Buntut Bayi Meninggal di RSUD Sultan Sulaiman, Aliansi Masyarakat Serdang Bedagai Akan Kembali Aksi Jilid II di Kantor Bupati
Sergai (utamanews.com)
Oleh: Erick Yoma
Kamis, 18 Sep 2025 16:23
Istimewa
Surat pemberitahuan aksi ke Polres Sergai dan aksi massa di pemkab sergai
Setelah sebelumnya sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sei Bamban menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Senin (15/9/2025) sekitar pukul 10.15 WIB yang lalu.
Dimana aksi tersebut dipicu oleh dugaan kelalaian medis di RSUD Sultan Sulaiman yang menyebabkan sejumlah pasien BPJS-KIS termasuk seorang bayi yang meninggal dunia pada Sabtu, 6/9/2025 yang lalu, yang diduga mengalami keracunan air ketuban ibu nya saat masih di dalam rahim atas keterlambatan pembedahan (cesar) oleh dokter (medis).
Aksi massa jilid II akan kembali dilakukan oleh warga dengan massa lebih banyak lagi, aksi ini nanti nya akan dilakukan di depan kantor Bupati Serdang Bedagai pada hari Senin, 22/9/2025 mendatang atas sejumlah tuntutan yang termaktub kan dalam tuntutan tertulis sebelumnya, yaitu
Usut dugaan kelalaian prosedur medis di RSUD Sultan Sulaiman.
Adili tenaga medis yang terbukti lalai.
Tindak pihak terkait yang menyebabkan kematian pasien.
Menurut kuasa hukum daripada korban Sudiyanto Siregar (32) yang kehilangan bayi nya (meninggal dunia) pasca operasi di RSUD Sultan Sulaiman, Maruli Tua Saragi.
”Untuk aksi selanjutnya kita akan menuntut lebih tegas lagi ke Bapak Bupati agar mengevaluasi total tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Sultan Sulaiman, bila perlu kita akan membuat tenda dan menginap di Kantor Bupati, hingga tuntutanya di kabulkan oleh pihak terkait,”terang Saragi pada media ini, Kamis (18/9/2025).