Pemko Gunungsitoli Terus Benahi SDM Demi Wujudkan Pemekaran Provinsi Nias
Gunungsitoli (utamanews.com)
Oleh: DG
Senin, 01 Okt 2018 15:11
DG
Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua
Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli terus membenahi berbagai fasilitas terutama Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menunjang pemekaran Provinsi Kepulauan Nias.
Hal tersebut dikatakan Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua usai membuka acara diklat pemberdayaan masyarakat keterampilan pelaut Kapal Niaga di Hotel Dian Otomosi Jalan Yos Sudarso, Kota Gunungsitoli, Senin, (01/10/2018).
Menurut Zebua, dalam menyongsong persiapan pemekaran Provinsi Kepulauan Nias, Pemko Gunungsitoli terus membenahi daerahnya dari berbagai aspek pembangunan terutama pembangunan SDM, infrantrukstur jalan, pariwisata dan penataan Kota dimana saat ini Badan Persiapan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias di bawah Kepemimpinan Mayjen TNI (Purn) Drs. Christian Zebua, MM terus mempersiapkan validasi data.
Kata Lakhomizaro, diklat pemberdayaan masyarakat keterampilan pelaut yang diselenggarakan oleh Politeknik Pelayaran Sumatera Barat bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Kelas IV Gunungsitoli merupakan kesempatan yang cukup berharga bagi warganya untuk dapat bersaing dalam hal ilmu keselamatan dan keterampilan pelaut yang handal.
Melalui diklat, Lakhomizaro berharap agar peserta pelatihan DPM Keterampilan pelaut kapal niaga benar-sudah serius mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Sementara, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Gunungsitoli, Merdi Loi menyatakan bahwa diklat pemberdayaan masyarakat keterampilan pelaut kapal niaga yang meliputi Basic Safty Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF) dan Securyty Awareness Training (SAT) untuk membekali kompetensi masyarakat dalam peningkatan kualitas sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja di bidang transportasi laut.
"Peserta akan diajari dasar-dasar keterampilan pelaut untuk meningkatkan kualitas masyarakat oleh narasumber yang handal dan profesional dari Politeknik pelayaran Sumatera Barat yang nantinya peserta akan mendapat sertifikat BST, BFF dan SAT," ujar Merdi Loi.
Kata Merdi, kegiatan tersebut akan berlangsung selama 12 hari kedepan, dimana diklat ini merupakan program yang dicanangkan pemerintah sebagai poros maritim dunia untuk meningkatkan konektifitas antar pulau di Indonesia, dimana Kepulauan Nias berada di sebuah pulau kecil yang jauh dari daratan Sumatera. "Karena Nias berada di pulau terpisah dari Sumatera Utara sehingga sangat mutlak dibutuhkan sarana transportasi laut yang memadai," tandasnya.