Miris sekali nasib istri Manager PT Smart Padang Halaban hidup terlunta- lunta terlantar bersama anak lelakinya di Rantauprapat yang kini menumpang berteduh di kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Labuhanbatu yang berada di Gedung Olah Raga (GOR) di Desa Janji Kecamatan Bilah Barat, karena sudah tidak memiliki biaya lagi.
Menurut keterangan Aprianti Dewi yang mengaku istri sah dari manager PT Smart Padang Halaban yang berinisial Sucipto, Minggu Sore (26/7/20) Sekira pukul 17.30 Wib kepada awak media ini mengatakan, "Saya sudah lama di tinggal sama suami saya Sucipto yang sekarang bekerja sebagai Manager di PT Smart Padang Halaban di Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan saya istri sahnya kami bertemu di Lampung dan menikah di Muara Tebo."
"Saya bertemu dengan bapak anak saya ini dulu statusnya duda anaknya empat yang kini ada di Semarang tujuanku hanya satu kalau memang dia sudah menginginkan saya ceraikan saya kasih nafkah anaknya," harap Aprianti Dewi.
"Tapi setiap saya ke perkebunan untuk menemui bapak anak saya ini, selalu satpam selalu tentaranya menghalang- halangi saya, jadi saya mengadu ke LPA karena saya disini terlantar, anak saya sakit, dia menikah tanpa sepengetahuan saya," kata Aprianti dengan deraian air mata.
"Saya sangat sakit hati, saya dari muslim menikah dengan dia masuk kristen, saya sudah dicampakkan keluarga karena murtad setelah itu dia membuang saya seperti sampah, dia seorang manager sedangkan orang kuli bangunan saja masih bisa menafkahi anaknya, dia seorang manager coba Abang pikir secara hati nurani," ucap Dewi kepada awak media.
"Dia melaporkan saya bang, ke kantor polisi Polres Labuhanbatu bahwa saya ini istrinya palsu, kemarin saya sudah datangi polisi itu dan polisi itu akan mengusut semua, saya ada nomor whastapp pendetanya yang menikahkan kami, tapi surat pernikahan dibawa oleh bapak anak saya ini, pada saat kami berpisah bilang mau tugas ke Kalimantan ternyata saya di tipu, ternyata dia menikah dengan pelakor Kalimantan itu, dulu saya pernah pergoki bapak anak saya ini dengan pelakor itu di Tapian Nadenggan Paluta," ungkap Aprianti Dewi.
"Saya minta tolonglah bang, aku sedih bang anakku tidak makan, saya sedih sampai polisinya baik kali bang dan bilang sama saya ibu akan saya bantu karena saya sudah cek foto ibu bukan editan asli semua saya akan usut semuanya ini bu, ibu tenang aja ya", pungkas Aprianti menuturkan ucapan salah seorang polisi yang berdinas di Polres Labuhanbatu.
"Saya ditolong sama ketua lembaga LPA dan sekarang saya tinggal di kantornya kebetulan istrinya bermarga sama dengan saya Caniago, karena saya ngak salah bang, saya menikah dengan Sucipto itu, saya istri sahnya, kalau saya bukan istri sahnya kenapa dia takut kemarin itu didatangi ke perkebunan, saya di situ nangis- nangis teriak- teriak mana berani dia keluar dari rumah dinasnya dia malah nyuruh bawahannya semua untuk mengusir. Saya tidak mau pergi, merekapun kaget bang tahu saya istrinya waktu saya bawa foto ini semua, tolong saya bang untuk sementara ini saya tinggal di LPA karena saya tidak ada biaya bang, saya ngak ada uang lagi, apa bapaknya tahu bang anaknya terlantar disini Setega itukah orang Kristen, Saya sudah dikristeni dibuang keluarga saya dan kini saya dicampakkannya," jelas Dewi.
"Kemarin saya kesana bang sama lurahnya yang dekat perkebunan itu, ribut disitu tentaranya ribut sama wartawanya, mana berani tegur saya orang saya istri sahnya, coba saja saya dipukulnya kalau ngak saya laporin ke polisi," tegas Aprianti Dewi Menutup Komunikasinya.
Terpisah Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Labuhanbatu Azhar Harahap saat dikonfirmasi awak media terkait masalah Aprianti Dewi yang kini dalam penanganannya mengatakan, "Lagi Investigasi bang jawab Azhar Harahap", melalui chat whastapp-nya.
Terkait pengakuan Aprianti Dewi istri sah dari manager PT Smart Padang Halaban awak media mengkonfirmasi Sucipto melalui pesan whastappnya meminta keterangan dan penjelasan atas apa yang disampaikan Aprianti Dewi, namun yang bersangkutan belum membalas chat konfirmasi awak media hingga berita ini sampai ke meja redaksi, Sucipto belum bisa memberikan tanggapan, terlihat di beranda whastapp pesan masih cheklis satu dan sepertinya status tidak aktif, dan saat dihubungi nomor selulernya tidak aktif tidak dapat menerima panggilan.