Selasa, 21 Jan 2020 14:28
  • Home
  • Opini
  • Tantangan Pendidikan di Sumatera Utara

Tantangan Pendidikan di Sumatera Utara

Medan (utamanews.com)
Oleh: Jimmy Saputra Sebayang (Fungsional Ahli Statistisi di Badan Pusat Statistik)
Sabtu, 16 Nov 2019 11:46
@TTapsel
Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menyapa anak anak sekolah SD Negeri Namanteran Kabupaten Karo, yang mengikuti pelatihan trauma Healing kepada anak anak korban erupsi gunung Sinabung, 28 Februari 2018.
Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, yang salah satunya bergantung pada kualitas pendidikannya. Apalagi belakangan ini, kemajuan global terutama dalam bidang teknologi sangat berkembang pesat dan menyumbang andil yang besar terhadap perkembangan perekomonian dunia. Karenanya, pendidikan menjadi modal penting bagi suatu bangsa untuk dapat maju dan bersaing dengan bangsa lainnya. Tanpa sumber daya manusia yang cakap dan terampil, suatu bangsa akan menjadi tertinggal dan terbelakang dari bangsa-bangsa lainnya.

Oleh karena itu, peningkatan dan perbaikan kualitas pendidikan harus terus dilakukan. Tidak hanya itu, jaminan pendidikan yang dapat diakses oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat harus dapat dipastikan. Dengan demikian, setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 31. Karena pada kenyataanya, kesenjangan pendidikan masih sangat jelas terjadi.

Lalu, bagaimana dengan kondisi pendidikan di Sumatera Utara saat ini?

Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), secara umum, progress pendidikan di Sumatera Utara berjalan ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator Rata-rata lama sekolah dan Harapan lama sekolah  yang secara konsisten mengalami peningkatan selama kurun waktu delapan tahun terakhir.


Pada tahun 2018, Rata-rata lama sekolah di Sumatera Utara mencapai 9,34 tahun, meningkat 0,09 poin dari tahun sebelumnya. Artinya penduduk di Sumatera Utara yang telah berusia 25 tahun ke atas rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9 tahun atau telah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara Harapan lama sekolah di Sumatera Utara mencapai 13,14 tahun, meningkat 0,04 poin dari tahun sebelumnya. Artinya anak berusia 7 tahun yang masuk pendidikan formal pada tahun 2018 memiliki peluang untuk bersekolah selama 13 tahun atau menamatkan pendidikan Diploma I.

Pencapaian lain dapat dilihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS). APS yang tinggi menunjukkan terbukanya peluang yang lebih besar dalam mengakses pendidikan secara umum. Pada kelompok umur pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Sumatera Utara secara konsisten mengalami kenaikan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,16 poin untuk kelompok SD dan 1,1 poin untuk kelompok SMP.

Untuk penduduk kelompok umur Sekolah Menengah Atas (SMA), pencapaian peningkatan Angka Partisipasi Sekolah patut sangat diapresiasi. Dalam waktu empat belas tahun terakhir, APS Sumatera Utara secara konsisten mengalami kenaikan dengan rata-rata sebesar 1,3 poin. Pencapaian-pencapaian tersebut menandakan bahwa telah terjadi perbaikan dan peningkatan yang sangat signifikan pada bidang pendidikan di Sumatera Utara.

Namun di balik pencapaian-pencapaian tersebut, masih banyak persoalan pada bidang pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Nyatanya, pada tahun 2018, masih terdapat sebanyak 0,93 persen penduduk berumur 15 tahun ke atas di Sumatera Utara yang masih buta huruf. Artinya ada terdapat sekitar 1 dari 100 orang berumur 15 tahun ke atas di Sumatera Utara yang masih tidak bisa membaca dan menulis. Hal ini menandakan bahwa masih terdapat penduduk yang memiliki kualitas pendidikan rendah. Tentu hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menanggulangi permasalahan buta huruf tersebut. Program Pemberantasan Buta Aksara yang sudah dicanangkan sejak lama harus dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.


Selain itu, yang lebih parah lagi, masih terdapat 1,52 persen penduduk berumur 10 tahun ke atas di Sumatera Utara yang tidak/belum pernah bersekolah. Artinya ada terdapat sekitar 2 dari 100  orang berumur 10 tahun ke atas di Sumatera Utara belum pernah merasakan bangku sekolah. Hal ini menandakan bahwa kemajuan pembangunan pada bidang pendidikan  di Provinsi Sumatera Utara masih belum dirasakan oleh semua orang.

Tentu hal ini  sangat disayangkan dan perlu menjadi perhatian bagi pemerintah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab alasan mengapa penduduk tersebut tidak/belum pernah sekolah. Apakah dikarenakan permasalahan ekonomi, ketidaktersediaan infrastruktur dan fasilitas sekolah atau permasalahan lainnya? Sehingga diharapkan solusi yang diambil nantinya akan lebih strategis dan tepat sasaran.

