Senin, 27 Apr 2026

Pengakuan Almarhum Rahman Marpaung, Simpan Senpi Polisi di Belakang Rumah Kakak

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi Minggu, 27 Sep 2020 13:37
 Istimewa

Beredar video pengakuan Almarhum Rahman Marpaung sebelum menjadi mayat pulang ke rumah orang tuanya di jalan lintas Sumatera kelurahan Gunting Saga kecamatan Kualuh Selatan kabupaten Labuhanbatu, Minggu, 26 September 2020.

Dalam video yang berdurasi 56 detik terlihat almarhum Rahman Marpaung masih dalam kondisi sehat dan jelas memberi pengakuan saat diinterogasi setelah tertangkap aparat penegak hukum.
Berikut Transkrip percakapan Polisi dan almarhum Rahman Marpaung dalam video berdurasi 56 detik yang beredar di media sosial youtube, Damuli Pekan (AK Nasution).


Jawaban Rahman Marpaung...Rahman Marpaung.
 
Polisi...Siapa yang Nembak Kau, siapa yang nembak Polisi itu, kau?

Rahman Marpaung...Kalau nembak ngak tahu pak, yang ngerebutkan saya pak.

produk kecantikan untuk pria wanita
Polisi...benar..senpinya dimana kau buat?

Rahman Marpaung...ditanam pak, disamping rumah kakak pak.

Polisi...jelaskan secara rinci cepat?

Rahman Marpaung...ditanam disamping rumah kakak pak.
iklan peninggi badan

Polisi...namanya?

Rahman Marpaung...kening.

Polisi...kening marpaung lorong berapa?

Rahman Marpaung...dusun satu.

Polisi...dusun satu?

Rahman marpaung...iya pak.

Polisi...kau tanam disamping rumah atau dimana?

Rahman Marpaung...dibelakang rumah.

Polisi...lorong?

Rahman Marpaung...Satu.

Polisi...alamat jelas, jelas alamatnya, alamatnya dimana biar jelas?

Rahman Marpaung...dusun satu sidua-dua.

Polisi..Ok ya, timpal polisi lainya, jelas kau? 

Rahman marpaung...iya pak.

Polisi...bisa kau nanti video call kita lihat TKP-nya kan?

Rahman Marpaung...bisa pak, iya pak.

Diberitakan sebelumnya warga kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan melakukan aksi protes blokir jalan atas meninggalnya salah satu terduga pelaku penembak anggota polisi Polsek Kualuh Hulu inisial RM, Sabtu (26/9/20).

Informasi yang dihimpun awak media sebelumnya anggota kepolisian Polsek Kualuh Hulu tertembak oleh salah satu pelaku pemerasan terhadap sopir truk pada tanggal 23 September 2020 kemarin.

Saat hendak diamankan dua orang pelaku melakukan perlawanan hingga merebut senjata api milik anggota polisi Polsek Kualuh Hulu, kemudian menembakkan pistol yang direbutnya ke arah anggota polisi yang bertugas saat itu dan peluru yang diletuskan mengenai perut korban.

Melihat rekannya tertembak anggota polisi Polsek Kualuh yang lain segera memberikan pertolongan sehingga kedua pelaku pada saat itu berhasil meloloskan diri dari tangkapan aparat penegak hukum.

Menurut sumber, pelaku diduga lari ke Siborong-borong kemudian petugas melakukan pengejaran setelahnya, salah satu terduga pulang ke rumah sudah menjadi mayat.

Keberatan atas meninggalnya terduga pelaku penembakan anggota polisi yang berinisial RM warga melakukan protes hingga memblokir Jalan, akibat dari pemblokiran Jalan lintas Sumatera tersebut, menimbulkan kemacetan lebih kurang sejauh 5 km.

Saat ini mobil ambulance pembawa jenazah almarhum inisial RM terduga pelaku penembakan anggota polisi Polsek Kualuh Hulu, masih tertahan di lokasi pemblokiran yang tepat berada di depan rumah duka, dikarenakan pihak keluarga tidak terima atas meninggalnya almarhum.

Awak media mengkonfirmasi Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Sahrial, untuk mendapat kebenaran atas kejadian tersebut, melalui telepon genggamnya, namun nomor kontak orang nomor satu di Polsek Kualuh Hulu saat dihubungi tidak aktif, diluar jangkauan.

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️