Jumat, 24 Apr 2026

Letjen TNI Richard Tampubolon Buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026, Ingatkan Sportivitas Atlet dan Wasit

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Mandra Ramadhan Jumat, 24 Apr 2026 07:04
 Puspen TNI

Kejurnas Taekwondo 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan atlet Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional. “Semoga melalui ajang ini, kita dapat terus mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah dunia,” pungkasnya.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Indonesia kategori Cadet dan Junior Tahun 2026. Ajang bergengsi ini diikuti oleh atlet-atlet muda terbaik dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu momentum penting dalam kalender pembinaan olahraga nasional.

Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan wadah untuk mengasah kemampuan, mental, serta pengalaman bertanding para atlet muda. Dengan persaingan yang ketat dan atmosfer kompetitif, para peserta diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik mereka sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Sebanyak 450 atlet muda dari 31 provinsi ambil bagian dalam Kejurnas Taekwondo Indonesia kategori Cadet dan Junior tahun 2026 yang akan berlangsung mulai tanggal 23 s.d 25 April 2026 di GOR Serbaguna di Stadion Kadrie Oening, Samarinda, Kalimantan Timur. Kehadiran ratusan atlet ini mencerminkan antusiasme tinggi terhadap olahraga taekwondo di tanah air.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antar atlet, pelatih, dan pengurus dari berbagai daerah. Interaksi tersebut diharapkan mampu mempererat persatuan serta memperkuat rasa kebangsaan di kalangan generasi muda.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejurnas ini menjadi ajang penting untuk mengukur keberhasilan program pembinaan dan latihan yang telah dijalankan oleh masing-masing daerah. Selain itu, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang berpotensi menjadi kebanggaan bangsa. “Harapan saya, dari Kejurnas ini akan terlihat hasil dari program pembinaan serta lahir kader-kader atlet baru dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kejurnas bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang proses panjang pembinaan yang dilakukan oleh setiap daerah. Hasil yang ditampilkan para atlet menjadi cerminan dari kualitas pelatihan dan dedikasi yang telah diberikan selama ini.

Ketum PBTI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh provinsi yang telah mengirimkan atlet terbaiknya untuk berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. “Tidak semua atlet memiliki kesempatan untuk tampil di ajang nasional. Sehingga keikutsertaan ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab,” ujarnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kesempatan bertanding di tingkat nasional harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para atlet. Selain sebagai ajang pembuktian diri, pengalaman ini juga menjadi bekal berharga untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di masa depan.

Letjen TNI Richard Tampubolon juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Para atlet diminta untuk bertanding dengan semangat persaudaraan sesuai dengan janji atlet yang telah diucapkan. “Saya berharap seluruh atlet bertanding secara sportif, menjaga persaudaraan, sehingga kejuaraan ini dapat berjalan sukses dan lancar,” tegasnya.

Nilai sportivitas tersebut menjadi landasan utama dalam setiap pertandingan, karena olahraga tidak hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang menghormati lawan serta menjaga integritas diri sebagai seorang atlet.

iklan peninggi badan
Tak hanya kepada atlet, Ketum PBTI juga berpesan kepada para wasit agar menjalankan tugas secara objektif dan profesional guna menghindari potensi konflik di arena pertandingan. “Saya yakin integritas wasit akan terus dijaga dan ditingkatkan demi menghasilkan pertandingan yang adil dan berkualitas,” tambahnya.

Peran wasit sangat krusial dalam menjaga jalannya pertandingan agar tetap fair dan sesuai dengan aturan. Keputusan yang objektif akan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak yang bertanding.

Di akhir sambutannya, Ketum PBTI memberikan semangat kepada para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, serta mengapresiasi peran seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelatih, pengurus, hingga ofisial tim. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga dukungan dari tim yang solid di belakangnya.

Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan dalam olahraga merupakan hasil kerja kolektif. Dukungan moral, strategi pelatihan, hingga manajemen tim menjadi faktor penting dalam membentuk atlet berprestasi.

Kejurnas Taekwondo 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan atlet Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional. “Semoga melalui ajang ini, kita dapat terus mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah dunia,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Kejurnas Taekwondo Indonesia 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi atlet unggul yang siap mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta olahraga internasional.

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️