Banjir tidak hanya melanda kawasan ibu kota Jakarta saja. Di Kota Tebingtinggi, banjir musiman juga menggenangi sebahagian rumah warga yang berada di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Bajenis dan Kecamatan Tebingtinggi Kota sejak pukul 04.00 wib hingga pukul 09.00 Wib, Kamis (17/1).
Hal itu disebabkan meluapnya air sungai Padang. Luapan air sungai Padang itu kabarnya berasal dari hulu sungai tepatnya daerah penggunungan di Kabupaten Simalungun yang diguyur hujan sejak dini hari. Namun dampak kebanjiran itu tidak membuat warga yang tinggal di DAS Sungai Padang panik sebagaimana yang terjadi di Kota Jakarta. " Pertama, karena airnya meluap hanya sebatas betis orang dewasa. Kemudian kedua, jam 09. 00 Wib tadi pagi genangan air mulai menyurut", ujar Anwar (56) warga Kampung Semut, Ling. I, Kel. Bandar Utama, Kec. Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi.
Selain air yang menggenangi lingkungan satu, Anwar juga mengatakan air menggenangi rumah warga di Ling. II dan III, " tetapi hanya beberapa jam saja menggenangi rumah warga, setelah itu surut lagi. Tapi sebahagian warga sempat mengangkuti prabot rumah tangganya", bilang Anwar.
Dirinya mengaku saat air sungai Padang meluap, kebanyakan warga yang tinggal di pinggiran DAS sedang tertidur, " menjelang subuh tadi, Kepling kami membanguni warga supaya bersiaga saat air sungai Padang terlihat naik", ujar Anwar.
“ Sebelumnya sudah ada informasi dari kelurahan setempat, agar kami berhati-hati apabila air sungai Padang mulai terlihat naik. Karena air hanya sebentar saja menggenangi rumah kami, jadi kejadian ini tidak begitu mengkhawatirkan. Pemerintah setempat pun tidak menurunkan bantuan logistiknya ke mari", tandas Saniah (43) warga Ling. III, Kel. Bulian, Kec. Bajenis, Kota Tebingtinggi Tebingtinggi, di lokasi terpisah.
Menurutnya, karena banjir yang menggenangi rumah warga hanya berlangsung sekitar 5 jam saja, baginya tidak mengganggu aktivitas warga. Namun untuk kaum ibu terpaksa repot membersihkan rumahnya, " kalau di Kec. Bajenis ini, Jam 08.00 Wib pagi tadi airnya sudah surut, sekarang waktunya tinggal membersihkan saja. Capek kali dibikin sungai Padang ini, asal naik sedikit, pasti rumah kami tergenang air", keluh Saniah yang mengaku sekitar puluhan rumah warga yang tergenang air di lingkungan tempat tinggalnya, khususnya yang bertempat tinggal di sepanjang pinggiran sungai Padang. (Athar)