Jumat, 15 Nov 2019 21:56
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Empat Dari Puluhan Pelaku Penganiayaan Anggota HTR Diamankan Polres Labuhan Batu

Empat Dari Puluhan Pelaku Penganiayaan Anggota HTR Diamankan Polres Labuhan Batu

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung
Kamis, 07 Nov 2019 09:27
Darwin Marpaung
Beberapa orang yang diduga pelaku penganiayaan terhadap anggota HTR di Mapolres Labuhan Batu.
Empat dari puluhan orang yang diduga pelaku penganiayaan terhadap Anggota HTR Koptan Mandiri sudah diamankan oleh Unit IV Tipiter Polres Labuhan Batu.

Adapun empat orang tersebut ialah Umar (47), Bagol als Sutoto (45), Karmen (37), Sueb (32). Masing-masing adalah warga Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Keempat orang ini ditahan berdasarkan laporan Darmansyah Tanjung sesuai dengan Surat tanda terima  laporan Polisi Nomor : LP/50/XI/2019/ SU/RES-LBH/SEK KL. HILIR tertanggal 02 November 2019, setelah diinterogasi dan memberikan keterangan kepada Polisi.

Di ruang penyidik, keempat tersangka telah mengakui perbuatannya yang mana mereka telah secara bersama- sama melakukan penganiayaan terhadap anggota Koptan Mandiri Pelaksana penghijauan melalui Proram Hutan Tanaman Rakyat (HTR), di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Labura.


Pengakuan itu diucapkan para tersangka pada saat dipertemukannya kedua belah pihak, korban dan beberapa para pelaku di ruang Unit IV Tipiter Polres Labuhan Batu, pada hari Rabu (6/11/2019).

"Benar orang ini pelakunya ?" tanya penyidik kepada korban.

"Benar Pak", kata Korban.

"Orang ini lah pelakunya", jawab Darmansyah Tanjung dan Khairul Azhar, yang sempat dirawat beberapa hari di Puskesmas Tanjung Leidong akibat mengalami luka-luka karena dianiaya para tersangka.


Diketahui bahwa waktu dan Kronologis terjadinya tindakan pidana tersebut dari penuturan Anggota HTR  yang menyatakan, "Pada hari Sabtu tanggal 2 November kemarin, saat itu kami para anggota sedang melaksanakan perawatan bibit Pohon Sengon Bantuan Pemerintah Kementerian Kehutanan RI melalui BPDAS Asahan Barumun di Siantar. Bibit itu berada di samping Barak Koptan Mandiri. Tiba tiba kami melihat puluhan orang datang bersama-sama dengan Kadus Dusun Dua Desa Air Hitam. Saat itu kami lihat dari Kelompok yang datang, ada yang membawa Kampak dan parang serta alat berat. Kemudian Kami mendatangi mereka, kami lihat mereka sedang menimbun pembatas HTR dengan alat berat", ucap Andus Pardede.

"Kemudian saya berkata kepada Kadus, 'Ada apa ini Pak Kadus? Kok bawa masyarakat banyak?, kata saya. Kadus menjawab, 'Mana ketua? Mana ijin kalian,  tanya ketua.' Saya jawab, "Ketua lagi di jalan".

"Dikatakan Kadus, 'Sama kalian kami tidak masalah. Kamu mundur aja." Karena tidak mau membuat suasana menjadi runyam, kami pun berbalik arah. Tiba-tiba itu, kami mendengar suara seperti komando dari massa mengatakan,  'Serang.' Maka terjadilah penganiayaan tersebut. Tak hanya itu dari massa yang datang ada yang melemparkan batu ke arah kami", tutur Andus Pardede.

Dilanjutkan oleh Yusri Suwandi yang berada di lokasi kejadian menyebutkan, "Nasib naas Khairul Azhar, tak terelakkan pada saat itu. Ia tidak sempat melarikan diri dan akhirnya, ia menjadi bulan-bulanan oleh massa dengan pukulan yang diterimanya secara bertubi-tubi.

Saat ketika itu juga saya melihat Darmansyah mengalami luka dan berdarah di bagian kepalanya, yang mana kami yakini akibat terkena lemparan batu yang dilakukan oleh kelompok massa tersebut. Karena tak ingin hal yang parah lagi terjadi, kami dengan yang lainnya berupaya menyelamatkan dua teman kami yang terluka dan membawanya ke Polsek Kualuh Hilir", ucap Yusri.
Setelah memperhatikan isi video amatir sebelum kejadian penganiayaan yang mana terlihat puluhan massa yang dipimpin Kadus (Aman Bagus), dan Tumppal Sitinjak datang dengan suara lantang diantaranya ada yang membawa senjata tajam jenis kampak digenggam yang bernama Tukiran (50) dan ada juga seorang yang membawa parang bernama Faisal (31), Warga Desa Air Hitam.

