Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Medan, melaksanakan kegiatan Silaturahmi Strategis bersama Ketua Umum DPP GMNI Bung Imanuel Cahyadi dan Simpul-Simpul Gerakan Se-Kota Medan, di Stadion Cafe Teladan Medan, Kamis, 24 Februari 2022.
Kegiatan tersebut langsung dihadiri Ketua Umum DPP GMNI Bung Imanuel Cahyadi sebagai Narasumber utama, dan didampingi oleh juga Bung Syam Firdaus Jafba sebagai Ketua DPP GMNI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 15.00 WIB s/d selesai berjalan dengan hikmah dan lancar, dihadiri oleh DPD GMNI Sumut, seluruh kader GMNI Medan dan juga dihadiri Organisasi Kepemudaan, BEM dan DPM kampus yang ada di Kota Medan, kurang lebih 60 peserta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bung Ridwan Saragih, selaku ketua DPC GMNI Medan yang sekaligus penyelenggara kegiatan, menyampaikan maksud dari kegiatan ini sebagai ruang strategis untuk silahturahmi dan membicarakan isu-isu nasional dan regional bersama lintas Organisasi Kepemudaan, sekaligus berdialog dengan Ketum GMNI dengan suasana yang lebih humanis.
"Kami mengharapkan pertemuan ini semakin mempererat hubungan antar lintas Organisasi Kepemudaan yang ada di Kota Medan," katanya dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (26/2).
Menurutnya, Pemuda harus saling bergotong royong untuk memberikan perhatiannya terhadap keadaan Kota Medan yang saat ini sedang dalam mengkhawatirkan.
Tingginya tingkat pengangguran, kualitas pendidikan yang menurun, kurangnya perhatian Pemko Medan terhadap kaum marhaen, pembangunan yang tidak merata, tingkat KKN yang tinggi, dan masih banyak lagi persoalan yang perlu diselesaikan secepatnya, ucap Bung Ridwan dengan lugas.
Dalam diskusi, Ketum GMNI bung Imanuel menyampaikan kepada seluruh simpul-simpul gerakan di Medan, bahwa kebijakan-kebijakan yang hari ini oleh pemerintah lebih kepada kebijakan borjuis, maka dari itu mahasiswa harus peka terhadap isu-isu yang berkembang saat ini dengan catatan jangan sampai terjebak untuk memahami sesungguhnya akar dari dikeluarkannya kebijakan-kebijakan itu, karena kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan tidak jauh dari Omnibus law yang telah lolos disahkan pemerintah.
Sebagai Kaum gerakan juga harus peka dengan buzzer yang hari ini semakin hari semakin meningkat, karena dampak dari buzzer tersebut sangat negatif untuk masyarakat, katanya.
Kemudian bung Syam juga menyampaikan bahwa sejak munculnya pandemi covid -19 menjadi fenomena baru untuk dunia pendidikan, apalagi terhadap gerakan pemuda dan mahasiswa juga tidak sebanding dengan gerakan yang dibuat oleh buzzer, sehingga untuk membangun gerakan di masa sekarang ini sangatlah sulit, sehingga diperlukan solusi, misalnya menjadikan media sosial sebagai informan atau promotor untuk membangun gerakan.
Bung Syam juga tidak lupa menyampaikan bahwasanya sebagai anak gerakan, khususnya para kader-kader GMNI, harus langsung turun ke basis-basis masyarakat.
"Karena namanya anak gerakan, harus lah membuat gerakan.’’ tutupnya.