Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir angkat bicara menyoal penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai Pelaksana Ketua (Plt).
Dalam hal ini, Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tandjung untuk menggantikan Musa Rajekshah dari jabatan Ketua Golongan Karya Sumut.
Menurut Riza Fakhrumi Tahir Bahlil Lahadalia adalah seorang penghianat yang tidak dapat dipegang ucapannya.
Pasalnya, beberapa waktu lalu Bahlil Lahadalia telah meminta Musa Rajekshah untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua DPD.
"Bahlil, Sarmuji dan Doli, adalah pengkhianat Golkar. Saat ini, kerja politik mereka bukan untuk kepentingan Golkar. Mereka adalah orang paling bertangungjawab dalam pelemahan Partai Golkar. Tidak layak mereka berada di pucuk pimpinan," kata dia.
Senior Himpunan Mahasiswa Islam ini juga mengatakan, bahwa selama Musa Rajekshah atau Ijeck memimpin DPD Golkar Sumut keajaiban telah terjadi.
Di mana, suara dan peningkatan jumlah kader duduk sebagai anggota dewan, baik itu DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi dan DPR RI.
"Tak usah banyak cakap, Ijeck dengan Partai Golkar adalah instrumen demokrasi yang tidak terkalahkan di Pileg dan Pilgub Sumut mendatang. Maka, untuk mengalahkan Golkar, Ijeck harus diberhentikan dulu dari jabatannya sebagai ketua," jelasnya.
Ketua Bidang Organisasi MW KAHMI Sumut ini juga menyampaikan, pelengseran Ijeck untuk menuju Musda Golkar Sumut ini akan berdampak terhadap peraihan suara pada pemilihan mendatang.
Bahkan, tidak hanya di Sumut, kekhawatiran juga dinilainya akan terjadi pada jumlah peraihan suara untuk menuju nasional.
"Jangan anggap sepele pemberhentian Ijeck. Kasus Ijeck di Sumut bisa berimplikasi secara nasional. Kalau missi di Sumut berhasil, maka skenario melemahkan GOLKAR secara nasional akan mudah," ujar Riza.
Riza berharap, pelengseran Ijeck menuju Musda Golkar Sumut ini menjadi perhatian dari para politikus senior di DPP.