Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) beberapa waktu lalu mengambil langkah penting dengan mengirimkan atlet yunior untuk berlaga di ajang dunia.
Kejuaraan yang diikuti adalah “Tashkent 2026 World Taekwondo Junior Championships” yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan.
Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet muda agar mampu bersaing di tingkat internasional sejak dini.
Tim Taekwondo Indonesia yang diberangkatkan terdiri dari unsur pelatih, pendukung, dan atlet.
Lia Karina hadir sebagai pelatih nasional yang memimpin jalannya persiapan dan strategi tim.
Selain itu, Nisa Anggita turut mendampingi sebagai masseur untuk memastikan kondisi fisik atlet tetap prima selama kompetisi.
Adapun tiga atlet yang mewakili Indonesia adalah Audrey Davin di kelas -48 kg.
Kemudian Gentza Erlangga turun di kelas -73 kg, sementara Queenita Keisha bertanding di kelas -49 kg.
Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., menyampaikan bahwa para atlet muda ini mampu memberikan kejutan.
Menurutnya, mereka berhasil mengalahkan atlet-atlet dari Spanyol, Slovakia, Italia, dan Prancis dalam beberapa pertandingan.
“Audrey Davin sempat masuk delapan besar, namun gagal melanjutkan pertandingan berikutnya. Meski para Atlet Muda Taekwondo Indonesia belum berhasil merebut medali, saya masih bisa bangga dengan capaiannya ini,” ucapnya.
Ketum PBTI pun berharap ke depan para atlet pelatnas dapat tampil lebih baik lagi. “Dengan persiapan dan evaluasi yang matang, saya yakin akan bisa memenuhi target prestasi,” tutupnya.