Berbagai kegiatan atau pembelajaran yang dilaksanakan pun tentunya juga rutin dan terus dilakukan oleh para santri di Ponpes, seperti sholat berjamaah, membaca dan kajian tafsir ayat suci Al-Qur'an, Dzikir, tadarus, dan lainnya.
Seperti halnya Ponpes Tahfizhul Qur'an Salman Alfarisi Yatim dan Dhuafa Kota Binjai, yang beralamat di Jalan Gugus Depan, Lingkungan ll Berngam lama, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.
Disini, selain belajar kegiatan agama, para santri juga mengikuti kegiatan olahraga, salah satunya yaitu bermain Futsal. Bahkan para santri yang belajar disini tidak dipungut biaya alias gratis.
Hal itu dibenarkan oleh Desriani, pemilik sekaligus pendiri Ponpes Tahfizhul Qur'an Salman Alfarisi Yatim dan Dhuafa Kota Binjai, saat dikonfirmasi awak media di asmara Putra Pondok Pesantren yang baru sekitar setahun ini dibangun.
"Alhamdulillah, bagi para santri yang ingin mondok disini, tidak dipungut biaya apapun," ungkap Desriani, Rabu (21/12).
Menurut wanita berhijab ini, awal berdirinya Ponpes Tahfizhul Qur'an Salman Alfarisi Yatim dan Dhuafa ini berada di kawasan Bonjol, Kecamatan Binjai Kota.
"Awalnya di tahun 2019, ponpes ini didirikan di daerah Bonjol, tepatnya di Gang Hj Maimunah. Pada saat itu diresmikan oleh Walikota Binjai. Jumlah santrinya ada 15 orang dan semuanya pria," tuturnya.
Seiring berjalan waktu, lanjut wanita yang akrab disapa Umi Nadin ini, santri putra pun semakin bertambah.
"Dengan bertambahnya para santri, maka kami berinsiatif membangun lagi di lokasi yang berbeda, yaitu disini. Setelah berdiri, santri putra akhirnya kami tempatkan disini, sementara yang di Bonjol sebagai tempat para santri putri," ucapnya.
Disinggung berapa banyak jumlah santri di Ponpes yang didirikannya, Desriani mengatakan jika keseluruhan berjumlah 75 orang.
"Untuk putra sekitar 46 santri, selebihnya adalah putri," pungkasnya.
Pantauan awak media di lokasi, di Ponpes Tahfizhul Qur'an Salman Alfarisi Yatim dan Dhuafa yang berada di Kelurahan Berngam tersebut, beberapa fasilitas juga terlihat sangat minim. Seperti ruang kelas yang terbatas dan penerangan yang minim karena tegangan/arus listrik yang tidak memadai.
Belum lagi fasilitas berupa jalan menuju Ponpes yang terlihat berlubang dan dipenuhi air membuat kita semakin miris melihatnya.
"Sebenarnya yang paling sangat kami butuhkan adalah penerangan. Apabila menjelang Maghrib, maka lampu mulai redup. Itu terjadi hingga tengah malam. Padahal para santri pada jam tersebut sedang belajar," tutur Ibu 3 orang anak ini.
Sebagai Pemilik Ponpes Tahfizhul Qur'an Salman Alfarisi Yatim dan Dhuafa Kota Binjai, Desriani berharap kepada Pemerintah Daerah, agar bisa membantu fasilitas listrik agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
"Semoga pemerintah daerah atau PLN bisa membantu kami. Kasihan para santri yang belajar disini," tutur Desrisni sembari diaminkan oleh para Santri.
Diketahui, Pesantren Tahfizul Quran Yatim dan Dhuafa Salman Alfarizi Binjai sebelumnya diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, sekitar setahun yang lalu.
Didampingi Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP, Gubsu juga melakukan peletakan Batu Pertama Bangunan Baru Santri Penghafal Al Quran di bangunan yang diberi nama "Gedung H. Edy Rahmayadi"
"Semoga harapan kita ini didengar oleh Pemerintah," demikian tutup Desriani di akhir pembicaraannya.