Persoalan lain yang sangat penting adalah masalah ketimpangan. BPS mencatat, penduduk yang belum pernah merasakan bangku sekolah di Sumatera Utara mayoritas tinggal di perdesaan. Begitu juga dengan buta huruf, mayoritas tinggal di perdesaan. Selain itu, secara keseluruhan, penduduk berumur 10 tahun ke atas di perdesaan mayoritas hanya menamatkan sampai pada pendidikan Sekolah Dasar (SD). Bandingkan dengan wilayah perkotaan yang mayoritas menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini tentu menandakan telah terjadi ketimpangan antar wilayah perdesaan dan perkotaan di Sumatera Utara sehingga perlu menjadi perhatian bagi pemerintah, agar pembangunan sarana yang mendukung pendidikan mudah diakses oleh masyarakat terutama di daerah perdesaan.

Akhirnya dengan memperhatikan berbagai persoalan-persoalan dalam upaya membangun pendidikan di Sumatera Utara, diharapkan kemajuan pendidikan di Sumatera Utara dapat meningkat dengan pesat. Ketimpangan pendidikan dapat sedikit demi sedikit berkurang dengan membuka peluang akses yang sama bagi semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, tentu harapannya kualitas sumber daya manusianya akan meningkat. 

Editor: Sam

T#g:pendidikanSekolah
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 16 Des 2019 03:16

    Homeschooling Eksklusif Rentan Terpapar Radikalisme

    Kegiatan belajar mengajar pada homeschooling dinilai cukup rentan terpapar radikalisme. Hal ini mencuat pasca terjadinya Bom bunuh diri di Jawa Timur yang melibatkan anak sebagai pelakunya. Diduga, or

  • Jumat, 22 Nov 2019 08:32

    Ilyas Sitorus: Dewan Pendidikan Berperan Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    Plt Kepala Dinas Pendidikan Batu Bara Ilyas Sitorus saat membuka kegiatan Sosialisasi tentang Peningkatan Mutu Pendidikan di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Kamis (21/11), mengatakan bahwa peran Dewan P

  • Rabu, 20 Nov 2019 23:20

    Personel Satgas Ops Pamrahwan Maluku Yonif 136 Bantu Renovasi Sekolah

    Personel Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) Maluku Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti membantu warga merenovasi Sekolah Dasar (SD) Inpres 2 Lisabata di Desa Wakolo, Ke

  • Rabu, 20 Nov 2019 06:40

    Plt. Kadisdik Ilyas Sitorus: Peran Guru Sangat Penting Membantu Mengembangkan Potensi Siswa

    Plt. Kadisdik Batu Bara, Ilyas Sitorus mengungkapkan bahwa peranan guru di sekolah tidak hanya sebagai transmitter dari ide tetapi juga berperan sebagai transformer dan katalisator dari nilai dan sika

  • Sabtu, 16 Nov 2019 12:06

    Tanoto Foundation Paparkan Program PINTAR di Batu Bara

    Pemerintah Kabupaten Batu Bara sebagaimana harapan Bupati, Ir H Zahir MAP, akan melakukan peningkatan kemampuan tenaga pendidik dengan berbagai program kegiatan. Untuk itulah Plt Kadisdik mengundang T

  • Selasa, 12 Nov 2019 12:12

    Ajarkan Disiplin Sejak Dini, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 514 Latih Baris Berbaris

    Menjadikan pribadi yang disiplin baik secara perorangan maupun dalam bentuk kelompok, hal tersebut diwujudkan oleh personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Kostrad dengan memberikan latihan P

  • Senin, 11 Nov 2019 14:41

    Maknai Jiwa Pahlawan Masa Kini, Anggota TNI Pamtas RI-PNG Antarkan Siswa Pergi Sekolah

    Sebagai wujud semangat Hari Pahlawan 10 November tahun 2019, yang mengangkat tema "Aku Pahlawan Masa Kini", anggota TNI Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG,

  • Jumat, 08 Nov 2019 20:18

    Ilyas Sitorus Dampingi Stuart Weston Cek Implementasi Program PINTAR Tanoto Foundation

    Setelah satu tahun Tanoto Foundation melakukan kegiatan dan pendampingan terhadap Modul 1, Stuart Weston (Technical Adviser Basic Education) melakukan kunjungan dan langsung melihat proses pembelajara

  • Jumat, 08 Nov 2019 22:08

    Tanamkan Cinta Tanah Air, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Ajarkan Lagu-Lagu Nasional

    Dalam rangka menanamkan cinta Tanah Air sejak dini, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Kostrad mengajarkan lagu-lagu Nasional kepada siswa dan siswi SD YPPK Bunda Maria, Distrik Pisugi,

  • Rabu, 06 Nov 2019 20:06

    Peringati HCPSN 2019, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad Ajak Siswa Sayangi Binatang

    Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2019 yang jatuh setiap tanggal 5 November, anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad mengajak si

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak