Ternyata penghina Presiden Jokowi melalui Facebook itu remaja putus sekolah
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Senin, 21 Agu 2017 20:53
Dok
Tersangka (baju tahanan) saat dipaparkan oleh Kapolda Sumut dan jajaran, Senin (21/8).
Muhammad Farhan Balatif, 18 tahun, pelaku penghinaan terhadap Presiden RI melalui facebook dengan akun Ringgo Abdillah dan Raketen Warnung, ternyata remaja putus sekolah.
Hal ini ditegaskan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho SIK di sela-sela pemaparan kasus yang menyita perhatian nasional tersebut di Mapolda Sumut, siang tadi, Senin (21/8/2017).
"Pelaku sudah putus sekolah, kelas 2 dia keluar dari salah satu SMK di kota Medan," ujar Kapolrestabes tanpa merinci dimana tersangka sebelumnya bersekolah.
Dinyatakan juga bahwa orangtua dari pelaku tidak mempunyai pekerjaan tetap alias pengangguran.
Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menyatakan bahwa tujuan tersangka menghina Presiden dan Kapolri adalah agar orang lain terprovokasi membenci Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian atau institusi Kepolisian RI dan selanjutnya mendapatkan dukungan atau pengikut dari pengguna facebook atau twitter.
"Tersangka dengan tanpa hak membobol keamanan jaringan WiFi tetangganya, kemudian menggunakan jaringan tersebut tanpa melakukan pembayaran untuk mendapatkan akun facebook, twitter dan email. Selanjutnya tersangka mengedit gambar Presiden dan Kapolri dan menambahkan gambar bagian tubuh hewan, sehingga bermuatan penghinaan," jelas Kapolda Sumut.
Bukan itu saja, tambahnya, tersangka kemudian menyebarkan hasil editan tersebut ke media sosial.
Berikut kata-kata tidak pantas yang diposting pelaku Muhammad Farhan Balatif:
GUE BELUM MASUK PENJARA. GUE MASIH AMAN DAN SENTOSA DAN KENAPA PENDUKUNG JOKOBABIHOK GAK JAUH DARI KATA 'LGBT', PECANDU, DOYAN SEKS DAN PENGEDA." GUE JANJI GUE AKAN MENJATUHKAN NAMA JOKO BERUK DI PILPRES 2019, "JOKOWI ADALAH ANAK PKI 100%, GUE BINGGUNG KATA APA YANG PANTAS DIALAMATKAN UNTUK SIJOKOBABI."
Selain itu, Muhammad Farhan Balatif, juga memposting "HASIL DIDIKAN TITO ANJING KARNAVIAN", "POLISI BANCI, KENAPA GUE BELUM DITANGKAP? INI BUKTI BAHWA POLISI CUMA SEEKOR ANJING GILA HAHAHA, GUE BEBAS MENGHINA JOKOWI DAN TITO KARNAVIAN KARENA UU IT CUMA OMONG KOSONG BAGI GUE."
Dalam waktu dekat ini, remaja putus sekolah ini akan mendekam di dalam penjara. Namun polisi belum akan menutup kasusnya, karena curiga mengapa remaja putus sekolah dan orangtua yang pengangguran ini bisa punya 2 laptop dan 2 HP Android serta kemampuan untuk membobol password WiFi tetangganya. Adanya tersangka baru dalam kasus ini masih cukup besar.