Sutrisno (58) salah seorang pekerja kebunan sawit di Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, mengaku resah akibat kerap diteror oleh pecatan oknum TNI berinisial Sel alias Kap, dan rekan-rekannya.
Bahkan diakui Sutrisno, istrinya pun sempat trauma berat hingga mengalami sakit selama beberapa bulan akibat diteror.
"Misi dia (Kap) itu ingin menguasai lahan-lahan sawit disini untuk dipanen bersama rekan-rekannya. Berberapa waktu lalu, istri saya sampai sakit selama beberapa bulan karena ketakutan dan di intimidasi bahkan diteror olh Kap,” ucap Sutrisno, Selasa (31/12).
Bukan hanya kebun sawit yang dijaganya, Sutrisno juga mengatakan jika kebun sawit milik warga lainnya juga diduga jadi langganan Kap untuk dijarah. Mirisnya lagi, sang pemilik lahan sampai tidak bisa menikmati hasil panen dari kebunnya sendiri.
Tak hanya itu, tempat tinggal Sutrisno dan keluarganya yang berada di dalam areal perkebunan sawit, juga berulang kali dilempari batu oleh oknum pecatan tersebut.
Perbuatan yang dilakukan oleh Kap pun membuat keluarga kecil buruh perkebunan sawit tersebut menjadi ketakutan.
“Mereka sering melempari kediaman kami saat tengah malam, biar kami ketakutan dan meninggalkan sini. Mereka minta supaya saya tidak menjaga kebun sawit milik dr Fahruddin ini lagi. Tapi kami tidak takut, karena kebun ini dipercayakan dan merupakan tanggung jawab kami,” tegas Sutrisno.
Diakui Sutrisno, pada Rabu (25/12) kemarin, Kap juga mengintimidasi dirinya dan tiga orang rekannya yang sedang memanen buah kelapa sawit. "Saat kami sedang memanen buah sawit, Kap menyuruh kami untuk berhenti," beber Sutrisno.
Takut terjadi apa apa dengan suaminya, saat itu juga istri Sutrisno menghubungi Bhabinkamtimas Polsek Secanggang, Aipda Darmawan.
Mendengar informasi tersebut, Aipda Darmawan pun bergegas menuju lokasi. Disana, pria yang sebelumnya berdinas di kesatuan Brimob Mabes Polri ini pun menanyakan hal tersebut kepada Kap.
Bahkan dengan nada tinggi, oknum pecatan TNI yang disebut pangkat terakhir Kopral Dua (Kopda) tersebut pun cekcok mulut dengan Darmawan.
“Dengan tegas, Pak Darmawan menyuruh kami kembali bekerja. Pak Darmawan bilang, kalau kami bekerja untuk menghidupi anak istri kami. Jadi kami gak boleh takut kalau ada oknum-oknum preman yang melarang kami bekerja,” terang Sutrisno.
Atas peristiwa itu, Sutrisno dan warga di desa itu pun mengapresiasi kinerja Aipda Darmawan.
*Aksi Aipda Darmawan Menghadapi Kap Viral di Medsos*
Disebut-sebut, Kap diduga juga pernah melakukan pengrusakan terhadap industri batu bata milik warga.
Pun begitu, Aipda Darmawan langsung menertibkan dan menyita dua unit mesin judi tembak ikan milik Kap yang beroperasi di desa tersebut.
Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dedi Mirza, saat dikonfirmasi awak media menanggapi persoalan tersebut.
"Ya, terima kasih infonya, selepas tahun baru akan kita tindaklanjuti," tegas Dedi.