H. M. Wahyudi, ST,. M.Kes, Ketua Kelompok Tani Mandiri selaku pemilik Izin HTR menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi dan meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut dan mengembangkan kasus penganiyaan ini.

"Kita meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas siapa dalang di balik penganiayaan ini. Kita mau semua pelaku baik yang mengarahkan yang mengajak siapapun dan yang terlibat atas kasus ini agar diberitindakan tegas", tandas Wahyudi.

Senada dengan Wahyudi, Darmansyah Tanjung, salah satu dari dua korban, bahwa dirinya meminta kepada pihak penegak hukum agar pelaku penganiayaan dan yang terlibat lainnya agar dijatuhi hukuman yang setimpal. "Pihak penegak hukum saya harap dapat memberikan sanksi hukum yang keras terhadap para pelaku", cetusnya.
Editor: Budi

T#g:aniaya
Berita Terkait
  • Jumat, 06 Sep 2019 08:26

    Yonglani membantah telah menganiaya A Mei

    Yonglani Damanik alias Yek Yong, pengusaha Restoran Internasional di Jalan Gereja Kota Pematang Siantar mengklarifikasi adanya pemberitaan di sejumlah media yang menuding dirinya melakukan penganiayaa

  • Senin, 19 Agu 2019 17:29

    Pelaku Pembacok Perhatian Sembiring Masih Berkeliaran, Keluarga Korban Kecewa

    Keluarga Perhatian Sembiring (37) warga Desa Harapan, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi yang nyaris meregang nyawa usai dibacok Janiar Ginting (42) meminta Polisi segera menangkap pelaku.Korban b

  • Sabtu, 11 Mei 2019 21:11

    GMKI Pematangsiantar-Simalungun desak Polisi usut tuntas tidak kekerasan yang dilakukan Satpol PP

    Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan kekerasan terhadap pekerja dan pemilik usaha permainan anak di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Sumut, Jumat 10 Mei 2019 sekita

  • Selasa, 07 Mei 2019 06:07

    AJH Minta Polisi Tangkap Otak Pelaku Pengeroyokan Frans Sarumaha di Pasar MMTC

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Hukum (DPP AJH) melalui Rizatta Tripaldi, S.Pd Kadiv Buruh, Nelayan dan Pertanian memberikan apresiasi kepada petugas Polrestabes Medan atas penangkapa

  • Jumat, 03 Mei 2019 08:43

    Lion Air Larang AG Terbang

    Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa Lion Air melarang AG, pilot maskapai tersebut untuk terbang. Menyusul laporan adanya pemukulan oleh AG terha

  • Selasa, 02 Apr 2019 20:02

    Usai Kampanye, Massa 02 Keroyok Warga Purworejo

    Kabar mengejutkan terbit dari Purworejo, Jawa Tengah. Sekumpulan massa peserta kampanye terbuka untuk mendukung pasangan Capres 02, terlibat pengeroyokan terhadap seorang warga. Korban mengalami luka

  • Jumat, 29 Mar 2019 06:29

    Terdakwa Kasus Penganiayaan 2 Remaja Doakan Prabowo Menang

    Terdakwa Kasus Penganiayaan, Habib Bahar bin Smith kembali memberi pesan dari persidangan kasus penganiayaan yang dilakukannya kepada 2 remaja. Bila sebelumnya pesan ditujukan kepada Jokowi, kali ini

  • Jumat, 08 Mar 2019 20:58

    Diduga Lari Ke Aceh, Polsek Gebang- Polres Langkat Buru Tersangka Penganiayaan

    Angga, Pemuda berusia 19 tahun,warga Dusun X Desa Air Hitam kecamatan Gebang kabupaten Langkat kini diburu Polisi. Ia diketahui melarikan diri saat dalam penyelidikan kasus penganiyaan yang mengakibat

  • Jumat, 22 Feb 2019 21:22

    4 Security Kampus Jadi Tersangka Tewasnya 2 Diduga Pencuri Helm

    4 Security di kampus perguruan tinggi di kawasan jalan Williem Iskandar Medan Estate jadi tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan dua pemuda yang diduga mencuri helm.Informasi dihimpun dari Kapolsek

  • Jumat, 22 Feb 2019 15:12

    AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis Saat Munajat 212

    Sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan persekusi oleh massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak