Puluhan ibu-ibu sekitar PT Yasanda II yang berada di Jalan Pertahanan Desa Sigara-gara Kec Patumbak Kab, Deli Serdang lakukan aksi di pabrik pengolahan kayu tersebut, Senin (18/2).
Dalam tuntutannya, kaum ibu tersebut meminta supaya pabrik tidak beroperasi dahulu sebelum mesin pembakar sisa potongan kayu diperbaiki.
Hujan abu akibat tidak beresnya pembakaran sisa potongan kayu sudah terjadi dari awal pabrik tersebut mulai beraktivitas 12 tahun yang lalu. Tetapi kondisi semakin parah selama 2 bulan terakhir ini.
"Maunya mereka janganlah beraktivitas dulu kalau memang mesinnya belum bekerja dengan baik. Bukan apa, kami jadinya yang makan abu. Rumah kami aja sudah penuh abu jadinya," ujar Dewi.
Lebih lanjut, dia mengatakan, bukan cuma sekali ini saja mereka berdemo ke PT Yasanda II tersebut. Melainkan ini merupakan aksi yang sudah kesekian kalinya.
"Sudah gak tau lagilah kami berapa kali kami kemari. Pokoknya kami minta supaya pabrik ini jangan beraktivitas dulu sebelum mesin tersebut bagus. Bukan apa, kami nanti yang jadinya makan abu," ungkap bu Yuyun, warga setempat.
Kemudian, dia mengatakan, jika aktivitas di pabrik tersebut tetap berjalan seperti biasanya, maka masyarakat yang ada di sekitar pabrik tersebut akan melempari pabrik itu dengan kotoran.
"Gimana gak kesal bang, baru aja di sapu rumah kami udah jadi abu lagi. Begitu juga dengan nasi yang mau didinginkan sebentar aja, sudah ditutupi abu. Kan geram jadinya kami bang," kesal wanita yang berambut sebahu ini.
Hal senada juga diungkapkan para masyarakat setempat yang melakukan aksi tersebut. Dalam teriakannya, mereka meminta supaya aspirasi mereka harus ditanggapi pihak pabrik.
"Bukan apa bang, kalau ini gak ditanggapi ya mengidap penyakitlah kami bang. Pasalnya, abu tersebut bukannya sedikit melainkan banyak bang. Pokoknya hujan abulah tempat kami," cetus Dewi.
Menyikapi masyarakatnya tersebut, Kades Sigara-gara, Safii Tarigan, mengatakan aksi yang dilakukan warganya tersebut wajar-wajar saja. Sebab, masyarakatnya sudah menerima hujan abu.
Kita akan membuat pertemuan di kantor desa untuk mencari solusinya. Dalam pertemuan itu juga kita akan menghadirkan pihak perusahaan," ungkap Safii.
Setelah mendengarkan ucapan Safii tersebut, masyarakat kembali mempertanyakan apakah proses produksi tersebut masih teta[ berjalan, Safii mengatakan kalau pabrik itu akan berhenti sementara. Sementara itu, perwakilan PT Yasanda II, Sutyono mengatakan, kalau abu tersebut akibat masalah pembakaran yang tidak bekerja dengan baik.
"Untuk itu kita akan mematikan mesin itu sementara. Hal tersebut terjadi akibat pembakaran sisa potongan tidak bekerja dengan baik," ungkap personalia pabrik itu.
Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi mesin pembakar sisa kayu tersebut jika dibandingkan yang dulu-dulu kondisinya saat ini sudah lebih parah.
"Ini yang akan saya laporkan ke atasan supaya dicari jalan keluarnya. Kita lihat saja nanti di Kantor Desa kita akan membahas ini," ungkapnya singkat.
Setelah mendengar ucapan tersebut, masyarakat pun membubarkan diri. Sambil berjalan masyarakat mengatakan jika mesin itu hidup lagi sebelum diperbaiki, mereka berjanji akan melempar kotoran ke pabrik. (Herda)