Rabu, 12 Agu 2020 20:00
  • Home
  • Politik
  • Edy Rahmayadi Minta Seluruh Elemen Masyarakat Hentikan Polemik Babi

Edy Rahmayadi Minta Seluruh Elemen Masyarakat Hentikan Polemik Babi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Kamis, 13 Feb 2020 19:13
Istimewa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan mencari solusi permasalahan virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ribuan ternak babi di Sumut, sehingga persoalan ini segera selesai dan tidak meresahkan masyarakat. 

Saat ini kata Gubernur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sedang mencari langkah yang tepat sesuai aturan yang berlaku dan keadaan masyarakat, khususnya peternak babi yang mengalami kerugian akibat wabah virus ini. 

"Saya tengah mencari langkah yang tepat dan saya minta kita bergandengan tangan mencari solusinya. Apa yang harus dilakukan dengan aturan yang berlaku," ucap Edy Rahmayadi saat menghadiri diskusi bersama dengan Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia yang difasilitasi DPRD Sumut di Aula DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (13/2/2020). 

Hadir di antaranya, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Kajati Sumut Amir Yanto, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Anggota Fraksi PDIP Syahrul Effendi, Ketua Komunitis Konsumen Daging Babi Indonesia Muniati Tobing beserta anggota komunitas. 

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi menjawab semua polemik tentang babi yang menjadi tuntutan masyarakat. Ditegaskannya, bahwa isu pemusnahan seluruh ternak babi itu tidak benar. 

Edy menuturkan, sejak tanggal 25 September 2019, banyak bangkai babi itu terbuang di jalan dan sungai di sejumlah daerah di Sumut. Lalu, ia pun mengumpulkan seluruh OPD dan aparat terkait untuk mencari tahu kenapa ada banyak babi yang mati mendadak dan bangkai babi dibuang dengan sembarangan. Berdasarkan data yang ada diperkirakan ada 29 ribu babi yang mati mendadak. 

"Atas kejadian ini kita lalu menyurati Kementrian Pertanian dan Kesehatan. Dan mereka tindaklanjuti pada 4 November 2019 dengan datang ke Sumut membicarakan hal ini," katanya. 

Langkah awal sebelum pihak Kementerian datang, Pemprov Sumut telah mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat membuang bangkai babi ke sembarang tempat. Melarang babi terserang penyakit ke luar dari tempat peliharaan karena dapat membawa wabah serta membentuk tim untuk membantu masyarakat yang ternak babinya mati. "Saat itu, saya belum tahu apa penyebab itu semua," ucap Edy Rahmayadi. 

Kemudian DPR RI Komisi IV datang dan membahas permasalahan ini hingga diketahui bahwa penyebab dari kematian babi ini karena virus ASF yang pertama ditemukan terjangkit di Negara Taiwan. Hingga saat ini vaksin virus ASF tersebut belum ditemukan. 

"Nah disana dibahas dilakukan pemusnahan babi yang terjangkit virus itu. Namun diambil kesimpulan tidak bisa dimusnahkan karena virus ini tidak menjangkit hewan yang lain ataupun manusia," jelas Edy Rahmayadi 

Menjawab tuntutan masyarakat, pemerintah diminta untuk mengganti kerugian ternak babi yang mati. Hal ini juga telah dipikirkan Pemprov Sumut, namun tidak bisa dilakukan karena melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. "Garis besarnya bahwa pemerintah tidak bisa mengganti ternak yang mati karena virus," katanya.

Di akhir diskusi itu, Edy Rahmayadi meminta seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan seluruh polemik babi yang dikhawatirkan dapat merusak keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut. Ia meminta pada seluruh masyarakat untuk tidak lagi melakukan demo di jalan terkait permasalahan babi ini. 

"Tapi saya tidak dapat melarang karena kita berdemokrasi. Saya mohon kalau ada solusi sampaikan ke saya," ucap Edy Rahmayadi. 

Senada, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin meminta masyarakat untuk menghentikan polemik babi tersebut. Ia mencurigai bahwa ada oknum yang memanfaatkan suasana untuk membuat Kamtibmas di Sumut tidak kondusif. 

