Sabtu, 19 Sep 2020 07:31
  • Home
  • Opini
  • Merdeka Belajar! Visioner Atau Imaginer?

DPP GMNI Menyoroti Program Nadiem Makarim

Merdeka Belajar! Visioner Atau Imaginer?

Medan (utamanews.com)
Oleh: Syam Firdaus Jafba
Kamis, 30 Jul 2020 09:40
Dok Pribadi
Bung Syam
Pendidikan di Indonesia tiap waktu selalu mengalami perubahan. Mulai dari perubahan sistem pembelajaran, kurikulum, struktur organisasi hingga teknis pelaksanaan Pendidikan.

Perubahan tersebut seyogianya mampu membuat pendidikan di Indonesia maju dengan pesat sesuai dengan program-program inovatif yang dilahirkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, namun berbeda dengan gagasan dari inovasi tersebut, seperti halnya seruan "Merdeka Belajar" yang dalam tindakan nyatanya jauh dari kata Merdeka..!

Lewat gerakan "Merdeka Belajar" ala Menteri Nadiem Makarim berupaya mengurai masalah-masalah yang kerap ditemukan di dunia pendidikan. Program-program inovatif tersebut seperti halnya mengganti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dengan Asesmen, mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, serta mempersingkat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) nyatanya masih sebatas wacana.

Padahal di awal kepemimpinan Publik mulai mengapresiasi ide dan gagasan tersebut dapat membuat Dunia Pendidikan di Indonesia mengarah kepada suatu pengembangan Sumber daya manusia yang berkarakter, unggul dan siap ditempatkan di lintas sektor manapun.


Seruan "Merdeka Belajar" yang dipopulerkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sangat jauh dari arti "Kemerdekaan" yang sesungguhnya. Sejatinya kemerdekaan adalah melepas diri dari penjajahan, penindasan dan belenggu yang menyiksa. Namun Merdeka Belajar ini tidak mempunyai konsep atau gagasan yang terukur dapat dijalankan di Indonesia sehingga Merdeka Belajar terkesan berada di awang-awang tanpa ada satupun gerak material selama 7 bulan lamanya Kemendikbud dipimpin oleh Nadiem Makarim.

Dalam masa pandemi ini Merdeka Belajar itu pun semakin jauh, bahkan mengarah kepada Kediktatoran Digital yang memaksa Peserta Didik untuk menggantungkan dirinya kepada Digitalisasi dengan tidak didukung oleh fasilitas yang ada. Program Nadiem Makarim yang ingin memajukan dunia Pendidikan terkesan mengecat langit namun lupa menapak bumi.

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Sekolah daring, Kuliah daring dan sebagainya yang menggunakan media digital dapat membuat Masyarakat Indonesia terjerumus kepada Kediktatoran Digital. Sementara Menurut data Kominfo terdapat 12.548 Desa belum dapat Jaringan Internet, maka tentu saja Sekolah Daring/Kuliah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak Efektif karena tidak didukung dengan fasiltas yang mumpuni.

Merdeka Belajar jauh dari semangatnya, malah yang terjadi Kapitalisme di dunia pendidikan semenjadi-jadinya, dimana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hanya akan menguntungkan pihak-pihak provider. 

Seyogianya Pemerintah Pusat Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat memikirkan solusi konkrit bagaimana pendidikan di Indonesia dapat berjalan dengan baik agar Sumber daya Manusia unggul dapat benar-benar dapat terwujud. Kemendikbud dapat bekerja sama dengan kementerian terkait lainnya dalam menyelesaikan persoalan Pendidikan di Indonesia terkhususnya kesediaan jaringan internet gratis bagi peserta didik ditengah Pandemi Covid 19 saat ini.

)* Penulis adalah Ketua DPP GMNI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
Editor: Sam

T#g: merdeka belajar sekolah onlineGMNI
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 09 Sep 2020 23:09

    DPC GMNI Bogor Berkolaborasi dengan DPP Adakan Studi Kader Bangsa Nasional

    Perkembangan era membuat pemuda harus bisa menjaga nilai-nilai luhur para pendiri bangsa. Tantangan terberatnya adalah upaya menyesuaikan nilai tersebut dengan kebutuhan pada zamanya. Jika hal ini gag

  • Sabtu, 05 Sep 2020 14:05

    GMNI Deli Serdang: Konflik Agraria di Sumut harus dituntaskan!

    Konflik Agraria di Sumatera Utara adalah salah satu yang terbesar di Indonesia, KPA mencatat sepanjang tahun 2017, ada 59 konflik Agraria yang pecah. Selain itu Sumatera Utara juga memiliki akar konfl

  • Rabu, 12 Agu 2020 22:42

    DPP GMNI Nilai Kurikulum Darurat Tidak Komprehensif dan Parsial

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang di Pimpin Menteri Nadiem Makarim Baru-baru ini menerbitkan satu kebijakan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia N

  • Jumat, 10 Jul 2020 12:30

    Pemkab Labura Telah Mengusulkan Perbaikan Layanan Internet Ke Pemerintah Pusat

    Drs. Sugeng Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menyatakan, ada  beberapa desa di Kabupaten Labura yang blank spot. "Beberapa desa yang blank spot dalam art

  • Jumat, 10 Jul 2020 11:30

    Kepada Mendagri, FKPPPN Minta Komitmen Kepala Daerah Diperkuat Sukseskan Pilkada 2020

    Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) 2020 jatuh pada 9 Desember 2020 melalui Perpu No.02 tahun 2020 tentang Pilkada, dan secara serentak akan diikuti oleh 270 daerah, meliputi 9 Provinsi,

  • Jumat, 10 Jul 2020 11:10

    Aktivis GMNI ULB Harapkan Perbaikan Layanan Internet di 147 Dusun dan 60 Blank Spot Digital di Labuhanbatu Utara

    Pekan kedua di bulan Juli Layanan Internet masih dikeluhkan masyarakat Labuhanbatu Utara, pasalnya banyak pelajar merasa kesulitan mengaplikasikan proses pembelajaran daring di tengah anjuran Menteri

  • Minggu, 14 Jun 2020 13:54

    DPC GMNI Batam menanggapi solusi menghadapi Covid-19 di penghujung New normal

    Diskusi GMNI Batam yang dipandu langsung oleh Ketua cabang GMNI Batam Bung Husnul Mahubessy terkait solusi menghadapi covid-19 ditengah Era New normal yang diikuti oleh perwakilan DPD GMNI Kepulauan K

  • Kamis, 16 Jan 2020 09:16

    Kaum Muda Nasionalis dan PA GMNI Dukung Dr. H.M. Soerya Respationo Menuju Kepri-1

    Dukungan demi dukungan mengalir terus kepada salah seorang tokoh kaum nasionalis Kepulauan Riau, Bapak Dr.H.M.Soerya Respationo, S.H,M.H untuk menjadi Calon Gubernur Kepulauan Riau.Kemarin, Rabu (15/1

  • Senin, 13 Jan 2020 19:33

    DPD GMNI Kepulauan Riau Gelar Pekan Penerimaan Anggota Baru

    Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepulauan Riau menggelar agenda pengkaderan yakni Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB), yang bertempat di Bukit Senang Kabupaten

  • Selasa, 19 Nov 2019 10:19

    Bung Husnul Husin Mahubessy Terpilih Memimpin DPC GMNI Kota Batam

    Konferensi Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-V yang digelar di gedung DPD KNPI Kota Batam (17/11/2019), berjalan dengan lancar.Dihadiri oleh Sekretaris Jendral DPP GMNI Clance Tedd

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak