Selasa, 05 Mei 2026

IRT Minta Sikap Tegas Bupati Masinton Soal Nyawa Hilang dan Bayi Jatuh di RSUD Pandan

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Selasa, 05 Mei 2026 17:22
Gedung RSUD Pandan, di Jalan Padangsidimpuan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
 Istimewa

Gedung RSUD Pandan, di Jalan Padangsidimpuan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Rentetan insiden memilukan yang terjadi di RSUD Pandan dalam sepekan terakhir, memicu desakan agar Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, segera melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan dr. Jandri A. Nababan.

Hal itu disebabkan adanya dugaan peristiwa kematian bayi pascaoperasi sesar yang kini bergulir di ranah hukum, disusul insiden jatuhnya bayi di ruang PICU, sehingga dinilai sebagai sinyal lemahnya pengawasan manajemen terhadap standar keselamatan pasien di RSUD Pandan.

Arti (36) Ibu Rumah Tangga (IRT) di sekitaran Kecamatan Pandan, menilai jawaban dari Direktur RSUD terkesan dingin dan diduga berlindung di balik pembelaan.

"Orang lagi berduka, tapi jawaban Direktur rumah sakit di dalam pemberitaan malah terkesan dingin. Itu sangat tidak adil buat keluarga pasien. Belum hilang trauma kasus meninggalnya bayi Ibu Tiur, sekarang muncul lagi berita bayi jatuh karena oknum perawat nggak hati-hati. Padahal itu ruang perawatan khusus. Ini membuktikan kalau pelayanan RSUD Pandan memang sedang tidak baik-baik saja," sebutnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, langkah skorsing terhadap dua oknum perawat yang disebut oleh Direktur RSUD Pandan, dianggap belum menyentuh akar persoalan. Lanjut Arti, manajemen Rumah Sakit Pandan diduga gagal membangun sistem mitigasi risiko yang ketat sehingga kelalaian yang tidak masuk akal bisa terjadi.

"Jabatan Direktur bukan sekadar kursi birokrasi, melainkan amanah moral atas keselamatan nyawa warga. Jika rentetan tragedi ini hanya dijawab dengan pembelaan prosedur tanpa ada evaluasi struktural, maka komitmen reformasi kesehatan di Tapanuli Tengah patut dipertanyakan," ungkapnya.

Bagi seorang ibu, merasakan kehilangan atau melihat anak celaka karena sebuah keteledoran, merupakan rasa sakit yang luar biasa. Ia juga menegaskan, yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukanlah sekadar alasan prosedur atau SOP, melainkan jaminan rasa aman saat berobat.

"Kami menitipkan nyawa keluarga ke rumah sakit ini karena kami percaya pada pemerintah. Tapi kalau bayi saja bisa jatuh karena perawat sibuk gulung sprei, di mana hati nurani mereka? Bagi seorang ibu, kehilangan anak atau melihat anak celaka karena kecerobohan itu sakitnya luar biasa. Kami tidak butuh alasan SOP, kami butuh rasa aman," ucapnya di sekitar RSUD Pandan.
produk kecantikan untuk pria wanita

Kini perhatian tertuju pada keberanian Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, untuk mengambil langkah tegas sebelum ada korban selanjutnya di RSUD Pandan.

"Pak Bupati Masinton, tolong benahi rumah sakit ini. Jangan tunggu ada korban-korban lain baru Bapak bertindak," pungkasnya.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️