Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, melantik pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut terpilih, Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi di Medan, Senin (17/6) pagi. Pelantikan dilakukan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sumut di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.
Pelantikan dijaga ketat pihak keamanan di tengah rencana demo penolakan kenaikan BBM oleh sejumlah elemen masyarakat.
Gatot dilantik menjadi gubernur ke-17 Sumatera Utara periode 2013-2018. Gatot dan Erry memenangi Pilkada Sumut 7 Maret 2013 lalu dengan perolehan suara 32 persen.
Gubernur-Wakil Gubernur dilantik berdasarkan Kepres 62/P/2013 tanggal 21 Mei 2013. Sebanyak 1.200 undangan disebarkan dalam pelantikan. Jumlah ini lebih kecil dibanding pelantikan Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Sulawesi Selatan.
Hadir delapan gubernur di Indonesia, diantaranya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yassin Linpo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, dan sejumlah wakil gubernur seperti Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Hadir pula tokoh nasional Akbar Tanjung, Anwar Nasution, Annis Matta, serta pengacara OJ Kaligis. Pengurus asosiasi pemerintahan kabupaten/kota di Indonesia.
Dalam sambutannya Gamawan mengatakan Gatot adalah gubernur istimewa karena selama lima tahun sudah empat kali dilantik, yakni sebagai wakil gubernur, pelaksana tugas gubernur, gubenur sisa masa jabatan, dan kini menjadi gubernur.
Gamawan juga menyatakan terima kasih kepada semua pihak karena pilkada berlangsung lancar, tanpa masalah, menunjukkan kedewasaan demokrasi di Sumut. "Ini puncak demokrasi ditandai dengan pelantikan gubernur dan wakil gubernur," kata Gamawan.
Gamawan mengingatkan agar tim sukses yang mengantarkan pasangan menjadi pemimpin Sumut tidak lagi aktif. "Cukuplah sampai disini, serahkan kepada sistem penyelenggaraan pemerintahan. Gubernur sekarang milik seluruh golongan, bukan milik satu kelompok/golongan. Dengan spirit itu pembangunan Sumut dilakukan dalam dalam kebersamaan," kata Gamawan.
Provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di Indonesia ini terkenal dengan penduduknya yang multietnik, multiagama, dan multikultur. Selama ini Sumut mampu menjaga keragaman kultur, budaya, agama, etnis. Perbedaan tidak menjadi kendala tapi justru menjadi kekuatan. "Mudah-mudahan ini tetap dipelihara," kata Gamawan .
Gamawan melanjutkan, tiga bulan kedepan, DPRD dan Pemerintah Sumut akan merumuskan RPJM. " Kami berharap pemangku kebijakan melibatkan banyak unsur di masyarakat sebelum ditetapkan jadi perda," kata Gamawan.
Gamawan juga mengingatkan soal marsipatore hutanabe, kearifan lokal untuk membangun kampung masing-masing. Kekuatan untuk membangun diri sendiri itu perlu dikembangkan. "Persoalan di daerah adalah seringkali program tidak berlanjut karena ganti pimpinan," kata Gamawan.
Gamawan juga mengingatkan untuk menarik industri hilir ke Sumut, bukan hanya menjadi produsen minyak sawit mentah, membuat perimbangan dan pemerataan pembangunan di pantai barat dan pantai timur, serta perlindungan terhadap Danau Toba dari kerusakan hutan di sekeliling Danau Toba. (AK)