Jumat, 19 Jul 2019 09:44

Perusak Demokrasi Bernama "Hoax"

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Gani Permata, Mahasiswa Universitas Persada Indonesia
Rabu, 30 Jan 2019 02:30
Istimewa
Ilustrasi
Saat ini dunia berkembang pesat berkat revolusi teknologi informasi. Media internet dan media sosial membawa kebebasan pers menjadi sulit dikendalikan. Semua orang bisa menulis berita, tanpa sensor dan verifikasi. Maka munculah berita bohong (hoax) dan berita palsu (fake news) yang kemudian viral.

Pelaku pembuat berita bohong dan berita palsu terkadang tidak mempertimbangkan dampak perbuatannya. Mereka hanya ingin menunjukkan dirinya eksis hingga mendapatkan likes, share, dan kunjungan ke situs berita bohong yang dibuatnya. Namun di tengah pagelaran Pilpres 2019 ini, tampak bahwa semakin banyak hoax disebarkan dengan tujuan menyerang pasangan calon Capres dan Cawapres.

Bukan lagi visi-misi, rekam jejak dan program dari pasangan calon Capres dan Cawapres yang disebarkan melalui media sosial, melainkan ujaran kebencian, hoax dan fitnah. Dengan banyaknya hoax yang beredar saat ini, ide dan gagasan tidak lagi menjadi faktor utama dipilihnya peserta Pilpres oleh masyarakat.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Guntur Romli pun menilai masifnya penyebaran hoax sebagai penurunan kualitas demokrasi paska reformasi '98. Melalui hoax, politik identitas yang bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dapat disisipkan untuk mempengaruhi opini publik. Termasuk hasil demokrasi, seperti Pemilu yang akan datang. "Semakin banyak pendapat dan kritik, kualitas demokrasi meningkat. Karena ada pertempuran ide gagasan. Setelah reformasi harusnya kualitas demokrasi kita semakin baik. Namun karena hoax, menjadi semakin menurun," kata Guntur.

Sementara Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo berpendapat hoax membunuh demokrasi karena menebar kebohongan dan kebencian di tengah arus besar irasionalitas massa. Hoax dan ujaran kebencian dinilai terbukti menyebabkan konflik antar kelompok dan menciptakan keresahan karena publik sulit membedakan informasi benar atau salah. "Dalam kontestasi politik, penyebaran hoax bisa berakibat fatal karena menimbulkan polarisasi ekstrem di tengah masyarakat. Kondisi itu mengancam pembelahan relasi sosial dan merusak kerukunan serta kebersamaan," ujar Ari.

Dalam jangka panjang hoax dan ujaran kebencian dapat menyebabkan krisis kepercayaan yang mengancam kualitas demokrasi Indonesia. Sebab saat ini hoax dan politik di Indonesia telah menjadi paket tunggal yang tidak terpisahkan di tengah berkembangnya budaya digital. Agenda politik akan diikuti suburnya hoax dan hal ini menjadi pertaruhan bagi demokrasi dan kebangsaan Indonesia.

Untuk memerangi hoax, pemerintah kini sedang berusaha mengatur alur informasi di media sosial agar tidak ada informasi palsu dan fitnah yang dapat menimbulkan ketegangan di masyarakat. Usaha dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan platform seperti Google, Facebook, Twitter dan Youtube untuk menghentikan iklan pada portal-portal yang menebar fitnah.

Langkah lain yang dapat dilakukan dalam menghadapi hoax, yaitu literasi informasi  untuk mendidik masyarakat agar selektif dan cerdas dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Selanjutnya adalah penegakan hukum untuk menindak pelanggar norma perundang-undangan agar menimbulkan efek jera. Media massa juga memiliki peran penting dalam menangkal hoax. Standar etis jurnalisme tidak mungkin diturunkan hanya demi meraih lebih banyak audiens. Sehingga media harus menyajikan pemberitaan yang faktual dan kritis untuk membantu khalayak membuat pilihan-pilihan tindakan cerdas, termasuk dalam kerangka partisipasi politik.

Editor: Budi

T#g:hoax
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jul 2019 03:21

    Memberantas Virus Demokrasi dan Kebhinnekaan Bernama Hoax

    Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoaks, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Kabar burung dat

  • Jumat, 28 Jun 2019 15:28

    Menjaga Rasa Persatuan Setelah Pemilu Usai

    Berbeda pilihan dalam demokrasi adalah warna tersendiri. Tetapi hal itu bukan alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

  • Jumat, 24 Mei 2019 22:44

    Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI

    Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'. Informasi/ tulisan yang terdapat pada video ters

  • Jumat, 24 Mei 2019 03:24

    Waspada dan Jangan Terprovokasi Hoaks Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019

    Pada era globalisasi saat ini teknologi berkembang sangat pesat. Sebagian besar individu telah mengenal smartphone dan komputer yang terhubung dengan internet. Mereka memanfaatkan smartphone untuk akt

  • Senin, 22 Apr 2019 10:22

    Pemilu Sudah Selesai, Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax

    Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres sudah berlangsung lancar dan aman pada 17 April 2019 lalu, dimana sepanjang musim kampanye berlangsung, berita hoax dan fitnah marak di lini media sosial dan perd

  • Minggu, 21 Apr 2019 23:21

    Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) khawatir bahwa informasi- informasi yang sesat dan tidak benar alias hoax dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. Hal ini tid

  • Jumat, 19 Apr 2019 15:09

    Anak Bantah Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

    Kabar Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia beredar lagi. Kabar itu dipastikan hoax.

  • Selasa, 16 Apr 2019 20:56

    Isu Surat Suara Tercoblos 01, KPU Medan: Surat Suara Belum Didistribusikan Ke Kelurahan

    Beredarnya rekaman percakapan yang menyebut terjadinya praktik kecurangan pencoblosan surat suara untuk Paslon 01 di Kecamatan Medan Amplas mengundang reaksi Ketua KPU Medan."Rekaman berisi percakapan

  • Minggu, 14 Apr 2019 17:14

    TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

    Video orasi Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyerukan 2019 Jokowi kalah di NTB sedang viral. TGB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks, hasil editan oleh pihak tak bertanggung jawab.Budaya Hoak

  • Kamis, 04 Apr 2019 08:54

    Milineal Warganet Harus Bersatu Melawan Hoax dan Intimidasi Agar Tidak Takut Memilih

    Akhir-akhir ini banyak muncul informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax di dunia maya. Hoax banyak dimunculkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki kepenti

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak