Aksi Warga Minta Bobby Nasution Copot Lurah Durian dan Camat Medan Timur
Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Selasa, 14 Mar 2023 08:14
Istimewa
Aksi massa di depan kantor Walikota Medan, Senin (13/3)
Ratusan warga lingkungan V kelurahan Durian dan warga lingkungan VII Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur melakukan aksi demo di kantor Walikota Medan meminta agar Walikota Medan segera mencopot Camat Medan Timur, Senin, (13/3/2023).
Hal tersebut itu dikarenakan warga menilai Lurah dan Camat melakukan kecurangan dan terkesan telah menentukan kepala lingkungan sebelum proses pemilihan dilakukan.
Ikhsanul Arifin Hasibuan warga lingkungan VII kelurahan Pulo Brayan kecamatan Medan Timur yang juga menjadi koordinator aksi meminta walikota Medan segera copot Camat Medan Timur.
"Kami minta Walikota Medan segera copot Camat kecamatan Medan Timur", ucap tokoh masyarakat di lingkungan VII tersebut.
Selanjutnya dalam orasinya Ikhsanul Arifin Hasibuan mengatakan bahwa Kepling terpilih berinisial AS diduga tidak berdomisili di lingkungan VII kelurahan Pulo Brayan kecamatan Medan Timur, dan hal ini tentu melanggar Perwal no 21 tahun 2021, pasal 6 ayat 2 huruf E.
Serta surat dukungan saudara AS tidak sampai 30 persen dan tentu saja melanggar Pasal 7 ayat 3 dengan Perwal yang sama.
Lanjut Ikhsanul juga meminta keadilan kepada bapak Walikota Medan agar masalah ini segera di tangani secara serius sehingga masyarakat lingkungan VII dapat hidup dengan rukun.
Menanggapi hal ini, R Muhammad Khalil Prasetyo (Mas Tyo) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Medan dari Dapil III ketika dimintai komentarnya oleh wartawan, Senin, (13/3/2023) kantor DPRD Medan mengatakan, jika benar Lurah dan Camat Medan Timur melanggar Perwal 21 tahun 2021, maka Walikota Medan harus segera ngambil tindakan tegas.
"Jika benar Lurah dan Camat melanggar Perwal 21 tahun 2021, saya minta walikota segara ngambil tindakan", ucap politisi muda dari partai Gerindra kota Medan.
Selanjutnya Mastyo menilai pengaduan warga ke walikota ini merupakan puncak dari kemarahan warga karena tidak didengar oleh Lurah dan Camat Medan Timur.