Rabu, 27 Jan 2021 18:24
  • Home
  • Opini
  • Upaya Menangani Kebocoran Pipa Minyak Pertamina di Karawang

Upaya Menangani Kebocoran Pipa Minyak Pertamina di Karawang

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tania Dianasari, Pemerhati Lingkungan
Jumat, 16 Agu 2019 03:16
@pertamina
Ilustrasi
Tumpahan minyak dan gelembung gas menyebar di garis pantai laut utara Jawa pertengahan Juli 2019. Diketahui, tumpahan terjadi akibat insiden di blok migas milik anak usaha PT Pertamina (Persero). Sampai saat ini indikasi sementara terjadinya insiden tersebut ialah karena adanya anomali tekanan saat bor, sehingga mengakibatkan munculnya gelembung gas dan diikuti oleh tumpahan minyak.

PT (Persero) Pertamina terus berupaya secara intens dalam mengatasi kebocoran gas yang menimbulkan gelembung ucara di sumur YYA- 1 Blok Offshore North West Java (ONJW), termasuk mencegah kerusakan lingkungan dengan mengerahkan 27 unit kapal dan alat penangkap tumpahan minyak (oil boom) di Perairan Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat.

Penanganan kebocoran gas di sumur yang dioperatori Pertamina Hulu Energi ONJW tersebut dilakukan dengan melibatkan pihak- pihak yang kredibel, kompeten dan memiliki pengalaman yang baik dalam mengatasi masalah yang sama.

Salah satu dampak kebocoran gas tersebut adalah terjadinya tumpahan minyak di sekitar lokasi pengeboran.

Dalam menangani tumpahan minyak, Pertamina dibantu oleh Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia yang ahli dan spesialis menanganinya. Selain itu, juga dilibatkan Boot & Coots, perusahaan asal Amerika Serikat yang telah memiliki pengalaman dalam menyelesaikan peristiwa di Gulf Mexico.


Upaya tersebut tentu menunjukkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk serius dalam upaya mengatasi peristiwa di sumur migas lepas pantai tersebut baik dari aspek operasional maupun lingkungan hidup.

Penanganan secara teknis untuk mengatasi masalah tersebut juga telah dilakukan, yakni dengan pendekatan over react untuk mematikan sumber tumpahan minyak dan gas tersebut, yaitu dengan cara mematkan sumur YYA- 1.

Sementara itu, Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Hubla Kementrian Perhubungan, Een Nuraini Saidah menuturkan pihaknya sudah mendapatkan laporan akan terjadinya tumpahan minyak di wilayah kerja PHE ONWJ.

Een juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Pertamina bahwa dalam penanggulangan tumpahan minyak di Anjungan Lepas Pantai YY milik PHE ONJW melibatkan pihak konsultan yakni Oil Spill Combat Team (OSCT) Indonesia untuk strategi penanganan tumpahan minyak agar efektif, karena penanganannya harus cepat dan dalam waktu yang sesingkat- singkatnya.

PHE ONJW juga telah mengerahkan 45 kapal untuk mengatasi dan menghentikan tumpahan minyak di lepas Pantai Karawang. Jumlah ini bertambah dari jumlah yang sebelumnya sebanyak 29 kapal.


Vice President Relations PHE Ifki Sukarya menjelaskan, kegiatan mobilisasi Rig Jack Up Suhana di sekitar lokasi sumur relief well dilakukan bersamaan dengan proses survey geohazard dan geotechnical.

Para pekerja Pertamina Hulu Energi bersama dengan anggota tim ahli internasional di bidang well control mulai melakukan pengeboran untuk menghentikan gelembung gas di sekitar anjungan YY sejak Kamis, 1 Agustus 2019 pukul 14.00 WIB.

Pekerja PHE ONJW telah berupaya maksmal dalam mengatasi kondisi yang tidak normal tersebut sesuai dengan prosedur operasi, hingga 14 Juli 2019 dilakukan proses evakuasi.

Ifki juga menjelaskan, pihaknya telah memasang static oil boom sepanjang 4.300 meter di lapis pertama, dan 400 meter static oil boom di lapis kedua, untuk menangani tumpahan minyak.

Lalu di lapis ketiga, ditempatkan empat unit penyedot minyak (skimmer) untuk mengangkat minyak di perairan.

