Minggu, 19 Apr 2026

Gerindra Batu Bara Menguat: “Bahar–Syafrizal Pilkada 2029 Potensi Pecah”

Batu Bara (Utamanews.com)
Oleh: Wawan Sabtu, 21 Feb 2026 07:01
 Istimewa

Dinamika politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 kini mulai menarik perhatian. Pengamat politik Yudi Pratama, S.H., mengomentari terkait skema politik Pilkada 2029.

“Ada dinamika politik pilkada yang saat ini mulai menunjukkan pola yang menarik. Salah satu fenomena yang menjadi sorotan adalah posisi Bupati dan Wakil Bupati petahana yang berasal dari satu partai politik yang sama, yaitu gerindra. Kondisi ini bukan sekadar kebetulan administratif, melainkan instrumen vital yang akan menentukan arah koalisi dan peta persaingan di daerah.

Fenomena ‘satu partai’ ini secara alami akan mendorong kepentingan politik di internal partai lain, bahkan di dalam lingkaran kader partai pengusung itu sendiri nantinya. Ketika posisi Bupati dan Wakil Bupati dikunci oleh satu partai, ini tentu melanggar etika politik, ruang gerak bagi figur potensial dari partai lainnya menjadi mati,” terang Yudi.

Kemudian lebih lanjut Yudi menuturkan, hanya ada tiga skema politik yang bisa mengakomodir ambisi politik Bahar dan Syafrizal.
Pertama, Bahar main di Pilkada Batu Bara tetapi Syafrizal harus main di Pileg DPRD Provinsi maupun Pileg DPR RI.

Kedua, Syafrizal maju di Pilkada Batu Bara sedangkan Bahar akan main di Pileg DPRD Provinsi atau Pileg DPR RI.

Ketiga, Bahar dan Syafrizal sama-sama maju Pilkada namun tidak lagi bersanding, melainkan menjadi kompetitor politik di kontestasi Pilkada.

Atau memilih pilihan alternatif terakhir, kalau pun duet Bahar-Syafrizal mau dilanjutkan pada Pilkada 2029, hanya dengan cara Bahar ataupun Syafrizal keluar dari Gerindra dan memilih masuk ke partai lain.
produk kecantikan untuk pria wanita

Pengamat politik Yudi Pratama, S.H., dalam keterangannya menyebut Pilkada berikutnya akan menjadi ujian bagi kedewasaan berpolitik di daerah. “Apakah keberlanjutan pasangan satu partai ini akan membawa stabilitas pembangunan atau justru menciptakan hegemoni yang mematikan kompetisi sehat? Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi harus jeli melihat apakah ‘keharmonisan satu partai’ ini benar-benar demi kepentingan publik atau sekadar strategi untuk melanggengkan kekuasaan,” tutupnya.
busana muslimah

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️