Rabu, 22 Apr 2026

Aliran Sungai Mulai Lancar, Akses ke Tukka Kembali Normal

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Jumat, 19 Des 2025 18:19
Sejumlah warrga berupaya melintasi banjir yang masih merendam desa mereka dengan menggunakan kenderaan roda empat ataupun roda dua di desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (19/12/2025)
 Diskominfo Sumut/ YT Haryono

Sejumlah warrga berupaya melintasi banjir yang masih merendam desa mereka dengan menggunakan kenderaan roda empat ataupun roda dua di desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (19/12/2025)

Akses jalan menuju Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, mulai kembali lancar. Aliran sungai yang sebelumnya tersumbat akibat kayu dan material longsor kini telah dibersihkan sehingga tidak lagi meluap ke badan jalan.

Kecamatan Tukka merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah. Kondisi ini menjadi perhatian Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang pada 2 Desember 2025 lalu menerobos banjir untuk menyalurkan bantuan langsung ke lokasi terdampak.

Sebelumnya, sejumlah desa di Kecamatan Tukka sulit diakses karena jalan berubah menjadi aliran sungai. Hal itu disebabkan aliran Sungai Aek Godang dan Sungai Sigotom tersumbat kayu serta material longsor, sehingga air meluap ke jalan.

“Sudah beberapa hari ini alat berat membersihkan Sungai Sigotom dan Aek Godang. BPBD, BNPB, polisi, TNI, dan masyarakat ikut bergotong royong membersihkan jalan dan membuat parit. Sekarang aliran sungainya mulai lancar, air tidak lagi meluap ke jalan, mobil pun sudah bisa lewat,” kata Adian Siregar, warga Kelurahan Tukka, saat ditemui di Jembatan Sigotom, Jumat (19/12/2025).
Membaiknya akses jalan turut memperlancar distribusi bantuan ke wilayah tersebut. Namun, Adian menyebutkan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi kendala bagi sebagian warga.

“Setelah air surut, bantuan makin banyak masuk. Tapi air bersih masih agak sulit. Sudah ada bantuan toren hampir di setiap dusun, ada yang diisi sampai tiga kali sehari, tapi masih belum cukup,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Marlina dari Dusun Gotom, mengatakan alat berat juga dikerahkan untuk membersihkan rumah dan lingkungan warga. “Gang di dusun kami sedang dikeruk, tanahnya dipindahkan ke tempat yang lebih rendah. Tapi harapannya alat berat bisa ditambah supaya pembersihan lebih cepat,” katanya
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️