Setelah mengganti logo dari Mawar menjadi Gajah, kini PSI hadir dengan kekuatan politik yang tegas serta mencerminkan kekuatan, kecerdasan, keteguhan dan solidaritas sekaligus tetap rendah hati.
Hal tersebut diungkapkan Plt. Ketua DPD PSI Kota Binjai, Hasanul Jihadi, SH., S.Sos., M.Kn, saat dikonfirmasi awak media terkait perubahan logo partai besutan Kaesang Pangarep yang dilaksanakan saat kongres PSI 2025 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Minggu (20/7) kemarin.
"Atas nama Plt. Ketua DPD PSI Kota Binjai, tentunya kami sejalan dengan ucapan mas Ketum. Sebab secara filosofi gajah ini mencerminkan kecerdasan, kesolidan, dan hari ini juga menunjukkan sebagai kekuatan," ungkap Hasanul Jihadi, Selasa (22/7).
Perubahan logo tersebut diakui pria yang akrab disapa Jiji ini, tentunya sangat diterima oleh seluruh kader dan simpatisan PSI, khususnya yang ada di Kota Binjai.
"Kita di Kota Binjai sangat mengutamakan dua hal. Selain perubahan logo gajah, pastinya kita sangat menerima, bersyukur dan sangat senang. Artinya, ada transformasi baru, kekuatan baru yang insya Allah akan menjadi suatu kekuatan besar," tegas Jiji.
Pria berkacamata yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Binjai tersebut juga mengaku siap dengan perubahan yang ada.
"Kita juga sudah sangat siap. Perubahan ini akan ditandai dengan kebesaran, yaitu kebesaran partai baru di kota Binjai yang hari ini hanya nol kursi, dan insya Allah di tahun 2029 kita akan menargetkan 1 fraksi di Kota Binjai," ungkapnya dengan penuh semangat.
Pun begitu, Jiji mengakui jika itu bukanlah hal yang mudah. "Ini bukan hal yang muluk muluk. Tentunya sesuai dengan target kita hari ini di Kota Binjai, dan ini harus kita kerjakan bersama sama," ucapnya.
Sebagai Plt. Ketua DPD PSI Kota Binjai, pria kelahiran 1988 ini juga berjanji akan menjadikan Kota Binjai sebagai ternak Gajah.
"Kalau dulu kita jadikan kebun mawar, kali ini Kota Binjai akan kita jadikan sebagai ternak gajah. Kita akan jadikan PSI ini sebagai kekuatan baru di Kota Binjai yang bertransformasi untuk mendapatkan simpati masyarakat yang lebih luas, lebih kuat, lebih solid, yang nantinya seperti dalam logo dan tidak ada bantahan," tuturnya.
Namun secara filosofi menurut Jiji, ada 2 hal yang perlu diketahui oleh kader PSI, sekaligus menjadi tolak ukur dalam perjuangan.
"Pertama, kita adalah partai yang anti korupsi. Kedua, kita adalah partai yang anti intoleransi," ujar Hasanul Jihadi dengan nada tegas.
Dua hal tersebut menurutnya yang menjadi modal kekuatan PSI Kota Binjai untuk terus berjuang. Bukan hanya sebagai anggota partai atau sebagai politisi, namun harus menjadi pejuang politik.
"Insya Allah saya selaku Plt. Ketua DPD PSI Kota Binjai, akan menerima amanah yang baik dari DPP dan bakal mewujudkan nilai nilai luhur perjuangan untuk masyarakat dan bakal terus solid untuk berjuang bersama masyarakat," demikian tutup Hasanul Jihadi diakhir ucapannya.
Diketahui, sebelumya Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, resmi mengumumkan perubahan logo partai dari Mawar menjadi gambar Gajah di Kongres PSI 2025 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (20/7)..
Ia menjelaskan, Gajah dipilih sebagai simbol baru karena mencerminkan kekuatan, kecerdasan, keteguhan dan solidaritas.
Kaesang juga menegaskan, PSI ingin menjadi kekuatan politik yang tegas, rendah hati, dan berdampak.
Oleh karena itu, Kaesang pun berharap sifat sifat baik dari Gajah harus tertanam kuat dalam diri setiap kader PSI.