Sabtu, 02 Mei 2026

Viral anak sekolah di Langkat harus lewat sungai setiap ke sekolah, Ini kata Camat Wampu

Langkat (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Rabu, 08 Feb 2023 19:48
Puluhan pelajar SD terpaksa lewat sungai saat menyeberang hendak ke sekolah
 Tangkapan Layar

Puluhan pelajar SD terpaksa lewat sungai saat menyeberang hendak ke sekolah

Sebuah video viral beredar memperlihatkan kondisi anak Sekolah yang tengah beramai ramai melintasi aliran Sungai saat hendak pergi maupun pulang Sekolah. 

Informasi yang diperoleh awak media, para anak Sekolah yang ada dalam video tersebut adalah murid SD N 050677 yang berada di Desa Besilam Bukit Lambasa (BL), Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.
Lokasi Desa yang berada di pedalaman Kabupaten Langkat serta dikelilingi perkebunan Kelapa Sawit, memang sangat minim perhatian dan infrastruktur dari Pemerintah Daerah.
Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang pria yang menjelaskan suasana bagaimana kondisi anak anak Sekolah saat melintasi Sungai Wampu. Tampak sepatu yang menjadi pelindung kaki anak anak itu harus dibuka serta ditenteng agar tidak basah terkena air Sungai. 


Pria itu juga mengatakan, setiap ingin berangkat maupun pulang Sekolah, anak-anak tersebut selalu melewati Sungai dengan kondisi yang serupa.

"Untuk itu kami berharap kepada pihak terkait, agar bisa kiranya membantu untuk membangun titi tersebut agar anak-anak ini bisa pergi dan pulang Sekolah dengan nyaman," ucap pria itu. 

"Alhamdulillah hari ini sungai tidak begitu deras, dan tidak banyak air. Tapi nanti ada masa ketika sungai itu debit airnya tinggi, maka anak anak ini tidak bisa sekolah, tak bisa nyeberang, dan bisa tenggelam," sambungnya.

produk kecantikan untuk pria wanita
Menanggapi persoalan tersebut, Camat Wampu Syamsul Adha, mengatakan, jika jembatan yang dimaksud sebenarnya masih ada. "Jembatannya ada, sempat ambruk terkena banjir dan sudah diperbaiki alakadarnya. Cuma bisa dilewati Sepeda Motor, Sepeda Dayung, atau pejalan kaki," ujar Syamsul, Rabu (8/2). 

Meski alakadarnya, Syamsul pun menambahkan, setiap pengendara maupun pejalan kaki juga harus berhati hati. "Kondisi jembatannya memang sudah miring. Tapi kalau pejalan kaki, sepeda dayung, sepeda motor masih bisa lewat pelan-pelan," ujar Syamsul. 

Soal anak anak sekolah dasar yang melewati sungai, Syamsul Adha juga mengatakan, jika melintas sungai, maka jarak tempuh menuju ke Sekolah akan semakin dekat, tanpa harus menuju ke jembatan yang alakadarnya tersebut. 

"Karena lebih dekat, dan anak-anak sekolah itu sambil main air. Jika banjir sifatnya hanya air lewat saja, yaitu sekitar 1-2 jam sudah surut. Sebab karakteristik sungainya dangkal," seru Syamsul. 
iklan peninggi badan

Meski demikian, Syamsul menjelaskan bahwa perbaikan jembatan itu sudah menjadi atensi pihak Kecamatan maupun pihak Desa. 

"Sudah menjadi atensi kami, hanya saja memang kemarin mau dialokasikan lewat dana APBDES tidak boleh, karena wajib memenuhi untuk penanganan Covid. Kini setelah Covid mau selesai, keluar lagi aturan wajib ketahanan pangan sehingga terus terkendala sampai sekarang," tutup Syamsul Adha.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️