Sabtu, 22 Feb 2020 01:47
  • Home
  • Politik
  • Terkait Isu Pemusnahan, Konsumen & Pengusaha Babi Dapat Penjelasan Langsung dari Gubsu

Terkait Isu Pemusnahan, Konsumen & Pengusaha Babi Dapat Penjelasan Langsung dari Gubsu

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tony
Kamis, 13 Feb 2020 18:53
Istimewa
Murni Hubber Ketua Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI)  didampingi oleh Sekjen Sondang dan 30 orang pengusaha lainnya mendapatkan penjelasan langsung dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi terkait berkembangnya issu pemusnahan ternak babi, Kamis (13/2).

Dalam kesempatan tersebut Murni Hubber menyampaikan terimakasih Kepada Ketua DPRD-SU Baskami Ginting yang telah memfasilitasi pertemuan tesebut, sehingga mereka mendapatkan penjelasan dari Gubsu sehubungan dengan penyakit, isolasi, restocking, isolasi dan penyebab matinya ternak babi secara mendadak.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Banggar DPRD-SU Jalan Imam Bonjol Medan, ini dihadiri Ketua DPRD-SU Baskami Ginting, Gubsu Edy Rahmayadi Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin serta Kejatisu DR Amir Yanto SH MM MH beserta unsur terkait.  

Baskami menyampaikan bahwa rapat yang dipimpinnya kali ini bukanlah rapat politik tetapi rapat ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Edy Rahmayadi memaparkan agar masyarakat Sumatera Utara tetap berfikir, bersikap dan bertindak yang baik. Langsung ke pokok persolan, Gubsu mengatakan bahwa babi adalah ciptaan Tuhan, dan tidak ada satu orang pun yang bisa mengganggu, merusak dan memusnahkan mahluk Tuhan di dunia ini.


Secara rinci Gubsu memaparkan kronologis, dimana pada tanggal 25 September 2019 banyak ternak babi yang mati dan bangkainya dibuang di sungai dan di jalanan. Terkait ini Gubsu beserta jajarannya melaksanakan rapat untuk mencari tahu penyebab banyaknya ternak babi yang mati mendadak. Ada sebanyak 29 ribu babi mati pada saat itu, yang kemudian dilaporkan kepada Kementerian Pertanian dan Peternakan.

Menindaklanjuti hal ini, Komisi IV DPR RI datang ke Sumatera Utara yang langsung ketemu dengan Gubsu untuk membicarakan tentang barbagai solusi penanganan wabah. Tugas Gubsu,  dikarenakan menurutnya sudah tidak lazim babi bisa mati mendadak begitu banyak, sehingga ia mengeluarkan perintah untuk melarang membuang bangkai babi ke sembarang tempat. Kemudian Gubsu membentuk Tim dan menyiapkan ekskavator dan lahan untuk menanam bangkai babi.

Gubsu juga mengintruksikan agar babi-babi yang sakit dilarang keluar dari tempat-tempat pemeliharaan untuk mencegah babi keluar dari Sumut dengan tujuan agar wabah tidak menjangkit ke daerah-daerah luar.

Oleh Tim Ahli yang dikirim, akhirnya kemudian diketahui ternyata babi tersebut bukan terkena colera tetapi ASF yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Hanya perlu diketahui kalau wabah ini tidak memular ke binatang lain dan ke manusia sehingga babi tersebut tidak perlu dimusnahkan.

"Hanya sangat mengherankan setelah pembahasan (dengan  Komisi IV-Red)  kemudian muncul lagi ada isu tentang adanya lokalisasi ke pulau Nias. Ini isu dari mana lagi? Saya tidak pernah mengatakan itu," tegas Gubsu.


"Sebelumnya terdata sudah 46 ribu babi yang mati dan kemarin di daerah Tebing Tinggi ada juga lagi babi yang mati, sehingga menambah jumlah babi yang mati mencapai 48 ribu. Setelah ini muncul lagi isu kalau babi yang mati akan diganti. Menurut Undang-Undang tidak ada pergantian terhadap ternak apapun itu yang mati, terkecuali terjadi musibah Nasional" ungkapnya.

Gubsu mengajak semua pihak untuk memberikn masukan kepadanya, dan ini merupakan musibah. Untuk itu berikan masukan bagaimana mencarikan solusi yang tepat dan benar dalam menangani musisbah ini. 

Gubsu kembali mengulangi bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang adanya pemusnahan terhadap ternak babi. Edy berpesan jangan ada lagi orang yang mencari panggung dan jangan ganggu rakyat Sumatera Utara, namun bantulah rakyat mendapatkan solusi, bukan malah mempersulit rakyat.

Sementara Kapoldasu Irjen Martua Sormin mengatakan, sejak datang dan baru bertugas di Sumut sudah fokus diskusi hal ini. "Sesungguhnya yang disebut akan dimusnahkan adalah yang terpapar virus. Namun ketika ada multitafsir inilah yang membuat kestabilan di Sumut terganggu", ujarnya. 

Kapolda menghimbau warga Sumut jangan mau diadu domba dengan isu yang tidak benar dan stop isu babi. "Apakah dengan teriak-teriak di jalan akan dapat menyelesaikan masalah? Kalau ada saran mari kita bicara. Kadang hanya bisa bicara di belakang, ketika ditanya apa sarannya, malah diam. Mudah-mudahan tidak ada lagi isu-isu seperti ini. Kepada seluruh media, stop. Isu ini ini bukan isu  menyejukkan, tetapi isu yang telah  memecah pluralisme kita yang mengakibatkan adanya pro dan kontra," ungkap Kapoldasu.

Hal senada juga disampaikan oleh Kejatisu Amir yang mengajak masyarakat untuk memecahkan setiap persoalan dengan berkepala dingin dan bersabar mencari solusi.
Editor: Budi

T#g:savebabi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 13 Feb 2020 19:13

    Edy Rahmayadi Minta Seluruh Elemen Masyarakat Hentikan Polemik Babi

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan mencari solusi permasalahan virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ribuan ternak babi

  • Rabu, 12 Feb 2020 19:32

    Kelompok Pemuda Islam dan Kristen Minta Polemik Pemusnahan Babi Berhenti

    Kelompok pemuda Islam dan Kristen yang ada di Sumatera Utara meminta agar polemik persoalan pemusnahan babi dihentikan. Polemik ini dinilai tidak perlu dibesarkan oleh masyarakat.Polemik ini sudah men

  • Selasa, 11 Feb 2020 19:31

    Temui Gubernur, GMKI Bahas Solusi Virus Demam Babi di Sumut

    Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kordinator Wilayah Sumut-NAD Gito M Pardede menyambangi rumah dinas Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk melakukan diskusi dan membicar

  • Selasa, 11 Feb 2020 18:31

    Swangro Lumbanbatu: Pemerintah Hanya Bahas Babi Peternak Kecil

    Heboh soal isu pemusnahan ternak babi kembali menjadi perbincangan seiring aksi damai #savebabi yang digelar oleh kelompok masyarakat ke DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (10/2) kem

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak