Senin, 27 Apr 2026

Ironis!! RSUD Sultan Sulaiman Diduga Lalai Menyebabkan Janin Meninggal Dalam Kandungan

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Erick Yoma Minggu, 07 Sep 2025 09:17
Ilustrasi bayi dalam kandung
 Istimewa

Ilustrasi bayi dalam kandung

Seorang IRT (Ibu rumah tangga), Tonggoria Tambun, warga Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban, kehilangan bayi yang dikandungnya setelah diduga tidak mendapat penanganan cepat dan tepat dari pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Sultan Sulaiman.

Suami korban, Sudiyanto Siregar, mengungkapkan kekecewaan dan kemarahannya kepada awak media yang mengkonfirmasi nya. Ia menceritakan, istrinya masuk ke RSU Sultan Sulaiman dalam kondisi kontraksi darurat pada Sabtu, 6/9/2025 pukul 01.30 WIB dini hari. Namun, hingga berjam-jam lamanya, tidak ada tindakan medis yang memadai dari pihak rumah sakit.

“Istri saya masuk rumah sakit pukul 01.30 WIB dini hari, tapi sampai siang tidak ada penanganan serius. Akhirnya, pukul 13.32 WIB siang pihak RSUD Sultan Sulaiman menyatakan bbayi dalam kandungan meninggal dunia,” ujar Sudiyanto dengan nada geram, Sabtu (6/9/2025) melalui Telepon selulernya.

Dokter Jaga Tidak Ada Saat Pasien Darurat
Lebih ironis lagi, menurut keterangan keluarga, sejak dini hari hingga menjelang siang tidak ada dokter yang datang untuk menangani pasien. Saat ditanya keberadaan dokter, perawat hanya menyebut bahwa dokter sedang dihubungi, tetapi belum tiba di rumah sakit.

“Kami seakan dipermainkan oleh pihak rumah sakit. Kami tanya dokter umum yang menangani, tapi jawabannya hanya, dokter belum datang. Dokter yang baru datang siang hari malah mengatakan ini sudah terlambat ditangani sehingga bayi tidak bisa diselamatkan,” ungkap keluarga korban penuh emosi.

Keterangan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa lambannya respon tenaga medis menjadi faktor utama kematian bayi yang seharusnya masih bisa diselamatkan.

Atas kejadian tragis ini, keluarga korban menilai ada kelalaian serius yang harus dipertanggungjawabkan pihak RSUD Sultan Sulaiman. Mereka juga mempertanyakan sistem pelayanan dan manajemen rumah sakit pemerintah yang seharusnya siaga 24 jam, khususnya untuk kasus darurat seperti ibu hamil yang hendak melahirkan.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Ini bukan hanya tentang bayi kami yang meninggal, tapi juga tentang sistem pelayanan yang amburadul. Kami akan mencari keadilan, bahkan melalui jalur hukum, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegas Sudyanto.

Pihak RSUD Sultan Sulaiman maupun Direktur RSU Sultan Sulaiman dr. Aldi hingga berita ini di release ke Redaksi belum memberikan keterangan resmi atas insiden yang menyebabkan janin tersebut meninggal dalam kandungan.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️