Sabtu, 30 Mei 2020 02:26
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Empat Dari Puluhan Pelaku Penganiayaan Anggota HTR Diamankan Polres Labuhan Batu

Empat Dari Puluhan Pelaku Penganiayaan Anggota HTR Diamankan Polres Labuhan Batu

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung
Kamis, 07 Nov 2019 09:27
Darwin Marpaung
Beberapa orang yang diduga pelaku penganiayaan terhadap anggota HTR di Mapolres Labuhan Batu.
Empat dari puluhan orang yang diduga pelaku penganiayaan terhadap Anggota HTR Koptan Mandiri sudah diamankan oleh Unit IV Tipiter Polres Labuhan Batu.

Adapun empat orang tersebut ialah Umar (47), Bagol als Sutoto (45), Karmen (37), Sueb (32). Masing-masing adalah warga Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Keempat orang ini ditahan berdasarkan laporan Darmansyah Tanjung sesuai dengan Surat tanda terima  laporan Polisi Nomor : LP/50/XI/2019/ SU/RES-LBH/SEK KL. HILIR tertanggal 02 November 2019, setelah diinterogasi dan memberikan keterangan kepada Polisi.

Di ruang penyidik, keempat tersangka telah mengakui perbuatannya yang mana mereka telah secara bersama- sama melakukan penganiayaan terhadap anggota Koptan Mandiri Pelaksana penghijauan melalui Proram Hutan Tanaman Rakyat (HTR), di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Labura.


Pengakuan itu diucapkan para tersangka pada saat dipertemukannya kedua belah pihak, korban dan beberapa para pelaku di ruang Unit IV Tipiter Polres Labuhan Batu, pada hari Rabu (6/11/2019).

"Benar orang ini pelakunya ?" tanya penyidik kepada korban.

"Benar Pak", kata Korban.

"Orang ini lah pelakunya", jawab Darmansyah Tanjung dan Khairul Azhar, yang sempat dirawat beberapa hari di Puskesmas Tanjung Leidong akibat mengalami luka-luka karena dianiaya para tersangka.


Diketahui bahwa waktu dan Kronologis terjadinya tindakan pidana tersebut dari penuturan Anggota HTR  yang menyatakan, "Pada hari Sabtu tanggal 2 November kemarin, saat itu kami para anggota sedang melaksanakan perawatan bibit Pohon Sengon Bantuan Pemerintah Kementerian Kehutanan RI melalui BPDAS Asahan Barumun di Siantar. Bibit itu berada di samping Barak Koptan Mandiri. Tiba tiba kami melihat puluhan orang datang bersama-sama dengan Kadus Dusun Dua Desa Air Hitam. Saat itu kami lihat dari Kelompok yang datang, ada yang membawa Kampak dan parang serta alat berat. Kemudian Kami mendatangi mereka, kami lihat mereka sedang menimbun pembatas HTR dengan alat berat", ucap Andus Pardede.

"Kemudian saya berkata kepada Kadus, 'Ada apa ini Pak Kadus? Kok bawa masyarakat banyak?, kata saya. Kadus menjawab, 'Mana ketua? Mana ijin kalian,  tanya ketua.' Saya jawab, "Ketua lagi di jalan".

"Dikatakan Kadus, 'Sama kalian kami tidak masalah. Kamu mundur aja." Karena tidak mau membuat suasana menjadi runyam, kami pun berbalik arah. Tiba-tiba itu, kami mendengar suara seperti komando dari massa mengatakan,  'Serang.' Maka terjadilah penganiayaan tersebut. Tak hanya itu dari massa yang datang ada yang melemparkan batu ke arah kami", tutur Andus Pardede.

Dilanjutkan oleh Yusri Suwandi yang berada di lokasi kejadian menyebutkan, "Nasib naas Khairul Azhar, tak terelakkan pada saat itu. Ia tidak sempat melarikan diri dan akhirnya, ia menjadi bulan-bulanan oleh massa dengan pukulan yang diterimanya secara bertubi-tubi.

Saat ketika itu juga saya melihat Darmansyah mengalami luka dan berdarah di bagian kepalanya, yang mana kami yakini akibat terkena lemparan batu yang dilakukan oleh kelompok massa tersebut. Karena tak ingin hal yang parah lagi terjadi, kami dengan yang lainnya berupaya menyelamatkan dua teman kami yang terluka dan membawanya ke Polsek Kualuh Hilir", ucap Yusri.
Setelah memperhatikan isi video amatir sebelum kejadian penganiayaan yang mana terlihat puluhan massa yang dipimpin Kadus (Aman Bagus), dan Tumppal Sitinjak datang dengan suara lantang diantaranya ada yang membawa senjata tajam jenis kampak digenggam yang bernama Tukiran (50) dan ada juga seorang yang membawa parang bernama Faisal (31), Warga Desa Air Hitam.

