Puluhan massa yang menamakan diri sebagai Gerakan Spontanitas Mahasiswa dan Pemuda Dairi menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik strategis: Kantor DPRD, Kantor Bupati, dan Mapolres Dairi, Kamis (14/8/2025). Menariknya, dalam aksi ini mereka membawa spanduk dan bendera bergambar tengkorak ala One Piece, yang menyita perhatian publik.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai ini bertujuan menyampaikan keresahan masyarakat atas berbagai persoalan sosial yang dianggap semakin mengkhawatirkan, khususnya terkait maraknya peredaran narkoba, kriminalitas, dan keberadaan tempat hiburan malam (THM) yang dinilai merusak moral dan ketenteraman masyarakat.
Koordinator aksi, Andi Silalahi dan Mansyah Siregar, mengatakan aksi ini merupakan respon atas kasus kematian 2 orang tewas akibat overdosis di sebuah kafe dalam dua bulan terakhir, serta meningkatnya kekerasan seksual dan tindak kriminal di wilayah Dairi.
"Kami melihat adanya dua kasus kematian karena overdosis di tempat hiburan malam, maraknya kriminalitas, dan pelecehan seksual. Ini darurat sosial dan moral. Kami minta pemerintah dan aparat jangan tutup mata," tegas Andi.
Para demonstran menyampaikan 10 tuntutan utama, di antaranya:
- Menutup dan mencabut izin seluruh tempat hiburan malam di Dairi.
- Pemkab Dairi harus mengambil langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.
- Memberi perhatian dan pendampingan bagi korban kekerasan dan penyalahgunaan.
- Menjamin perlindungan HAM dan keselamatan warga.
- Menuntut Kapolres Dairi mengusut tuntas kematian akibat overdosis.
- Memberantas narkoba yang diduga kuat beredar di THM.
- Menindak tegas kriminalitas dan pelanggaran hukum lainnya.
- Menegakkan hukum secara profesional dan transparan.
- Mengatasi keresahan sosial, terutama kasus kekerasan seksual.
- Kolaborasi antara Pemkab dan Kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Sekretaris DPRD Dairi, Bahagia Ginting, yang menerima perwakilan massa di gedung dewan, menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Ketua DPRD untuk dikaji bersama Forkopimda dan dinas terkait.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setdakab Dairi, Jonny Hutasoit, mengapresiasi aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan pemuda.
"Apa yang disuarakan akan kami sampaikan kepada Bupati. Aksi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kinerja pemerintah daerah," ujarnya.
Di Mapolres Dairi, massa diterima Kabag OPS AKP LB Sihombing yang mewakili Kapolres. Ia juga menyatakan komitmennya untuk menyampaikan tuntutan ke pimpinan.
"Aspirasi teman-teman akan kami teruskan untuk dibahas bersama pemerintah daerah," katanya.
Massa aksi menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah lebih besar jika tidak ada tindakan nyata dari Pemkab dan aparat penegak hukum.
"Ini bukan akhir. Bila tidak ditanggapi, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar," ujar Mansyah.
Meski membawa simbol tak biasa dalam bentuk bendera One Piece, aksi berlangsung aman dan lancar dengan pengawalan ketat dari Polres Dairi, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Usai menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib.