Sabtu, 11 Apr 2026

Lengkapi Syarat Kepahlawanan Tuan Raimbang Sinaga, Hasusuran Dolok Panribuan Napak Tilas ke Medan

Pematang Siantar (utamanews.com)
Oleh: LEP27 Kamis, 05 Mar 2026 10:28
 Istimewa

Dalam rangka menelurusi jejak makam Tuan Raimbang Sinaga yang wafat saat menjalani masa penahanan pemerintah kolonial Belanda, Hasusuran Tuan Dolok Panribuan, Esra Eduward Sinaga, bersama Ketua dan Sekretaris Sanggar Budaya Rayantara Simalungun, Sri Sultan Saragih dan Hasudungan Purba Siboro melakukan napak tilas dan survei ke Medan, Rabu (4/3/2026). 

Kegiatan ini dilakukan dalam upaya melengkapi data dan dokumen pengusulan Raimbang Sinaga (Tuan Partuanon Dolok Panribuan) untuk menjadi pahlawan nasional. Hal ini sekaligus pula menindaklanjuti saran dan petunjuk dari Dinas Sosial Kabupaten Simalungun kepada pihak Hasusuran Dolok Panribuan beberapa waktu lalu.  


Sebuah bangunan cagar budaya yang didirikan pada 1854 oleh Sultan Deli, Osman Perkasa Alam. Kedatangan Tim dari Simalungun ini, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK. Zulfani Anhar. 
Pihaknya mengajak menelusuri wilayah ini, karena ada arahan dari salah seorang dosen bidang Sejarah Universitas Negeri Medan, bahwa di sekitar masjid terdapat banyak makam kuno. 

Meski belum dipastikan makamnya berada di sekitar masjid, tetapi alur narasi sejarahnya dapat diterima logika. Sebab Tuan Raimbang ditangkap di Simalungun, diadili di Labuhan Ruku dan ditahan di Medan sebelum diasingkan ke Kupang. Namun belum sempat diberangkatkan, Tuan Raimbang sudah wafat saat menjalani penahanan kolonial Belanda di Medan. 

“Jadi, kita menduga lokasi pemakaman beliau berada di sekitar sini. Apalagi, mengingat rencana pemberangkatannya ketika itu ke Kupang, diprediksi melalui jalur pelabuhan Belawan yang tidak jauh dari tempat ini. Meski pun tidak tertutup kemungkinan bisa saja dimakamkan di lokasi lain di Medan ini,” ujar Zulfani seraya mengajak tim survei ke lokasi pemakaman umum tak jauh dari masjid.    

Sementara itu, Esra Sinaga menjelaskan, Tuan Raimbang merupakan generasi kelima dari Tuan Dolok Panribuan yang menikah dengan permaisuri (puang bolon) boru Damanik. Tuan Raimbang merupakan sosok pemimpin yang anti penjajahan. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Ia dengan berani menyerang pasukan Belanda di wilayah Partuanon Dolok Panribuan, persisnya di Aek Buluh (jalan menuju Parapat) pada tahun 1892. 

Dampaknya, Tuan Raimbang diburon pemerintah kolonial Belanda dan akhirnya tertangkap di Kampung Siborna, arah Tiga Bolon pada 23 Februari 1893. Selama beberapa bulan diinterogasi, diintimidasi, disiksa sembari dibujuk rayu agar menyerah dan mengakui kekuasaan Belanda, Tuan Raimbang tetap teguh pada pendiriannya. 

“Akhirnya Belanda memanggil para raja dan partuanon dari Simalungun yang sudah tunduk pada kolonial untuk mengadili Tuang Raimbang di hadapan petinggi kolonial Belanda di Labuhan Ruku,” ungkap Esra Sinaga.

iklan peninggi badan
Ditambahkan, menurut adat Simalungun, sanksi yang dijatuhkan adalah hukuman mati dengan cara dimakan. Namun, Raja Tanah Jawa sebagai atasan Partuanon Dolok Panribuan, menyerahkan kembali putusan akhir pada pemerintah kolonial Belanda. 

Usai diadili di Labuhan Ruku, Tuan Raimbang dibawa ke Medan sembari menunggu putusan akhir Belanda. Berdasarkan keputusan kolonial Belanda Nomor 28 tanggal 4 Januari 1894, Tuan Raimbang tidak jadi dihukum mati, namun diasingkan ke Kupang (Timor).       

Saat mendengar pengumuman keputusan tersebut, menurut Esra Sinaga, Tuan Raimbang wafat mendadak di penjara kolonial Belanda di Medan. Oleh pemerintah Belanda, jenazahnya tidak dikembalikan ke Simalungun, namun dimakamkan di Medan tanpa pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga di Dolok Panribuan. 

“Hingga hari ini, kami selaku Hasusuran (keturunan) Tuan Dolok Panribuan tidak mendapatkan informasi yang jelas, di mana makam opung kami itu berada. Itulah sebabnya, kami meminta bantuan petunjuk dari Bidang Kebudayaan Medan yang lebih memahami lokasi penjara dan makan era kolonial di sini. Sebab menurut literatur kolonial yang kami peroleh, beliau wafat di Medan. Meskipun kami menyadari bahwa untuk memastikan lokasi makamnya adalah pekerjaan berat dan butuh kesabaran serta waktu panjang,” katanya.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️