Minggu, 03 Mei 2026

PKL Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Fisip USU Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Melalui Pendekatan Sosial di Panti Asuhan Ora Et Labora Nusantara Medan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Khoirul Bariyyah Nasution Jumat, 13 Jun 2025 14:53
Foto bersama adik adik panti asuhan Ora Et Labora
 Istimewa

Foto bersama adik adik panti asuhan Ora Et Labora

PKL (Praktek Kerja Lapangan) adalah kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan cara turun langsung ke dunia lapangan untuk mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata, memahami proses kerja di lapangan, serta meningkatkan kompetensi dan kesiapan mereka saat nanti masuk ke dunia kerja. PKL biasanya merupakan bagian dari kurikulum pendidikan sebagai bentuk pengenalan dan pelatihan praktis bagi mahasiswa.
produk kecantikan untuk pria wanita

Saya, Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kessos) FISIP Universitas Sumatera Utara, Khoirul Bariyyah Nasution dengan NIM 220902023, dengan dosen pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos dan supervisor sekolah Bapak Gusti Pirandy S.Sos., M.Kesos, telah selesai melaksanakan Praktek Kerja Lapangan sebagai pemenuhan laporan PKL 1, di mana PKL 1 merupakan mata kuliah prasyarat pada Program Studi Kesejahteraan Sosial, FISIP USU.

PKL telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, sejak tanggal 3 Maret dan berakhir pada 6 Juni 2025. Praktikan memilih panti asuhan Ora Et Labora sebagai tempat praktikum yang beralamat di Jl. Danau Toba No.4, Sei Agul, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20117. Panti asuhan ini menampung sekitar 40 anak dan 4 orang pengurus.

iklan peninggi badan
Di hari pertama melaksanakan praktikum ke panti, yaitu awal bulan Maret 2025, saya melakukan pertemuan pertama dengan mengadakan observasi dan selanjutnya perkenalan diri antara saya dengan anak-anak di panti. Setelah melakukan perkenalan diri dengan anak panti, pertemuan berikutnya saya memberikan ice breaking, mini games, kuis, mewarnai, merakit gelang, dan membuat minuman bersama dengan anak-anak di panti. Saya juga memberikan materi singkat tentang disiplin. Anak-anak di panti asuhan biasanya memiliki kegiatan sehari-hari yang terstruktur, seperti belajar, bermain, dan melakukan tugas rumah. Anak-anak panti asuhan Ora Et Labora juga dalam proses bersekolah, jadi aktivitas keseharian mereka adalah pergi ke sekolah dan setelahnya melakukan tugas rumah lainnya.
Khoirul Bariyyah Nasution bersama adik-adik panti

Kemudian pada bulan April, praktikan meminta izin kepada pihak panti agar dapat melaksanakan pendekatan kepada salah satu klien yang berinisial EL untuk melakukan asesmen guna mengetahui masalah yang dimiliki oleh klien. EL berusia 10 tahun dan memiliki permasalahan berupa sikap murung, suka menyendiri, dan kurang percaya diri. Dalam melakukan proses pendekatan terhadap klien, praktikan mulai berkomunikasi dengan EL secara perlahan.

Dalam proses asesmen, praktikan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan EL, sehingga dengan adanya hubungan tersebut, EL dapat mempercayakan sepenuhnya kepada praktikan untuk bersama-sama mencari solusi dari permasalahannya. Di sini, praktikan berperan sebagai motivator bagi EL, yaitu sebagai penyemangat agar ia dapat keluar dari rasa tidak percaya diri.

Metode yang diterapkan oleh penulis adalah metode casework yang melibatkan pendekatan individual untuk membantu klien mengatasi masalah pribadi dan sosial mereka.

1. Tahap Asesmen
Pada tahap ini dilakukan identifikasi terhadap masalah, potensi, dan kebutuhan klien yang akan digunakan untuk menyusun strategi penyelesaian masalah. Praktikan melakukan wawancara bersama klien dan menggali informasi lebih dalam dengan mendengarkan permasalahan yang dihadapi. Hasil wawancara menunjukkan adanya rasa kurang percaya diri pada klien.

2. Tahap Perencanaan (Planning)
Tahap ini merancang rencana penanganan masalah klien. Praktikan membantu klien merancang langkah-langkah untuk meningkatkan rasa percaya diri secara bertahap. Praktikan juga menetapkan target kecil yang bisa dicapai oleh klien sebagai langkah awal, serta menentukan teknik dan strategi yang sesuai, seperti latihan keterampilan dan berpikir positif. Di sini, praktikan juga memberikan motivasi dan edukasi kepada klien.

3. Tahap Intervensi
Pada tahap ini, praktikan melaksanakan kegiatan sesuai rencana, seperti latihan keterampilan berbicara di depan umum dan latihan berpikir positif. Praktikan juga terus memberikan motivasi dan edukasi untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri klien.

4. Tahap Evaluasi
Praktikan melakukan pemantauan terhadap perkembangan klien. Dari observasi, ditemukan adanya perubahan positif; klien yang sebelumnya tertutup, suka menyendiri, murung, dan kurang percaya diri menjadi lebih ceria dan mulai bergaul dengan teman-temannya.

5. Tahap Terminasi
Tahap ini menandai akhir dari proses pendampingan karena klien telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Klien menjadi lebih percaya diri dan aktif dalam berkomunikasi dengan teman-temannya.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️