H. M. Wahyudi, ST,. M.Kes, Ketua Kelompok Tani Mandiri selaku pemilik Izin HTR menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi dan meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut dan mengembangkan kasus penganiyaan ini.

"Kita meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas siapa dalang di balik penganiayaan ini. Kita mau semua pelaku baik yang mengarahkan yang mengajak siapapun dan yang terlibat atas kasus ini agar diberitindakan tegas", tandas Wahyudi.

Senada dengan Wahyudi, Darmansyah Tanjung, salah satu dari dua korban, bahwa dirinya meminta kepada pihak penegak hukum agar pelaku penganiayaan dan yang terlibat lainnya agar dijatuhi hukuman yang setimpal. "Pihak penegak hukum saya harap dapat memberikan sanksi hukum yang keras terhadap para pelaku", cetusnya.
Editor: Budi

T#g:aniaya
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2020 19:56

    Tekab Polsek Dolok Masihul tangkap Wanda, 4 rekannya masih buron

    Kasus Pengeroyokan di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada hari Senin 20 Januari 2020 sekira pukul 18:30 WIB akhirnya mulai terungkap.

  • Rabu, 22 Apr 2020 16:02

    Efendi Sipahutar Dianiaya Empat Bersaudara Kandung, 1 Oknum Polisi

    Telah terjadi penganiayaan dilakukan secara bersama-sama di Kelurahan Bandar Durian Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara.

  • Rabu, 18 Mar 2020 16:28

    Polres Sergai Ringkus DPO Pelaku Penganiayaan Hilter Sirait

    Polres Serdang Bedagai, berhasil menangkap Molen Siregar (24) warga dusun I, Desa Pematang Pelintahan, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai atas kasus penganiayaan terhadap korban Hilter Si

  • Selasa, 11 Feb 2020 20:31

    Menolak Disuruh Ambil Bong Sabu, Budi Bogem Boru Purba

    Hendak nyabu tak dituruti, Budiman alias Budi Bolot (29) harus berurusan dengan Kepolisian Sektor Tanjung Beringin. Pasalnya suami dari Sintia E. Br. Purba (22) ini, dilaporkan terkait kasus penganiay

  • Kamis, 06 Feb 2020 11:16

    Penganiayaan Anggota HIPMI Sumut, Ini Kata Kasat Reskrim Polres Sergai

    Terkait kasus penganiayaan terhadap anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara yang terjadi pada tanggal 8 Desember 2019 lalu, di Restoran CindeLaras, Jalan lintas Sei Rampah, Ka

  • Jumat, 24 Jan 2020 17:24

    Dua Pelaku Penganiayaan ABG Di Sei Berombang Sudah Diamankan Polisi

    Dua pelaku penganiayaan terhadap dua bocah ABG berinisial A (13) dan P (16) di sebuah tangkahan di Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, pada Kamis, 23 Januari 2020 sekira pukul 2

  • Minggu, 22 Des 2019 16:42

    Konflik Anggota DPRD Gerindra dan pemilik Cafe di Doloksanggul Humbahas

    Sebagai salah seorang anggota DPRD, harusnya memberikan teladan bagi masyarakat. Sebutan Anggota dewan terhormat itu seharusnya dijaga karena itu merupakan marwah sebagai wakil rakyat di parlemen. Tet

  • Jumat, 06 Sep 2019 08:26

    Yonglani membantah telah menganiaya A Mei

    Yonglani Damanik alias Yek Yong, pengusaha Restoran Internasional di Jalan Gereja Kota Pematang Siantar mengklarifikasi adanya pemberitaan di sejumlah media yang menuding dirinya melakukan penganiayaa

  • Senin, 19 Agu 2019 17:29

    Pelaku Pembacok Perhatian Sembiring Masih Berkeliaran, Keluarga Korban Kecewa

    Keluarga Perhatian Sembiring (37) warga Desa Harapan, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi yang nyaris meregang nyawa usai dibacok Janiar Ginting (42) meminta Polisi segera menangkap pelaku.Korban b

  • Sabtu, 11 Mei 2019 21:11

    GMKI Pematangsiantar-Simalungun desak Polisi usut tuntas tidak kekerasan yang dilakukan Satpol PP

    Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan kekerasan terhadap pekerja dan pemilik usaha permainan anak di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sumut, Jumat 10 Mei 2019 sekita

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak