Sabtu, 02 Mei 2026

Kemeriahan Toba Cross Run, Padukan Olahraga dengan Atraksi Budaya

Humbahas (utamanews.com)
Oleh: Eduard S. Minggu, 29 Okt 2017 17:59
Pelari dari Kenya saat finish di Sipinsur, Sabtu (28/10).
 Dok

Pelari dari Kenya saat finish di Sipinsur, Sabtu (28/10).


Toba Cross Run 2017, Kompetisi lari jarak jauh yang digelar dengan paduan atraksi budaya, mulai dari Race Pack Collection di Halaman Gereja HKBP Balige, Welcoming Ceremony di pantai Lumban Bul-Bul dan puncak kemeriahan di lokasi finish, Taman Wisata Sipinsur, Sabtu, 28 Oktober 2017. 

Kompetisi lintas tiga Kabupaten ini (Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Humbang Hasundutan) diikuti lebih dari 700 peserta lari tingkat internasional dan Nasional, juga lokal.   
Puncak kemeriahan di garis Finish Sipinsur dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, MPA, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, Wakil Gubernur Nurhajizah Marpaung, Wakasad TNI Hinsa Siburian, Kapolda Sumut Irjen polisi​ Paulus Waterpauw. Selaku tuan rumah, Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian, bersama Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, serta Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, serta Ketua DPRD Humbang Hasundutan, Manaek Hutasoit, Amd, Sekretaris Daerah Hubmang Hasundutan, Saul Situmorang, SE, M.Si beserta sejumlah SKPD Pemkab Humbahas juga ikut mendukung dan hadir dalam kegiatan ini.   


"Kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara kita untuk mendatangkan turis dan wisatawan ke Danau Toba. Kami berharap Toba Cross Run bisa berlangsung setiap tahun, dan akan kami jadwalkan untuk promosi wisata Danau Toba sehingga semakin banyak wisatawan yang datang merasakan dan melihat keindahan Danau Toba", tutur Tengku Erry Nuradi.   

Toba cross run, inisiasi dari Komunitas Horas Halak Hita (H3) menyelenggarakan tiga kategori lari dengan jarak 5K, 25K, dan yang terjauh 55K. Kegiatan sport tourism ini memadupadankan pesona dari Danau Toba, danau kaldera terbesar di dunia, dengan atmosfernya untuk menyelesaikan garis finish di tengah udara yang cukup dingin dan sejuk dengan tingkat elevasi lintasan yang cukup menantang. 

Keunikan lainnya dari Toba Cross Run, ketiga kategori tersebut memiliki titik start yang berbeda-beda dengan finish di satu tempat, yaitu Taman Wisata Sipinsur. Pemandangan Danau Toba, keasrian dan kesejukan pedesaan di pinggirannya menjadi fokus utama yang ingin ditunjukan Komunitas H3 kepada dunia melalui Toba Cross Run.    

produk kecantikan untuk pria wanita
Sejauh 55K, peserta melintasi rute start di Balige melewati Meat, Hutaginjang, Silangit, hingga ke Sipinsur dengan waktu perkiraan 10 jam di garis Finish. Sedangkan 25K memulai start dari Dolok Martumbur melintas hingga ke Sipinsur. Kategori 5K melintas mengelilingi Sipinsur dan finish di taman wisata Sipinsur.   

Samson Karega Kamau, salah satu peserta kategori 25K dari Kenya mengaku sangat menikmati kompetisi ini, baik dari rute lintasan dan pemandangannya.  

"This is my first time visiting Danau Toba. The view is so beautiful. I really enjoyed the track and the view and i will try the 55K if Toba cross run would be held next year."   

Lokasi finish Taman Wisata Sipinsur dimeriahkan dengan penampilan tarian tortor, Memori Trio, musik gondang khas Sumatera Utara menghibur seluruh peserta, serta ada acara adat penyambutan dan pemberian baju adat (ulos) kepada beberapa pejabat yang hadir. Dengan total hadiah sebesar 82juta rupiah, Toba Cross Run seri pertama sukses diselenggarakan.   
iklan peninggi badan

Dalam sambutannya, Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan menyampaikan terimakasih atas penyambutan.

"Danau Toba ini progresnya tourist destination, dan diharapkan akan  berkembang ke depan," ujarnya.
 
Luhut juga berpesan agar rakyat Humbang Hasundutan bersatu mendukung pemerintah.

"Contoh seperti di Humbang Hasundutan, bupatinya ini terus menerus datang dan tidak bosan-bosannya bekerja, untuk memakmurkan rakyatnya, itu akan kita lihat daerah ini nanti makin maju. Tetapi rakyatnya pun harus membantu , supaya pekerjaan itu bisa jalan, jangan ribut,  jangan 'masih masitugan-tuganan', kita semua harus bekerja keras," imbau anak Bonar Panjaitan (alm) ini.   

Usai kegiatan, Ketua Horas Halak Hita (H3) Dumoli Pardede kepada media menyampaikan Toba Cross Run ini merupakan maraton tertinggi 5 besar di dunia dengan ketinggian 1200-1500 dpl. 

"Toba cross ini diikuti 400 atlet nasional sisanya internasional 75 atlet dan sisanya dari daerah, atlet Sumatera Utara. Direncanakan untuk tahun depan kita akan laksanakan even yang sama dengan mengikut sertakan atlet 3000 orang, ini sudah sepakat dengan bupati Tapanuli Utara, bupati Humbang Hasundutan, Bupati Toba Samosir," ujarnya.  

Sementara itu Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan menyampaikan terimakasih kepada H3 yang menyelenggarakan kegiatan ini. "Kita akan bekerjasama dengan pemerintah daerah di kawasan Tapanuli dan Dinas Pariwisata untuk mendukung pelaksanaan Toba Cross Run 2018," ungkapnya. 

Hal senada disampaikan Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, SE bahwa sangat berbangga hati karena Sipincur menjadi Start dan Finishnya Lomba Lari 5 km dalam Toba Cros Run ini. "Terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi karena telah membuat kawasan danau Toba menjadi Pariwisata terbaru di Indonesia, untuk ke depan bisa mengimbangi Bali," katanya.

Toba Cros Run kategori 55 Km putra tampil sebagai juara pertama pelari lokal dari Medan, Lorenzo Sinaga, 55 km putri, Marta F. Kategori 25 km putra juara pertama dimenangkan pelari Kenya, Samson Karega Kamau, 25 km putri Pretty Sihite, dan kategori 5 km sebagai juara pertama putra, Udin Akbar dan putri Agnes Samosir.

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️