Viral anak sekolah di Langkat harus lewat sungai setiap ke sekolah, Ini kata Camat Wampu
Langkat (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Rabu, 08 Feb 2023 19:48
Tangkapan Layar
Puluhan pelajar SD terpaksa lewat sungai saat menyeberang hendak ke sekolah
Sebuah video viral beredar memperlihatkan kondisi anak Sekolah yang tengah beramai ramai melintasi aliran Sungai saat hendak pergi maupun pulang Sekolah.
Informasi yang diperoleh awak media, para anak Sekolah yang ada dalam video tersebut adalah murid SD N 050677 yang berada di Desa Besilam Bukit Lambasa (BL), Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
Lokasi Desa yang berada di pedalaman Kabupaten Langkat serta dikelilingi perkebunan Kelapa Sawit, memang sangat minim perhatian dan infrastruktur dari Pemerintah Daerah.
Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang pria yang menjelaskan suasana bagaimana kondisi anak anak Sekolah saat melintasi Sungai Wampu. Tampak sepatu yang menjadi pelindung kaki anak anak itu harus dibuka serta ditenteng agar tidak basah terkena air Sungai.
"Ada sebuah Titi (jembatan-red) yang sebenarnya dekat penyeberangan menuju Sekolah. Tapi setelah terkena banjir dan roboh, sampai sekarang Titi itu tidak kunjung diperbaiki," ujar suara pria yang ada di dalam Video.
Pria itu juga mengatakan, setiap ingin berangkat maupun pulang Sekolah, anak-anak tersebut selalu melewati Sungai dengan kondisi yang serupa.
"Untuk itu kami berharap kepada pihak terkait, agar bisa kiranya membantu untuk membangun titi tersebut agar anak-anak ini bisa pergi dan pulang Sekolah dengan nyaman," ucap pria itu.
"Alhamdulillah hari ini sungai tidak begitu deras, dan tidak banyak air. Tapi nanti ada masa ketika sungai itu debit airnya tinggi, maka anak anak ini tidak bisa sekolah, tak bisa nyeberang, dan bisa tenggelam," sambungnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Camat Wampu Syamsul Adha, mengatakan, jika jembatan yang dimaksud sebenarnya masih ada. "Jembatannya ada, sempat ambruk terkena banjir dan sudah diperbaiki alakadarnya. Cuma bisa dilewati Sepeda Motor, Sepeda Dayung, atau pejalan kaki," ujar Syamsul, Rabu (8/2).
Meski alakadarnya, Syamsul pun menambahkan, setiap pengendara maupun pejalan kaki juga harus berhati hati. "Kondisi jembatannya memang sudah miring. Tapi kalau pejalan kaki, sepeda dayung, sepeda motor masih bisa lewat pelan-pelan," ujar Syamsul.
Soal anak anak sekolah dasar yang melewati sungai, Syamsul Adha juga mengatakan, jika melintas sungai, maka jarak tempuh menuju ke Sekolah akan semakin dekat, tanpa harus menuju ke jembatan yang alakadarnya tersebut.
"Karena lebih dekat, dan anak-anak sekolah itu sambil main air. Jika banjir sifatnya hanya air lewat saja, yaitu sekitar 1-2 jam sudah surut. Sebab karakteristik sungainya dangkal," seru Syamsul.
Meski demikian, Syamsul menjelaskan bahwa perbaikan jembatan itu sudah menjadi atensi pihak Kecamatan maupun pihak Desa.
"Sudah menjadi atensi kami, hanya saja memang kemarin mau dialokasikan lewat dana APBDES tidak boleh, karena wajib memenuhi untuk penanganan Covid. Kini setelah Covid mau selesai, keluar lagi aturan wajib ketahanan pangan sehingga terus terkendala sampai sekarang," tutup Syamsul Adha.