Belasan angkutan kayu PT Toba PULP Lestari (TPL), terlihat melintas pada jalan lintasan Silangkitang-Parmonangan kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada Kamis (25/11) malam hari.
Sekitar pukul 23:30 terlihat mobil yang bermuatan kayu eikaliptus dengan bentuk memanjang diduga (over dimensi) dan melewati kepala mobil (over tonase).
Sebelumnya, mobil angkutan ini tidak diperbolehkan masyarakat Desa Aek Raja Kecamatan Parmonangan, sejak 1 November 2021 lalu.
Masyarakat menuding jalan lintasan Silangkitang-Parmonangan bukan lintasan mobil muatan TPL.
Mereka beranggapan lintasan TPL berada di Desa Simarigung-Dolok Sanggul kabupaten Humbang Hasundutan.
Pantauan UTAMA NEWS, yang secara langsung melihat kejadian ini merasa curiga perlakuan angkutan kayu eikaliptus PT TPL ini berbaris seperti parade truk pada malam hari. Padahal, hampir sebulan mereka tidak melintas melalui jalan Silangkitang-Parmonangan ini. Ada apa?
Seperti diketahui, untuk pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah kabupaten Taput, sudah menggunakan anggaran ratusan Miliar pada lintasan jalan Silangkitang-Parmonangan ini. Dimulai dari aspal lapen, sampai dengan hotmix saat ini.
Banyak masyarakat yang melintas jalan ini, mengapresiasi kinerja Bupati Taput Drs.Nikson Nababan,MSi. komitmennya membangun jalan Silangkitang-Parmonangan dengan hotmix. Namun, hal ini dikhawatirkan kemulusan dan kenyamanan melintasi jalan yang dirasakan masyarakat pengguna, tidak akan lama, akibat dari pada angkutan truk yang melebihi Tonase dan melewati badan motor ini.
Kurang lebih 15 truk angkutan muatan PT TPL Sektor Aek Raja ini melintas berkonvoi pada malam hari.
Terkesan, menghindar dari pantauan aparat, terkait muatan truk yang mereka angkut.