Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Republik Indonesia berharap ajang Pilkada serentak, khususnya Pilgub Sumatera Utara 2018 mendatang tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat dan kondusifitas terjaga dan justru pelaksanaan Pilkada ini harus menjadi momen persatuan dan penguatan nilai ukhwah.
Kekhawatiran selama ini muncul di benak masyarakat jika Pilkada serentak di wilayah nusantara dan khususnya Pilgubsu 2018 bakal diwarnai ketegangan. Bahkan tidak sedikit pihak yang menganggap kegaduhan sarat isu agama di Pilgub DKI Jakarta lalu akan terbawa ke Sumatera Utara.
Ketua Umum HIMMAH Aminullah Siagian yang juga merupakan putra daerah Sumatera Utara mengajak semua pihak bisa menahan diri jelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Hindari perilaku provokatif.
"Kita semua ini adalah saudara, Jadi kita jangan sampai saling menjelek-jelekkan, tetap kita jaga kondusifitas," kata Aminullah, saat ditemui di sela silaturahmi dan diskusi bersama kader Himmah Kota Tebing Tinggi yang juga dihadiri pengurus PD Al Washliyah, Kota Tebing Tinggi serta beberapa tokoh pemuda pada Sabtu malam (23/06/2018).
Menurut dia, even Pilkada harus didasari rasa persaudaraan dan persatuan. Semua orang berhak menentukan pilihan sesuai dengan calon idamannya. Tapi, dia menambahkan, jangan sampai satu sama lain saling mencela yang bisa berdampak negatif terhadap pelaksanaan Pilkada. Hingga kondusifitas terganggu.
"Pilihlah yang terbaik menurut pilihannya. Tapi HIMMAH mengajak, pilihan harus berangkat dari rasa persatuan. Jangan sampai memicu perpecahan karena beda pilihan, beda adat dimunculkan seperti itu, itu akan mencelakakan, kondusifitas harus dijaga selama pilkada agar orang luar yakin dan mantap untuk berinvestasi di negeri ini khususnya Sumatera Utara dan roda perekonomian tumbuh," tutur Aminullah menambahkan.