Saat ini, banyak politikus yang menyebut biaya calon legislatif di daerah Kabupaten/Kota sangatlah besar. Bukan rahasia umum lagi, hal ini sering blak-blakan diungkapkan seorang politikus pada pembicaraan dan perbincangan di tengah masyarakat. Ini adalah biaya operasional, makan-minum, dan biaya ongkos pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditanggung seorang Calon Legislatif (Caleg).
Dari keterangan politikus kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang duduk dan yang belum duduk di kursi legislatif yang terhimpun awak media, minimal berkisar 500 jutaan rupiah, itupun belum ada jaminan duduk. Harus memiliki strategi dan penempatan biaya yang dikeluarkan sesuai target suara yang telah diasumsikan.
"Biaya ratusan juta bukan suatu masalah berat, jika tujuan yang diharapkan bisa diraih."
Ungkapan ini terlontar dari seorang yang pernah mengalami kegagalan dalam kompetisi pemilihan calon legislatif. Dengan biaya ratusan juta bukanlah hal yang berat, jika tujuan duduk di kursi legislatif dapat diraihnya.
Berbeda dengan sosok politikus yang satu ini, dari daerah pemilihan (Dapil) 4 Taput, ia memberanikan diri berkompetisi dengan uang minim pada pileg 2019 kemarin. Namanya Rudi Nababan. Desas-desusnya, ia hanya mengeluarkan biaya 60 juta rupiah. Ini pun merupakan dukungan dari beberapa sahabat dan keluarga yang mau membantu dirinya.
Jumlah 60 juta digunakannya hanya biaya operasional Rudi untuk mengkampanyekan dirinya kepada masyarakat di Dapil 4. Malahan, dalam pertemuan-pertemuan kepada masyarakat sering menjadi tuan rumah dan bersama masyarakat menanggung biaya makan-minum pada pertemuan tersebut.
Dari pantauan UTAMA NEWS, Rudi merupakan sosok Dewan daerah Kabupaten Tapanuli Utara periode 2019-2024 yang sederhana. Mau berbaur kepada masyarakat konstituennya dan berbincang dengan mereka untuk menggali dan menggagasi pembangunan di desa mereka masing-masing.
Juga tidak kalah menariknya, Rudi tidak lalai untuk masyarakat di Dapilnya yang mengharapkan bantuannya secara langsung. Di mana masyarakat di Dapilnya jauh jaraknya dari fasilitas medis seperti RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Dengan waktu kurang lebih 2 jam berkendaraan roda empat, itupun kalau ada sewaktu-waktu. Dewan ini mau menjemput dan mengantar ke RSUD masyarakatnya yang kurang mampu meminta bantuannya. Dalam keadaan sakit dan yang mau 'partus' perlu pertolongan medis untuk cepat ke RSUD Tarutung (keterangan masyarakat).
Rosdiana Sianturi, Bidan polindes Desa Lontung Jae 1, bersaksi bahwa sosok anggota DPRD Rudi Nababan banyak membantu masyarakat sehubungan dengan kesehatan.
"Saya melihat langsung dan merasakan bantuan Bapak itu kepada masyarakat pada bidang kesehatan. Dan, beliau secara langsung menanggapi masalah terkait pelayanan BPJS di masyarakat. Tak terhitung saya, sudah berapa banyak Bapak Rudi Nababan membantu masyarakat. Saya selalu menelpon kepada beliau, apabila ada keluhan masyarakat untuk dirujuk ke RSUD Tarutung, dan beliau saya nilai tulus membantu. Juga, saya merasa senang dan bangga, Bapak itu mampu membantu saya dalam melayani masyarakat," kesaksian tenaga medis kepada UTAMA NEWS.
Seorang pasien yang sedang rawat inap, pastinya memiliki penjaga dari keluarga atau kerabat pasien. Biaya makan-minum penjaga si pasien tersebut merupakan pertimbangan Rudi. Yang mana biaya rumah sakit yang bisa ditanggung pelayanan BPJS, dia juga menanggapi biaya-biaya diluar penanganan medis yang pastinya tidak sedikit.
Kalem Tambunan, Desa Gonting, bersaksi sebagai masyarakat kecamatan Garoga, yang langsung merasakan dan mendengar perbuatan-perbuatan Rudi Nababan.
"Molo boi sada periode na i ma Amang Rudi Nababan, asa boi singkop akka sipingkiran na di huta on. Alana, nasida dirasaon hami do Songon anak par Garoga on. Dibantu Amang i do akka na marsahit, pembangunan gereja dohot ulaon paradaton songon na marpesta ro do nasida. (Kalau bisa satu periode lagi Bapak Rudi Nababan, agar bisa diselesaikan segala kendala di kampung kami ini. Karena, beliau kami rasakan seperti anak dari Garoga ini. Dibantu Bapak itu orang yang sakit, pembangunan gereja dan acara adat seperti pesta datangnya beliau)," ungkap Kalem Tambunan kepada UTAMA NEWS melalui telepon.
