Kamis, 23 Apr 2026

Merantau Berawal Dari SD-SMP Satu Atap Hitadipa Kabupaten Intan Jaya

Medan (utamanews.com)
Oleh: Yance Emani Sabtu, 16 Apr 2022 07:26
Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya
 Istimewa

Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya

Cinta adalah kata yang paling dalam terungkap oleh "HATI" untuk sesuatu yang kita komitmen dan menyatu hati kita sepanjang hidup. Cinta terwujud oleh kerja keras dan pengorbanan demi masa depan tidak berpatokan dan tidak lagi menjadi tolak ukur tandangan alam, seperti banjir, longsor, hujan cuaca dan lain-lain. Komitmen yang tinggi berjiwa telah korban demi masa depan ,optimisme yang miliki tetap melihat pintu gerbang kesuksesan dan menjadi berguna bagi bangsa dan negara.

Semasa Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja Injili dan Sekolah Menengah Pertama (SD-SMP YPPGI) Hitadipa saya melewati 12 Tahun lamanya menyatu hati dan cinta sama Hitadipa.

 Saya lahir dan besarkan dari sebuah kampung kecil, alias "Saonepa" berdekatan dengan Air Garam dan lereng gunung gergaji jauh dari sekolah sekitar kurang lebih 3-4 jam dari sekolah berjalan kaki. Iklim kampung halaman saya sangat ekstrim dan cura hujan yang tinggi bahkan daerah yang berbasisis tropis sering setiap jam 5-7 pagi menutupi kabut awan dan hujan trik terpedam menjadi kebiasaan di kampung halaman tersebut bukan menjadi beralasan aktivitasi oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan bagi anak sekolah kampung ke Sekolah setiap saat.

Di masa SD kelas III sempat putusan sekolah karena jatuh saat main bola kasti dengan teman-teman dan akhirnya luka di lutut dan derita 1 tahun 7 bulan di kampung halaman hanya mengunakan obat-obatan tradisional dan konsumsinya untuk pemulihan luka di lutut karena jauh dari rumah sakit yang bisa rawatkan saya 
Saat saya derita karena luka tersebut setiap siang dan malam terus berbaling di tempat tidur "Honai", saat berbaling karena badan saya lelah dan lemas, namun saya ingat teman-teman di sekolah sering jatuh-jatuh air mata sendiri; mama tanya kenapa menangis? saya bilang tidk....tidak...tidak maa, Air mata jatuh karena tanda bahwa saya cinta sama sekolah saya dan teman-teman kelas bahkan guru-guru saya waktu itu di kampung halaman.

Usia semakin bertambah luka semakin sempuh saya kembali berkomitmen untuk masuk sekolah lagi walaupun teman-teman saya sudah duduk di kelas V, (lima) tapi, saya masih kelas IV (empat) dengan keyakinan dan optimis yang tinggi sama seperti teman-teman saya yang hampir mau dekat ujian. 

Tahun 2012 usai SD dan lanjutkan SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA karena Ijazah saya dan teman-teman terpaksa di tahan oleh kepala sekolah dengan maksud SMP dilanjutkan di Hitadipa, walaupun rencana saya SMP di Wamena dalam hati pada hal tidak ada sama sekali keluarga saya di sana Wamena, tapi "Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil" Lukas 1:26-38. Saya bisa lanjutkan sekolah SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA KAB.INTAN JAYA PAPUA.

Faktor keterbatasan fasilitas sekolah dan para tenaga mengajar bukan menjadi mengurangi niat belajar di sekolah saat SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA.Habis sepulang sekolah saya menjadi pembantu dan menjadi anak angkat pertama oleh Alm.A.T dan Y.M di Hitadipa kurang lebih 9 tahun mereka adalah orang tua semasa sekolah sampai saat ini dan berjasa bagi saya sepanjang hidupku.
produk kecantikan untuk pria wanita

 Walaupun Almarhuma A.T di panggil oleh sang pencipta saat saya berada di Sumatera Utara Medan menempuh pendidikan lebih tinggi. 

