Dalam rangka menurunkan dan mencegah Stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis) Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Kesehatan, menggelar Rembuk Stunting yang digelar di Aula Kantor Camat Binjai Utara, Jalan Flores, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, Rabu (6/7).
Rembuk Stunting yang mengusung tema "Aksi Cegah Stunting Itu Penting" tampak dihadiri oleh Camat Binjai Utara Hilman Angga Lukha, perwakilan Bappeda dan Dinas Kesehatan, Dinas PPKB, mewakili Kadis P3AM, Kapus Kebun Lada, Kapus Jati Makmur, perwakilan Polsek Binjai Utara serta Danramil 16/BU dan KUA Binjai Utara, Lurah dan Kepling se- Kecamatan Binjai Utara serta kader Posyandu.
Camat Binjai Utara Hilman Anggana Lukha, dalam sambutannya menegaskan bahwa menurunkan dan mencegah Stunting merupakan program nasional dari Presiden Jokowi.
"Bapak dan ibu tentunya telah memahami apa itu Stunting. Dari reperensi yang saya baca bahwa stunting adalah gagal tumbuh dari balita akibat kurang gizi, dimulai bayi dalam kandungan sampai usia 2 tahun," ungkapnya.
Pencegahan dan penurunan Stunting yang juga merupakan program nasional ini menurut Hilman Angga merupakan hal yang sangat penting untuk generasi penerus bangsa.
"Kekurangan gizi pada seorang ibu yang sedang hamil merupakan salah satu resiko. Penanggulanganya adalah makan makanan yang bergizi, lakukan pemeriksaan rutin ke posyandu. Sedangkan bagi sang suami agar sering mengingatkan sang istri yang sedang hamil untuk selalu ke Posyandu," urainya.
Hilman Angga juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari hari.
"Mari kita mulai dari diri kita dan lingkungan disekitar. Kepada bapak bapak yang perokok, usahakan agar jangan merokok didalam kamar, di dalam rumah maupun di dalam mobil. Sebab efek dari asap rokok bisa lengket ke tirai maupun dinding sehingga bisa berbahaya bagi perokok pasif," ujar Hilman Angga Lukha, sembari menghimbau kepada masyarakat agar selalu rajin berolahraga.
Sebagai Camat, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Umum Pemko Binjai ini menegaskan bahwa di Kecamatan Binjai Utara saat ini ada 3 kasus Stunting.
"Untuk itu saya berharap kader posyandu dapat bekerja maksimal guna menurunkan dan mencegah Stunting. Sedangkan kepada para Kepling agar bisa membantu untuk mensosialisasikan kepada warganya tentang Stunting, seperti himbauan melalui spanduk yang akan kita rembukkan nantinya," turtur Camat Binjai Utara.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas PPKB juga menjelaskan, resiko Stunting ada 20 persen, akan tetapi belum tentu kasus tersebut bisa sebanyak itu. "Pencegahan Stunting dimulai dari hulu, yaitu dengan pelaksanaan 3 bulan sebelum pernikahan melalui scranning dan pembinaan Calon Pengantin (Catin)," urainya.
Di tempat yang sama, perwakilan dari Dinas Kesehatan memberikan apresiasi kepada Camat Binjai Utara yang sudah melaksanakan rembuk Stunting. "Untuk rembuk Stunting memang harus ditingkat Kecamatan. Sedangkan kami melakukan intervensi terhadap pencegahan kasus itu," bebernya.
Senada, Kepala Puskesmas (Kapus) Kebun Lada juga ikut memberikan apresiasi kepada Camat Binjai Utara yang menggelar kegiatan rembuk Stunting.
"Perlu diketahui bahwa Stunting adalah gagal tumbuh kembang balita. Kita jangan salah menafsirkan stunting itu pendek, sebab yang menentukan penafsiran itu dari Menkes. Intinya bahwa stunting itu adalah gizi buruk yang didapat balita pada 1.000 hari sejak usia 3 bulan dalam kandungan sampai kelahiran 2 tahun," pungkasnya.
Kapus Jati Makmur dalam uraiannya mengatakan, adapun 3 kasus Stunting di Kecamatan Binjai Utara yaitu terdapat di lingkungan l, yaitu adanya Balita usia 2 tahun mempunyai berat badan 8 Kg dan tinggi 78 Cm dan merupakan keluarga kurang mampu. Sementara di lingkungan mempunyai berat badan 7,4 Kg, tinggi 78 Cm, serta di lingkungan IV dengan berat badan 7.5 Kg dan tinggi 77 Cm.
"Adapun konversi yang telah kami lakukan yaitu gerakan seperti Catin, memberikan obat tambah darah, imunisasi, pemberian vitamin A, obat cacing dan lain lain," katanya.
Sementara itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB yang diwakili oleh Erliana dalam pemaparannya menitikberatkan pada validasi dari tugas TPK (Tim Pendamping Keluarga) di Kecamatan Binjai Utara dengan jumlah 160 orang yang dibagi menjadi 60 tim.
Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dari kegiatan ini dan dilanjutkan dengan penandatanganan
Komitmen bersama tentang aksi cegah Stunting yang dimulai oleh Camat Binjai Utara.