Rabu, 06 Mei 2026

Diduga Korupsi DBH PBB mengalir ke sejumlah Pejabat Labura, namun hanya 4 orang yang diproses hukum

Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung Senin, 01 Feb 2021 20:51
Screenshot website Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Medan
 Istimewa

Screenshot website Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Medan

Beberapa pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara Sumatera Utara diduga ikut terlibat menerima aliran dana korupsi DBH PBB Tahun 2013, namun, yang sudah diproses secara hukum hanya 4 orang dan 3 diantaranya sudah divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50.000.000.

Demikian disampaikan oleh Ketua LSM Peduli Anak Bangsa (PAB) MD Nababan, di Aek Kanopan, Labura, Senin (1/2/2021).

"Keempat orang itu adalah AFL mantan Kadis Pemda, FID mantan sekretaris Dispenda, AP mantan Kabid sedangkan 1 orang lagi masih berstatus tersangka mantan Bupati Labuhanbatu Utara non aktif KSS yang pada saat ini sedang menjalani hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)", ungkapnya.

"Penetapan tersangka yang dilakukan oleh Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumatera Utara, atas dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH PBB) di Pemkab Kabupaten Labuhanbatu Utara yang terjadi di tahun 2013 dalam website Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Medan, terdapat beberapa pejabat Labuhanbatu Utara diduga turut terlibat menerima aliran dana korupsi tersebut, yaitu AP (sudah terpidana), MP (mantan Wakil Bupati), ESR mantan Sekda, AFL (sudah terpidana) dan pegawai negeri sipil serta honorer Pemkab Kabupaten Labuhanbatu Utara," terangnya.
"Namun Mengapa ada perlakuan hukum yang berbeda terhadap pada beberapa pejabat ini, padahal mereka juga ikut menikmati hasil DBH PBB 2013 tersebut tapi tidak diproses secara hukum," jelasnya.

Demi kepastian hukum dalam waktu dekat lembaga ini akan segera mengirimkan surat ke Polda Sumatera Utara untuk mempertanyakan status hukum orang-orang yang diduga terlibat menikmati kejahatan korupsi secara berjamaah ini. 
Editor: Boraspati
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️