"Saya tidak ingin ada lagi polemik babi ini. Kalau ada yang merasa tidak puas mari berdiskusi atau dengan surat sampaikan solusinya. Kita ingin membangun masyarakat yang bermartabat dan sejahtera," katanya. 

Begitu pula Kejati Sumut Amir Yanto mengajak seluruh masyarakat untuk berkepala dingin dan bersabar mencari solusi mengatasi wabah ini, yakni dengan mengubur yang sakit dan memisahkan yang sakit dengan yang sehat.
Editor: Budi

T#g:#savebabiVirus
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2020 03:55

    Makin Menyebar, 7 Fakta Penting Virus Corona yang Perlu Diketahui

    Kasus positif COVID-19 di dunia semakin bertambah setiap hari. Sifat penularannya yang masif dan global membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melabeli penyakit yang disebabkan virus Corona ini seba

  • Kamis, 09 Apr 2020 11:49

    OTG adalah pembunuh potensial, bagaikan penyebar maut

    Salah satu penyebab cepatnya penularan Covid-19 yang paling susah diantisipasi adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). OTG merupakan orang yang sudah terinfeksi Covid-19, namun tidak menunjukkan gejala sakit.

  • Selasa, 31 Mar 2020 10:51

    DPK KNPI Minta Rumah Sakit Transparan Soal Warga Medan Denai, Meninggal Akibat Corona Atau Bukan?

    Di tengah beredarnya virus corona yang melanda, DPK KNPI Medan Denai angkat bicara atas beredarnya di berita daring mengenai terjadinya perdebatan antara pihak kepolisian dan salah seorang anggota DPRD Kota Medan.

  • Jumat, 27 Mar 2020 13:07

    Di Paluta, 4 Orang ODP dan 188 Orang Pelaku Perjalanan Masuk Dalam Pantauan

    Sebanyak 4 orang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 188 orang yang baru melakukan perjalanan keluar daerah masuk dalam daftar pantauan Tim Terpadu Percepatan Penanganan Corona Virus

  • Senin, 23 Mar 2020 16:13

    Maklumat Kapolri, Kapolres Sergai Bubarkan Hiburan Organ Tunggal Tanpa Izin

    Maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid 19), Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson  Simatupang

  • Minggu, 22 Mar 2020 09:22

    Jubir Penanganan Corona: Klorokuin, obat untuk penyembuhan, bukan pencegahan

    Achmad Yurianto, mengkonfirmasi bahwa pemerintah sudah mulai mendatangkan obat yang secara evidence based, secara pengalaman, digunakan oleh negara yang lain dan memberikan respons yang positif.

  • Minggu, 22 Mar 2020 08:22

    TNI-Polri dan Unsur CIQ PLBN Sota Cegah Virus Corona di Perbatasan RI-PNG

    TNI-Polri bersama dengan CIQ (Custom, Immigration, Quarantine) PLBN Sota sepakat bersinergi meningkatkan berbagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Perbatasan RI-PNG, Distrik Sota.

  • Minggu, 22 Mar 2020 03:22

    WHO Memuji Penanganan Virus Corona Pemerintah Indonesia

    Badan Kesehatan Dunia, WHO, memuji aksi tanggap Corona di Indonesia. Selain penanganan Virus Corona sudah optimal, strategi Indonesia untuk menanggulangi wabah penyakit tersebut telah sesuai standar i

  • Jumat, 20 Mar 2020 13:10

    Antisipasi Virus Corona, Kodim 0209/LB Dirikan Rumah Sakit Lapangan

    Langkah preventif terus dilakukan Kodim 0209/LB untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), khususnya di Kabupaten Labuhanbatu.

  • Jumat, 20 Mar 2020 08:40

    Per 19 Maret, Total 309 Orang Positif Covid-19, Sembuh 15 dan Meninggal 25 Orang

    Pemerintah merilis bahwa hingga Kamis (19/3) total kasus terlaporkan positif Covid-19 sebanyak 309 orang, yang sudah sembuh ada 15 orang, dan meninggal dunia sejumlah 25 orang.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak