Dalam rangka Hari Pahlawan 10 November 2025, Tim Sanggar Budaya Rayantara dan Hasusuran Tuan Raimbang Sinaga Tuan Dolok Panribuan Esra Eduward Sinaga melakukan koordinasi dengan jajaran Camat Dolok Panribuan bertempat di Kantor Camat Panribuan Jalan Siantar - Parapat, Jumat 17 Oktober 2025.
Rakor tersebut juga dihadiri Karang Taruna, Pegiat Seni, Kepala Sekolah SMA 1 Dolok Panribuan, Jupel Situs Batu Gajah/hasusuran partuanon Dolok Panribuan dalam rangka konsolidasi agenda kegiatan Diskusi Literasi (narasumber sejarawan - pegiat literasi dll) dan Pertunjukan Drama Sejarah Perjuangan Tuan Raimbang Sinaga, Tuan Dolok Panribuan dalam menentang kolonial Belanda.
Pada kesempatan tersebut, Esra Sinaga menjelaskan sikap teladan, kuat tegas dan rela berjuang serta berkorban demi mempertahankan kedaulatan wilayah dan kehidupan rakyat simalungun dari Tuan Raimbang Sinaga Tuan Dolok Panribuan menjadi inspirasi bersama bagi generasi bangsa.
“Tuan Raimbang Sinaga atau Tuan Dolok Panribuan bersama pasukan nya menghempang perjalanan dan masuknya Rombongan Komisi dan pasukan Belanda saat penyebrangan sungai (dalam arsip Belanda disebutkan Aek Bulu atau Bah Bulu dekat Pondok Bulu sekarang), dalam pertempuran hebat tersebut berhasil merampas barang bawaan dan senjata pasukan kolonial, akhirnya pasukan Belanda mundur hingga kembali ke Lagu Boti,” jelasnya.
Esra Sinaga juga memaparkan proses perjuangan Tuan Raimbang Sinaga, Tuan Dolok Panribuan dan penangkapan di Siberna/Siborna. Pengadilan di Laboean Roekoe hingga penjara kolonial Medan (sebelum dibuang dalam pengasingan Kupang) menjadi saksi bisu dan catatan sejarah yang selama ini tersimpan dan tercatat tanpa pernah dibuka dan diketahui kembali oleh generasi.
“Kita akan membuka halaman demi halaman sejarah kembali, agar bisa menjadi api semangat bagi pemegang prinsip dan idealisme serta inspirasi bagi generasi,” kata Esra Sinaga.