*"Pendidikan adalah jendela kita untuk bisa melihat DUNIA dengan lebih luas. Pendidikan membantu kita untuk mengubah masa depan kita menjadi jauh lebih baik. Ilmu yang kita dapatkan melalui pendidikan akan sangat berguna di masa yang akan datang. Dengan ilmu, kita bisa memajukan bangsa Papua"*

*" Pendidikan adalah Senjata Paling Ampuh"*
(Nelson.Mandela)
iklan peninggi badan

Melihat situasi kebelakangan ini hati saya tergores-gores melihat kondisi SD-SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA menjadi Kodam persiapan oleh Militer Indonesia TNI-POLRI melawan Organisasi Papua Merdeka dan Tentera Pembebasan Nasional Papua Barat (OPM-TPNPB) kurang lebih 7-9 bulan dan pada tanggal, 31/03/2022 gedung sekolah dan fasilitas merusak oleh TNI-POLRI dan di bakar abis oleh orang tak kenal (OTK). 

Sekolah tersebut sebuh benda yang dibakar abis oleh OTK, tapi saya sangat terpukul atas kebakaran gedung sekolah tersebut sebab tempat ini mengajarkan saya belajar merantau dan bertahan hidup mandiri tanpa mama dan bapa di kampung halaman di balik gunung jauh dari sekolah dan modal yang saya miliki itu saya jalani saat ini di luar pulau Papua lebih jauh lagi dari saat merantau SD-SMP dan saya harus ketemu orang tua 3-4 tahun baru bisa ketemu sebab bedah alam dan pulau hal ini sulit tersulit semuanya itu dalam benak pribadi.

Kerajinan, komitmen, dan kerja keras bahkan rasa cinta yang menonjol dengan SD-SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA pernah menduduki ketua kelas dari SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA dari kelas I-III dan akhirnya saya di langsung angkat oleh wali kelas saya Pak Jeri Kotouki waktu kelas III atas perintah kepala sekolah Bapak Soleman Bilambani rekomentasi tanpa tes mewakili SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA atas memenuhi petunjuk oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Intan Jaya Bapa Alm. Tadius Belau, S.Pd dan akhirnya saya melanjutkan salah satu sekolah menengah atas (SMA) Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah pada tahun 2014 ikut program beasiswa Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) sekarang Afirmai Pendidikan Menengah Atas (ADEM) dan usai 2017 mendapatkan kesempatan lagi di sebuah perguruan tinggi negeri di Medan dan selesai 2020 dan saat ini mengambil sisah mata kuliah dari perguruan tinggi sebelumnya di salah satu perguruan tinggi pulau Jawa. 

Satu semester sabar karena berita duka datang dari kampung halaman bawasanya bapa kandung saya di panggil oleh Tuhan pada tanggal, 21 Agustus 2021 di Bilogai Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua. 
 
Melihat dinamika yang saya harus lewati adalah sebuah perjalanan hidup yang saya harus patut bersyukur kepada Tuhan dan saya yakini bahwa saudara/i yang pembaca tulisan saya ini pasti hal yang sama alami dan saya percaya bahwa Anda pasti jadi pemimpin, profesional, berintegritas, loyar, berwibawa, terpecaya, jujur, adil, transparan, akuntabel, di negeri sendiri sebab, Saudara/i adalah pertama: 1 Dipilih dan di utus oleh Allah sebelum di rahim ibu untuk sekolah dan harus keluar dari negeri sendri atau kampung halaman Anda dan akan jadi pemimpin, 2 Dukungan DOA oleh orang tua pasti jalan terbaik masa depan penuh cerah dan sejahtera, 3 Saudara/i adalah utusan oleh alam Papua untuk menjadi pemimpin.

Emas, Perak, Uranium, kayu nggaharuh tersempunyi dibalik tanah dan hutang yang sederhana orang tidak meyakini dan ketika mendapatkannya dan hasil yang rupiahkan adalah triliunan, demikianlah jadi " pemimpin itu berasal dari keluarga latarbelakangnya adalah sederhana".Intinya semangat dan kerja keras bahkan setia dengan tugas dan tanggung jawab kita.

Pada umumnya anak-anak Papua itu kuat, pintar, bertanggung jawab, tepat waktu, takut akan Tuhan, jujur, sehat, berjiwa besar, mencinta alam dan manusia, tidak bohong, ganteng/cantik, suaranya karas tapi hatinya lembut, terbuka, kasihnya tinggi, kerja keras, bisa bertahan hidup tanah merantau tanpa orang tua Bapa dan Mama 1-5 tahun bahkan lebih, empati sesama dan akhirnya bisa memimpin bangsanya sendiri di suatu waktu Tuhan kehendaki.

*" Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri"* 
 ( Izaak S.Kijne )

Medan Perjuangan Sabtu, tanggal, 16 April 2022

Penulis adalah 
Mahasiswa

¥£

Alumini SD-SMP YPPGI SATU ATAP HITADIPA Kab.Intan Jaya - Papua

#¥£
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️