Kendati tahap pertama penyaluran dana desa terlambat dicairkan oleh Pemkab Palas kepada sebanyak 303 desa yang tersebar di daerah ini. Namun, akhirnya dana desa tersebut sudah bisa diterima oleh sejumlah desa pada bulan Oktober 2015 ini.Usai menerima sebesar 40% dari alokasi dana desa yang totalnya untuk daerah Palas sebesar 78,9 miliar, para kades yang sudah menerima dana tersebut, mulai melaksanakan sejumlah pembangunan di desa masing-masing dari anggaran dana desa. Sayangnya para kades ini enggan menyebutkan besaran dana desa yang diterima pihaknya.
Kepada Media, pada Kamis (15/10), Kades Handio Kecamatan Sosa, Baha Hasibuan didampingi Ketua BPD Hamma Rosida Daulay dan Bendahara Minni Kolila Siregar menyebutkan, ratusan juta rupiah kucuran dana desa yang diterima oleh desanya itu, dikelola untuk pembangunan rabat beton sepanjang 180 meter dan lebarnya 3 meter.
"Alhamdulillah, dengan adanya program dana desa ini, bisa menampung tenaga kerja sebanyak 17 orang. Mudah-mudahan program ini bisa berkelanjutan, karena dinilai mampu mengurangi angka pengangguran di desa kami lewat kegiatan padat karya," ujarnya.
Senada, Kades Sayur Mahincat Kecamatan Barumun Selatan, Alfikamil Lubis bersama Sekdes Mahluddin, Ketua BPD Muhammad Darwin dan Bendahara M. Yusuf Nasution mengatakan, anggaran dana desa yang diterima pihaknya dialokasikan untuk pembukaan dan pengerasan jalan desa sepanjang 1500 meter atau setara 1,5 kilometer.
"Tujuannya untuk memperlancar akses angkutan hasil pertanian dan perkebunan sawit dan karet milik masyarakat. Karena akses jalan yang kini ada dirasakan cukup sulit untuk dilalui," ujarnya.
"Semula kami merencanakan pembukaan jalan sepanjang 10 kilometer, tapi karena keterbatasan anggaran dananya, kami cukupkan semampu anggarannya, yaitu 1,5 kilometer," timpal Mahluddin.
Di Desa Sisoma Kecamatan Sosa, ratusan juta rupiah dana desa yang diterima dialokasikan untuk pembangunan rabat beton sepanjang 230 meter dengan lebar sekitar 5 meter.
Demikian dijelaskan Kades Sisoma Parmonangan Nasution didampingi Ketua BPD Burhan Nasution, Sekdes H. Sahlan Nasution dan Bendahara Yuni Maharani Nasution, saat ditemui wartawan. (MS)