Polisi Militer Subdenpom Tebing Tinggi I/1 bersama tim kuasa hukum korban melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap tukang ojek, Edi Saputra, Selasa (24/2/2026) siang.
Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh oknum TNI BKO Perkebunan PTPN IV Sarang Giting bernama Budi, berpangkat Koptu, yang berdinas di Brigif 7/Rimba Raya, di depan Warung Arjun, Dusun IV, Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (27/1/2026) lalu.
Kuasa hukum korban, Alamsyah bersama tim Law Office Alamsyah and Associates, menyatakan olah TKP tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan Subdenpom atas laporan yang diajukan pihaknya.
“Hari ini kami bersama penyelidik Subdenpom melakukan olah TKP di tempat kejadian perkara. Olah TKP ini merupakan serangkaian penyidikan dalam menangani perkara laporan kami atas korban/klien kami, Edi Saputra,” ujar Alamsyah saat dikonfirmasi awak media di lokasi.
Ia menjelaskan, setelah tahapan olah TKP, penyidik akan menyampaikan perkembangan serta langkah hukum lanjutan.
“Setelah olah TKP ini, nanti akan disampaikan kepada kami perkembangan selanjutnya atau langkah-langkah apa yang akan dilakukan oleh penyidik. Dari olah TKP tadi ada beberapa kejadian terpaparkan yang tidak terbantahkan lagi, di mana korban saat mengendarai kendaraannya ditendang oleh oknum tersebut lalu terjatuh, kemudian diinjak-injak dan dipukuli oleh pelaku,” jelasnya.
Sementara itu, keterangan medis disampaikan pihak Klinik Alfarizi, tempat korban sempat mendapatkan perawatan. Dokter Riri menjelaskan kondisi korban saat dibawa ke klinik.
“Saat korban dibawa ke klinik tampak berdarah-darah, kemudian kami bersihkan dan terdapat luka di pelipis kiri kurang lebih tiga sentimeter, gigi ada yang copot, serta memar di sisi kiri,” terang pihak medis.
Olah TKP tersebut turut disaksikan Kepala Dusun IV Desa Kota Tengah, Wandi. Ia menyatakan hadir dalam proses yang dilakukan Subdenpom Tebing Tinggi tersebut.
“Saya turut menyaksikan reka ulang yang dilakukan oleh Polisi Militer Tebing Tinggi. Saya juga yang membawa korban ke Klinik Alfarizi,” ungkap Wandi.
Kasus ini menambah catatan dugaan kekerasan yang melibatkan pihak perkebunan terhadap warga di Kabupaten Serdang Bedagai serta oknum BKO TNI.