Selasa, 05 Mei 2026

Massa Tuntut Polres Tegakan Keadilan Korban 'Malpraktik RS Metta Medika': Apa Korban Bukan Orang Berduit?

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Sabtu, 27 Sep 2025 15:37
Massa Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Kesehatan, gruduk Polres Sibolga dan minta keadilan ditegakkan untuk Olivia Pasaribu.
 Istimewa

Massa Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Kesehatan, gruduk Polres Sibolga dan minta keadilan ditegakkan untuk Olivia Pasaribu.

Puluhan massa yang tergabung dalam Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Kesehatan (Mahapeka), menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Sibolga, Jumat (26/9/2025).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kinerja Polres Sibolga yang dinilai lamban, bahkan terkesan abai, dalam menangani laporan dugaan malpraktik di Rumah Sakit Metta Medika Sibolga terhadap pasien, Olivia Febriani Pasaribu.

Dalam orasi yang disampaikan Koordinator Aksi, Waiys Al Kahroni, dengan lantang menuntut kepastian hukum atas laporan yang sudah berlarut-larut tanpa kejelasan.

“Kami meminta kepastian, laporan ini sudah terlalu lama mandek. Kalau memang Polres Sibolga tidak sanggup menangani, keluarkan saja SP3 hari ini juga. Ini menyangkut nyawa manusia, jangan dipermainkan. Apa harus menunggu korban meninggal dulu baru diproses?” tegas Ketua PMII Sibolga-Tapanuli Tengah.
Waiys juga menuding adanya praktik hukum yang 'tajam ke bawah, tumpul ke atas'. Mereka menduga Polres Sibolga melakukan pembiaran karena pihak terlapor adalah rumah sakit swasta yang besar. Bahkan, ditengarai adanya permainan antara pihak kepolisian dan pengusaha RS Metta Medika Sibolga, sehingga laporan masyarakat kecil seperti keluarga Olivia serasa terlupakan.

Senada dengan itu, disampaikan Ketua GMKI Sibolga-Tapteng, Sakira Zendato, dengan tegas mengutuk dugaan malpraktik tersebut. Ia menilai Polres Sibolga tidak serius menangani kasus yang sudah hampir tiga bulan tanpa kejelasan.

“Kenapa kasus ini seperti diabaikan? Apa karena korban bukan orang berduit? Kalau memang harus ada uang baru kasus ini ditangani, kami siap galang dana. Jangan biarkan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” kecam Sakira.

Sakira mendesak Polres Sibolga bersikap profesional karena kasus ini menyangkut nyawa pasien. Ia juga memperingatkan, bila tidak ada tindakan serius, aksi yang lebih besar akan kembali digelar.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sementara itu, Manukar Pasaribu selaku ayah korban menceritakan kronologi dialami putrinya. Menurut dia, Olivia hanya mengalami demam tetapi pihak RS Metta Medika Sibolga mendiagnosis usus terjepit dan langsung melakukan operasi perut.

Namun, usai operasi muncul kejanggalan, hingga Olivia tidak sadarkan diri, dan terdapat luka sayatan di kepala serta kondisi fisiknya berubah dengan kaki dan tangan membengkok. Pihak rumah sakit kemudian merujuk Olivia ke salah satu RS di Medan.

“Sekarang anak saya makin kritis. Kepalanya sudah dioperasi, ada selang dipasang. Saya bingung, kenapa anak saya diperlakukan seperti itu. Makanya saya melapor ke Polres Sibolga, tapi sampai sekarang tidak ada hasil,” ungkap Manukar dengan kecewa.

iklan peninggi badan
Polres Sibolga: Masih Diproses

Menanggapi aksi tersebut, pihak Polres Sibolga yang diwakili oleh Iptu Pasma Pasaribu, menyebut laporan itu masih dalam proses.

"Ini masih ditindaklanjuti, tidak ada dibiarkan. Bapak dan Ibu silakan bersabar. Kalau ingin mengetahui perkembangan, silakan datang ke sini mempertanyakan, kami membuka ruang," ujarnya.

Namun, jawaban tersebut justru semakin memicu kekecewaan massa yang menilai pernyataan polisi tidak memberikan kepastian hukum yang jelas.

Aksi Mahapeka ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan ketidakpuasan mendalam masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Sibolga. Keterlambatan dan terkesan ketidakjelasan proses hukum dalam kasus dugaan malpraktik RS Metta Medika dinilai sebagai bentuk nyata lemahnya keberpihakan hukum terhadap rakyat kecil.

Massa menegaskan, penegakan hukum tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan uang dan kekuasaan. Kasus ini bukan hanya soal prosedur hukum, melainkan menyangkut nyawa seorang manusia.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️