Dari pantauan dan wawancara UTAMA NEWS salah satu pemilik kantin di RSUD Tarutung, di mana pastinya kantin rumah sakit merupakan penyedia makanan dan minuman keluarga pasien. Johanes Nababan yang dikenal 'Om Jo', mengatakan kepada UTAMA NEWS, bahwa pasien yang diantar Pak Rudi, pihak keluarga yang menjaga pasien makan dan minum di kantinnya.
"Saya sering melayani makan dan minum keluarga pasien yang diantarkan Pak Rudi ke RSUD Tarutung ini, dan seseorang ajudannya akan datang tiap minggunya untuk melunasi biaya makan-minum keluarga pasien tersebut," ungkap Om Jo.
Sama halnya, Josua Sormin Desa Aek Tangga Dusun Parsuluman Kecamatan Pangaribuan juga merasakan hal yang sama perbuatan yang dilakukan Rudi Nababan kepada masyarakat.
"Sosok yang dekat dengan masyarakat, memberikan perhatiannya dengan menanggapi dengan baik keluh-kesah kami. Beliau peduli dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan membantu masyarakat dalam membantu pertobatan dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya," ucap masyarakat Garoga kepada UTAMA NEWS melalui telepon.
Ketulusan hati sosok politikus yang mau membantu masyarakat di dalam kesusahan pasti akan mendapatkan berkah atas doa-doa mereka yang telah dibantu. Hal ini terbukti ketika Rudi dilantik sebagai Ketua DPRD Taput pada 7 November 2022 lalu, disebabkan adanya pergantian antar waktu seseorang Dewan dari fraksi PDIP meninggal dunia dengan jabatan Ketua DPRD Taput sebelumnya.
Sosok seorang Ketua DPRD Taput tidak mempengaruhi karakter Rudi yang sederhana dan ramah. Hal ini terlihat dari cara beliau yang menyapa dengan khas senyuman dengan melontarkan kata "Apa kabar?"
Terkesan perlu keterangan langsung dari sosok politikus tersebut, "Rudi". UTAMA NEWS langsung meminta wawancara langsung. Melalui ajudannya, UTAMA NEWS dijadwalkan pertemuan.
Di rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Taput, pada Senin, 26 Juni 2023, UTAMA NEWS bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Taput tersebut, bersama dengan masyarakat Garoga yang membutuhkan bantuan beliau. Kesempatan ini, masyarakat yang datang tersebut, Candra Hasibuan, langsung diwawancara oleh UTAMA NEWS. Merupakan masyarakat Garoga, keponakannya Miranda Siregar (13) Desa Najumambe 'kelebihan imun', sehingga perlu perawatan rumah sakit.
"Kami merasakan senang, dengan kehadiran Bapak Rudi Nababan bisa membantu kami. Keponakan saya yang sedang dirawat RSUD Tarutung. Pada pembayaran atau biaya di rumah sakit, beliau mampu menutupi kekurangan administrasi di rumah sakit karena ketidakmampuan keluarga kami," terang Candra Hasibuan kepada UTAMA NEWS di rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Taput.
Juga secara langsung UTAMA NEWS mewawancarai Ketua DPRD Kabupaten Taput dari fraksi Partai PDIP di rumah dinas untuk mengkonfrontir desas-desus dari masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara, sehubungan dengan minimnya anggaran sewaktu caleg, Arifin Rudi Nababan, SH membenarkan desas-desus tersebut. Juga apresiasi kepada daerah pemilihannya, yang memberikan kepercayaan yang penuh dan tulus.
"Terkait adanya desas-desus nominal biaya pencalegan saya, memang sangat minim sekitar kurang-lebih 60 juta. Saya pada pileg (pemilihan legislatif) tahun 2019 yang lalu banyak dibantu masyarakat, di mana setiap pertemuan dan pemasangan baliho profil saya mereka yang menanggung. Saya hanya menghadiri pertemuan dan memberikan master fotonya. Dan, setelah pertemuan, saya akan tinggal semalam di rumah masyarakat. Mereka (masyarakat) hanya berpesan 'ingat kami jika sudah duduk'. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab moral saya sebagai anggota legislatif dari Dapil 4 Kabupaten Tapanuli Utara. Dan saya mengapresiasikan rasa kepercayaan penuh dan tulus ini dengan melayani masyarakat di dapil saya," terangnya kepada UTAMA NEWS.
Terkait berbagi pengalaman kepada masyarakat yang ingin ikut kompetisi pemilihan calon legislatif tahun depan, Rudi Nababan merasa lebih etis kepada pihak internal partainya. Yang mana beliau selain Ketua DPRD Taput juga sebagai pengurus DPC PDIP Taput Ketua Bidang Partai dan Keanggotaan. Dan, harapannya kedepan Kabupaten Tapanuli Utara ini lebih maju lagi, yang memiliki pemahaman yang sama terhadap pemerintah.
"Ada baiknya berbagi terkait urusan berpolitik praktis itu, kepada internal partai kita dong (dengan tersenyum). Karena saya merasa kurang etis jika hal ini saya jawab. Semoga, kedepannya Kabupaten Tapanuli Utara ini lebih maju lagi, memiliki pemahaman yang sama dengan pemerintah. Karena kemajuan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, juga perlu ada gayung bersambut dari masyarakat," ungkapnya.