Sabtu, 02 Mei 2026

Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah Ilegal di Pelabuhan, 3 Orang Diamankan Aparat

Palembang (utamanews.com)
Oleh: Alex Sabtu, 02 Mei 2026 13:07
 Puspen TNI

Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti bersama Tim Intelrem 045/Gaya kembali menunjukkan kesigapannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pelabuhan. Dalam sebuah operasi yang berlangsung pada Jumat pagi (1/5/2026), aparat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan timah ilegal dalam jumlah besar di Pelabuhan Tanjung Kalian.

Penggagalan tersebut menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menekan praktik perdagangan sumber daya alam ilegal yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa timah dalam bentuk balok dan bongkahan dengan total berat mencapai kurang lebih 1.294 kilogram atau sekitar 1,2 ton.

Dalam operasi pengamanan rutin tersebut, petugas juga mengamankan satu unit kendaraan jenis Innova Reborn bernomor polisi B 1320 ZM. Kendaraan ini diduga digunakan sebagai sarana pengangkutan timah ilegal. Selain itu, tiga orang yang berada di dalam mobil tersebut turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kronologi kejadian aksi penggagalan ini bermula saat anggota Pos Selindung dan Pos Belo Laut bersama Tim Intelrem 045/Gaya melaksanakan patroli pengamanan rutin. Kegiatan ini difokuskan pada pengawasan kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Palembang, sekitar pukul 06.38 WIB.
Saat patroli berlangsung, petugas mulai menaruh kecurigaan terhadap sebuah mobil Innova Reborn yang tampak membawa beban tidak wajar. Kendaraan tersebut terlihat berat, baik di bagian depan maupun belakang, sehingga memicu dugaan adanya muatan ilegal.

Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mendalam. Pada pukul 06.42 WIB, anggota Satlap Tri Cakti bersama Tim Intelrem 045/Gaya melakukan penggeledahan intensif terhadap kendaraan tersebut.

Hasilnya, petugas menemukan barang bukti berupa 61 keping timah balok serta satu karung berisi bongkahan timah. Total keseluruhan berat barang bukti mencapai 1.294 kilogram, yang diduga akan diselundupkan ke luar daerah.

Identitas terduga pelaku pun terungkap berdasarkan pemeriksaan awal. Tiga orang yang berada di dalam kendaraan tersebut yakni AHAI, seorang oknum anggota Korem 045/Gaya; RA, laki-laki dengan status mahasiswa atau pelajar asal Palembang; serta KRH, perempuan yang juga berstatus mahasiswa atau pelajar asal Kabupaten Bangka.
produk kecantikan untuk pria wanita

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa aksi penyelundupan ini direncanakan melalui jalur laut. Rute yang akan dilalui adalah dari Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api, kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Bakauheni hingga Merak, dengan tujuan akhir Jakarta.

Dari keterangan para terduga pelaku, timah tersebut diketahui berasal dari masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Tengah. Mereka mengaku menjalankan usaha ini secara mandiri dengan menggunakan modal pribadi serta dukungan dari pihak keluarga.

Meski demikian, aparat tidak langsung menerima begitu saja pengakuan tersebut. Pendalaman lebih lanjut tetap dilakukan guna memastikan apakah terdapat jaringan yang lebih besar di balik upaya penyelundupan ini.

iklan peninggi badan
Sebagai tindak lanjut guna proses hukum lebih lanjut, pada pukul 11.30 WIB seluruh terduga pelaku menjalani pemeriksaan awal oleh Satlap Tri Cakti bersama Staf Intelrem 045/Gaya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengungkap asal-usul timah serta jaringan distribusi ilegal yang mungkin terlibat.

Pihak Satlap Tri Cakti dan Korem 045/Gaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan di seluruh pintu keluar-masuk pelabuhan. Langkah ini dinilai strategis dalam menekan praktik penambangan dan perdagangan sumber daya alam ilegal yang merugikan negara.

Upaya pengawasan tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan meningkatnya modus operandi penyelundupan yang semakin kompleks. Aparat juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi lintas instansi guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Melalui peningkatan intensitas pengawasan dan sinergi antar lembaga, diharapkan setiap aktivitas pengangkutan sumber daya alam dapat berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen aparat dalam menjaga kedaulatan sumber daya nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan penggagalan ini tidak hanya mencegah kerugian negara, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi pelaku lain. Aparat menegaskan bahwa segala bentuk aktivitas ilegal di sektor pertambangan akan ditindak tanpa kompromi demi menciptakan tata kelola yang tertib, transparan, dan berkeadilan.

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️