 2020 23:04

    Jokowi ingin pembentukan SDM unggul berdasarkan tren masa depan, bukan ilmu masa lalu

    Pembentukan SDM yang unggul di masa depan tidak bisa lagi berdasarkan ilmu yang dibentuk berdasarkan masa lalu, tapi tren masa depan.

  • Jumat, 29 Mei 2020 16:19

    Transisi Menuju New Normal, Gubernur Edy Belum Izinkan Siswa ke Sekolah

    Sumatera Utara (Sumut) memasuki masa transisi, setelah status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19 berakhir 29 Mei 2020, sesuai SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/174/KPTS/2020. Pemerint

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak