Sabtu, 22 Feb 2020 02:20
  • Home
  • Politik
  • Edy Rahmayadi Minta Seluruh Elemen Masyarakat Hentikan Polemik Babi

Edy Rahmayadi Minta Seluruh Elemen Masyarakat Hentikan Polemik Babi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Kamis, 13 Feb 2020 19:13
Istimewa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan mencari solusi permasalahan virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ribuan ternak babi di Sumut, sehingga persoalan ini segera selesai dan tidak meresahkan masyarakat. 

Saat ini kata Gubernur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sedang mencari langkah yang tepat sesuai aturan yang berlaku dan keadaan masyarakat, khususnya peternak babi yang mengalami kerugian akibat wabah virus ini. 

"Saya tengah mencari langkah yang tepat dan saya minta kita bergandengan tangan mencari solusinya. Apa yang harus dilakukan dengan aturan yang berlaku," ucap Edy Rahmayadi saat menghadiri diskusi bersama dengan Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia yang difasilitasi DPRD Sumut di Aula DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (13/2/2020). 

Hadir di antaranya, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Kajati Sumut Amir Yanto, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Anggota Fraksi PDIP Syahrul Effendi, Ketua Komunitis Konsumen Daging Babi Indonesia Muniati Tobing beserta anggota komunitas. 

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi menjawab semua polemik tentang babi yang menjadi tuntutan masyarakat. Ditegaskannya, bahwa isu pemusnahan seluruh ternak babi itu tidak benar. 

Edy menuturkan, sejak tanggal 25 September 2019, banyak bangkai babi itu terbuang di jalan dan sungai di sejumlah daerah di Sumut. Lalu, ia pun mengumpulkan seluruh OPD dan aparat terkait untuk mencari tahu kenapa ada banyak babi yang mati mendadak dan bangkai babi dibuang dengan sembarangan. Berdasarkan data yang ada diperkirakan ada 29 ribu babi yang mati mendadak. 

"Atas kejadian ini kita lalu menyurati Kementrian Pertanian dan Kesehatan. Dan mereka tindaklanjuti pada 4 November 2019 dengan datang ke Sumut membicarakan hal ini," katanya. 

Langkah awal sebelum pihak Kementerian datang, Pemprov Sumut telah mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat membuang bangkai babi ke sembarang tempat. Melarang babi terserang penyakit ke luar dari tempat peliharaan karena dapat membawa wabah serta membentuk tim untuk membantu masyarakat yang ternak babinya mati. "Saat itu, saya belum tahu apa penyebab itu semua," ucap Edy Rahmayadi. 

Kemudian DPR RI Komisi IV datang dan membahas permasalahan ini hingga diketahui bahwa penyebab dari kematian babi ini karena virus ASF yang pertama ditemukan terjangkit di Negara Taiwan. Hingga saat ini vaksin virus ASF tersebut belum ditemukan. 

"Nah disana dibahas dilakukan pemusnahan babi yang terjangkit virus itu. Namun diambil kesimpulan tidak bisa dimusnahkan karena virus ini tidak menjangkit hewan yang lain ataupun manusia," jelas Edy Rahmayadi 

Menjawab tuntutan masyarakat, pemerintah diminta untuk mengganti kerugian ternak babi yang mati. Hal ini juga telah dipikirkan Pemprov Sumut, namun tidak bisa dilakukan karena melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. "Garis besarnya bahwa pemerintah tidak bisa mengganti ternak yang mati karena virus," katanya.

Di akhir diskusi itu, Edy Rahmayadi meminta seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan seluruh polemik babi yang dikhawatirkan dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut. Ia meminta pada seluruh masyarakat untuk tidak lagi melakukan demo di jalan terkait permasalahan babi ini. 

"Tapi saya tidak dapat melarang karena kita berdemokrasi. Saya mohon kalau ada solusi sampaikan ke saya," ucap Edy Rahmayadi. 

Senada, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin meminta masyarakat untuk menghentikan polemik babi tersebut. Ia mencurigai bahwa ada oknum yang memanfaatkan suasana untuk membuat Kamtibmas di Sumut tidak kondusif. 

"Saya tidak ingin ada lagi polemik babi ini. Kalau ada yang merasa tidak puas mari berdiskusi atau dengan surat sampaikan solusinya. Kita ingin membangun masyarakat yang bermartabat dan sejahtera," katanya. 

Begitu pula Kejati Sumut Amir Yanto mengajak seluruh masyarakat untuk berkepala dingin dan bersabar mencari solusi mengatasi wabah ini, yakni dengan mengubur yang sakit dan memisahkan yang sakit dengan yang sehat.
Editor: Budi

T#g:#savebabiVirus
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 25 Feb 2020 03:25

    Pemerintah Optimal Mengantisipasi Dampak Virus Corona

    RealVirus Corona yang mewabah sejak beberapa bulan lalu memicu kekhawatiran bagi masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia pun bertindak cepat guna mengantisipasi dampak penye

  • Sabtu, 15 Feb 2020 11:45

    Pangkogasgabpad Cek Kesiapan Pemulangan 238 WNI

    Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna, mengecek kesiapan 238 WNI yang akan dipulang

  • Kamis, 13 Feb 2020 07:13

    Kogasgabpad Sosialiasasi Penanganan Virus Corona di Natuna

    Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Pangkogasgabpad Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna dalam hal ini diwakili Asintel Kogabwilhan I Laksma TNI Bambang Wahyudi melaksanakan so

  • Rabu, 12 Feb 2020 19:32

    Kelompok Pemuda Islam dan Kristen Minta Polemik Pemusnahan Babi Berhenti

    Kelompok pemuda Islam dan Kristen yang ada di Sumatera Utara meminta agar polemik persoalan pemusnahan babi dihentikan. Polemik ini dinilai tidak perlu dibesarkan oleh masyarakat.Polemik ini sudah men

  • Selasa, 11 Feb 2020 19:31

    Temui Gubernur, GMKI Bahas Solusi Virus Demam Babi di Sumut

    Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kordinator Wilayah Sumut-NAD Gito M Pardede menyambangi rumah dinas Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk melakukan diskusi dan membicar

  • Selasa, 11 Feb 2020 18:31

    Swangro Lumbanbatu: Pemerintah Hanya Bahas Babi Peternak Kecil

    Heboh soal isu pemusnahan ternak babi kembali menjadi perbincangan seiring aksi damai #savebabi yang digelar oleh kelompok masyarakat ke DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (10/2) kem

  • Selasa, 11 Feb 2020 07:41

    Pangkogasgabpad Evaluasi Kegiatan Termasuk Sarana dan Prasarana 238 WNI di Natuna

    Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Nat

  • Senin, 10 Feb 2020 17:00

    Soal Tewasnya Crew Kapal Sun Shine di Pangkalan Susu, dr. Alwi: Bukan Karena Corona

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dr. Alwi Mujahit Hasibuan M.Kes., menegaskan bahwa warga crew kapal Sun Shine berbendera Panama yang tewas di perairan Pangkalan Susu, bukan akibat virus

  • Sabtu, 08 Feb 2020 15:58

    Pangkogabwilhan I Gowes Bersama Ratusan Anggota TNI dan Polri di Natuna

    Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Na

  • Senin, 10 Feb 2020 15:10

    Virus Corona Semakin Pesat Berkembang, Lakukan Cara Efektif Ini agar Tidak Tertular

    Virus Corona telah menyerang ribuan orang di berbagai negara dan menelan ratusan korban jiwa. Agar tidak terkena penyakit infeksi yang sedang mewabah ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk m

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak