Prestasi atlet anggar Sumatera Utara pada tingkat nasional maupun internasional dalam beberapa dekade ini terbilang cukup minim, yang dinilai tidak terlepas dari minimnya sarana dan prasarana untuk berlatih.
Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sumatera Utara Brilian Moktar di Medan, Minggu, mengatakan pihaknya tidak menampik bahwa prestasi yang ditorehkan atlet anggar daerah itu dikancah nasional tidak sepesat daerah lainnya.
Hal itu menurut dia, tidak terlepas dari masih minimnya sarana dan prasarana berlatih yang dimiliki, ditambah lagi minimnya anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah setempat untuk pembinaan atlet.
“Cabang anggar mungkin di Jakarta hebat, demikian juga daerah lainnya mungkin juga tidak kalah hebatnya, karena memang didukung sarana yang memadai. Namun di Sumut, berbeda. Kita disuruh berprestasi tapi sarana olahraganya tidak ada, kita disuruh perang tapi anggarannya sangat terbatas,” katanya usai pelantikan Pengurus IKASI Sumut periode 2013-2017.
Namun, lanjut dia, dengan segala keterbatasan tersebut, tidak lantas membuat semua pengurus IKASI Sumut, pelatih dan para atlet harus patah semangat, melainkan harus menjadikan sebagai tantangan untuk menunjukkan prestasi dan mampu bersaing dengan daerah lainnya.
Apalagi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 tahun 2016 di Jawa Barat tidak lama lagi, yang tentunya persiapan harus sudah mulai digelar mulai saat ini, demi mengukir prestasi lebih baik dari perhelatan PON sebelumnya.
Pada PON sebelumnya di Riau tahun 2012, atlet anggar Sumut mampu mengakhiri paceklik medali dengan keberhasilan membawa pulang satu medali perunggu dari nomor beregu putri.
“Untuk itu dalam kesempatan ini, saya meminta para atlet untuk berlatih dengan sungguh-sungguh.Kita harus tunjukkan bahwa dengan keterbatasan yang ada, kita masih mampu mengukir prestasi. Tidak lupa kami juga ucapkan terimakasih kepada PB IKASI yang telah memberikan kesempatan kepada atlet Sumut untuk berlatih di luar negeri,” katanya. (Ant/KR-JRD)