"Membangun Budaya Damai dan Toleran Berdasarkan Pancasila di Kampus" FISIP USU
MEDAN (utamanews.com)
Minggu, 07 Des 2014 13:10
MenaraNews.com
Dadang Darmawan, Deny Setiawan dan Samson Sihombing, Aula FISIP USU (6/12)
LSM Martabat Sumut bekerja sama dengan MenaraNews, Aksi Indonesia Muda dan Ikatan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU (Universitas Sumatera Utara) menggelar kuliah umum yang bertajuk "Membangun Budaya Damai dan Toleran Berdasarkan Pancasila di Kampus" pada Sabtu 6 Desember 2014, di aula FISIP USU.
Kuliah umum ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Dadang Darmawan S.Sos, MSi, (Dosen FISIP USU) Dr. Deny Setiawan MSi. (Kepala Laboratorium Pancasila Universitas Negeri Medan) dan Samson Sihombing, SPd. (Ketua DPW LSM Martabat Sumut).
Konflik dan intoleransi dipicu dua faktor yakni faktor internal yang muncul dari dalam bangsa ini karena tingginya potensi perpecahan dalam bangsa Indonesia dan adanya penetrasi asing ke tubuh bangsa Indonesia. Hal tersebutlah yang menghambat implementasi Pancasila di bumi Indonesia," papar Dadang.
Deny Setiawan menjelaskan, Bung Karno menyatakan bahwa dalam sidang BPUPKI bahwa hal yang menyatukan bangsa Indonesia adalah Soul yaitu jiwa yang menjadi pemersatu bangsa serta keinginan untuk menjadi bangsa yang mandiri.
"Kita sedang menghadapi suatu ironi dimana kebanggaan rakyat terhadap simbol Indonesia menjadi sebuah krisis, tidak hanya di kalangan pemuda namun bahkan di kalangan pejabat yang memegang tampuk pemerintahan," tandasnya.
Samson Sihombing menjelaskan bahwa belakangan ini muncul budaya baru di berbagai wilayah di Indonesia, budaya tersebut adalah radikalisme. Untuk mencegah meluasnya budaya ini perlu tindakan diluar mainstream yakni melakukan revitalisasi terhadap nilai fraksis Pancasila dan menyebarkan nilai-nilai ini kepada seluruh rakyat Indonesia utamanya pada generasi muda. (*)