Untuk mencegah resiko kebakaran, IMT mendedikasikan dua anchor Handling Tug Supply (AHTS) sebagai kapal penyelamatan dan tanggap darurat.

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta agar Pertamina membersihkan sisa tumpahan minyak hingga ke pesisir pantai. Susi juga meminta Pertamina untuk mengecek ke tumpahan- tumpahan minyak yang terbawa hingga ke pulau- pulau tak berpenghuni.

Menteri Susi juga mengungkapkan, bahwa ia baru saja meninjau laut yang terimbas tumpahan minyak pada awal agustus lalu. Ia mengapresiasi Pertamina yang telah melakukan penanggulangan tumpahan minyak.

Ia juga mengatakan bahwa laut Indonesia memiliki resiko kecelakaan, termasuk peristiwa di ONJW. Susi juga mengatakan bahwa musibah tersebut adalah peristiwa yang tidak direncanakan.
Editor: Iman

T#g:KarawangPertamina
Berita Terkait
  • Rabu, 13 Jan 2021 21:13

    Gubernur Edy Rahmayadi Minta Pertamina Jaga Ketersediaan BBM dan Elpiji di Sumut

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selalu terjaga di Sumut. Karena ketersediaan BBM dan gas berpengaruh pada kehidupan masyarakat.Demi

  • Rabu, 23 Des 2020 13:53

    Pelindo 1 dan Pertamina membangun infrastruktur energi di pelabuhan Kuala Tanjung

    PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersinergi dengan Pertamina untuk mengelola fasilitas bunker dan penunjang bahan bakar minyak (BBM) dan jaringan pipa gas di Pelabuhan dan Kawasan Ind

  • Rabu, 18 Nov 2020 02:18

    Pemerintah Mengintensifkan Pembangunan di Papua

    Papua merupakan bagian tidak terpisahkan dari Indonesia. Pemerintah pun terus mengintensifkan pembangunan di Papua sebagai wujud hadirnya negara di masyarakat.Pembangunan di segala sektor di Papua ter

  • Senin, 28 Sep 2020 14:18

    Dandim 0209/LB, Terima Audensi Branch Manager Pertamina Wilayah Labuhanbatu Raya

    Dandim 0209/LB Letkol Inf. Asrul Kurniawan Harahap, S.E. M.Tr (Han) menerima kunjungan silahturahmi (Audensi) F Hutapea (Branch Manager Pertamina Wilayah Labuhanbatu Raya-Padang  Lawas), bertempa

  • Jumat, 18 Sep 2020 21:18

    Kabaharkam Polri Kunjungi Pertamina Refinery Unit V Balikpapan

    Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Obyek Vital Nasional (Obvitnas) PT Pertamina Refinery Unit V di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2020).Dalam kesempatan

  • Sabtu, 05 Sep 2020 05:05

    Edy Apresiasi Program Pertamina Bantu UMKM Pariwisata di Danau Toba

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi program kemitraan Pertamina membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada sektor pariwisata, khususnya di kawasan Danau Toba.Pertam

  • Jumat, 28 Agu 2020 16:58

    Ini kata Pertamina soal pecahnya tabung gas 'bengkel las maut' di Hamparan Perak

    Pihak Pertamina angkat bicara terkait dugaan meledaknya tabung gas di 'bengkel las maut', yang berada di Jalan T Amir Hamzah, Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang

  • Minggu, 16 Agu 2020 09:16

    Kilas Balik Peristiwa Rengasdengklok di Kirab Merah Putih Karawang

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti Kirab Merah Putih dan Silaturahmi Kebinekaan di Kabupaten Karawang, Sabtu (15/8/20). Kirab tersebut mengingatkan akan Peristiwa Rengasdengklok pada 1

  • Selasa, 26 Mei 2020 11:26

    Mengapa harga BBM tak turun? Ini kata Ombudsman

    Anggota Ombudsman RI Laode Ida mengungkapkan alasan mengapa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak diturunkan di saat harga minyak dunia alami penurunan serta merebaknya pandemi COVID-19.

  • Selasa, 14 Apr 2020 16:14

    93 Ribu KK Akan Menerima Bansos dari Pemprov Jabar dan Pemkab Karawang

    Bantuan Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Bantuan Jaminan Sosial Pemkab Karawang bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di Kabupaten Karawang akan diterima oleh 301 Kepala Keluarga (KK) pada setiap desa.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak