Sungguh ironi, demi menjatuhkan dan mencoreng nama baik orang lain melalui media sosial, diduga akun Siti Sujay menuliskan tudingan yang menyesatkan di ruang publik.
Dimana tudingan itu sudah viral di media sosial platform Facebook, di grup Tapteng Bersatu Untuk Perubahan (TBUP) pada Minggu 3 Mei 2026, hingga menuai beragam komentar. Berikut ini tulisan bernada miring lengkap dengan foto tertuding disertai Hastaq yang di-posting Akun Medsos Siti Sujay.
"Wakil Ketua Permak ZamZam PASARIBU, Saat ini Menjabat SEKDES Bottot, Memasukan Datanya Penerima UMKM Bencana Usaha Jualan KOLDING, Kapan Pula Manusia Munafik ini Jualan Kolding#15Juta Pula itu da...
Berdasarkan informasi yang beredar dimedia sosial tersebut, pada Kamis 7 Mei 2026, Utamanews coba meminta konfirmasi pihak tertuding yang diketahui bernama MHD Zamzam Pasaribu dirumah kediamannya yang berada di dusun II Desa Bottot Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara.
Bantahan MHD Zamzam Pasaribu.
Terkait dengan tudingan yang disampaikan Akun Media sosial Siti Sujay. Saya selaku Wakil ketua Permak dan juga saat ini menjabat Sekretaris Desa Bottot dengan tegas membantah. Sebagai Klarifikasi data saya yang masuk sebagai penerima bantuan UMKM terdampak Bencana Sebelum Saya menjabat sebagai Sekretaris Desa Bottot,
Hal itu, sudah dilakukan Uji petik hingga 4 kali oleh Dinas UMKM Tapanuli Tengah yang di tempel di papan Informasi kantor-kantor Kecamatan, kantor desa dan tempat-tempat keramaian seperti warung dll. Dan, sampai saat ini tidak ada sanggahan yang masuk ke kantor desa Bottot maupun kantor Camat Sorkam.
Kemudian, mengenai data saya yang sudah masuk sebagai penerima bantuan UMKM terdampak bencana, itu sebelum saya menjabat sebagai Sekretaris Desa Bottot persisnya pada tanggal 2 Februari 2026, dan menjabat Sekdes 19 Februari 2026. Sedangkan besaran bantuan UMKM terdampak bencana dengan nominal 15 juta yang di tuduhkan saya terima itu sangat tidak benar, yang menurut saya HOAK. Karena sampai saat ini satu rupiahpun saya tidak ada menerima bantuan yang dimaksudkan.
Sementara itu Usaha Kolding itu benar ada dan sudah lama berjalan sebelum bencana banjir melanda desa kami. Saat ini usaha itu dikelolah oleh kakak kandung saya masih berjalan meskipun tidak ada bantuan UMKM terdampak bencana. Karna usaha itu Permodalannya memakai uang saya sendiri. Ungkap Zamzam dalam klarifikasinya.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tapteng Erman Syahrin Lubis, S.Sos, M.AP., ketika dikonfirmasi Utamanews lewat panggilan WhatsApp menuturkan bahwa MHD Zamzam Pasaribu benar terdaftar sebagai penerima bantuan UMKM terdampak bencana. Dan, menurutnya dinas yang dipimpinnya tidak ada memberikan bantuan Tunai.
Dijelaskan Kadis, Kementerian UMKM mengeluarkan program Klinik UMKM Bangkit untuk mempercepat pemulihan ekonomi pelaku usaha terdampak bencana di Sumatera Utara.
"Program ini ada kegiatan yang akan dilaksanakan, yang pertama, pemberian bantuan modal berupa kredit usaha rakyat (KUR) kepada UMKM yang terdampak bencana. Kedua, konsultasi produksi UMKM. Ketiga, konsultasi pemasaran UMKM. Inilah program yang akan kita laksanakan dibulan ini, tapi menunggu dari Kementerian UMKM, jadi informasi yang beredar tentang bantuan tunai itu tidak benar", jelas Kadis menegaskan dan menutup konfirmasi Utamanews pada Kamis pagi (7/5/202) sekira pukul 7.36 Wib.