Kamis, 21 Mei 2026

Polri: Syawaluddin Pakpahan CS juga targetkan Markas Kodam dan Komplek Asia Megamas Medan

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Jumat, 30 Jun 2017 19:50
Pernyataan ISIS atas keberhasilan pejuangnya melakukan teror bom bunuh diri di Kampung Melayu.
Capture

Pernyataan ISIS atas keberhasilan pejuangnya melakukan teror bom bunuh diri di Kampung Melayu.

Terungkap bahwa Syawaluddin Pakpahan dan komplotannya juga berencana menargetkan Markas Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai sasaran teror. Demikian dinyatakan Mabes Polri.

"Tersangka FPY, HP dan AR ini perannya sebagai tim pensurvei. Tidak hanya Polda Sumut, sejumlah lokasi termasuk Markas TNI rencananya akan dijadikan target bila waktu sudah tepat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/6).

Dalam kasus ini, ada empat tersangka yakni Syawaluddin Pakpahan, Hendry Pratama alias Boboy, Firmansyah Putra Yudi dan Ardial Ramadhani, dimana Ardial tewas ditembak Brimob Polda Sumut.

Mereka diketahui merupakan simpatisan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi pada organisasi teror ISIS. 

Dalam sel JAD ini, Syawaluddin merupakan pemimpinnya.
Menurut Rikwanto, Syawaluddin diketahui pernah ke Suriah pada 2013 dan menetap enam bulan di negara tersebut.

Sekembalinya ke Tanah Air, Syawaluddin merekrut tetangganya sesama pedagang kecil yakni Ardial Ramadhani, Hendry Pratama (HP) alias Boboy, Firmansyah Putra Yudi (FPY).

"Ketiganya direkrut untuk menjadi kaki tangan Syawaluddin," katanya.

Rikwanto mengatakan ketiganya diperintahkan oleh Syawaluddin untuk mensurvei beberapa lokasi yang akan dijadikan target teror diantaranya Polda Sumut, Mako Satbrimob Polda Sumut, Polsek Tanjung Morawa, Markas Yon Zipur, Kodam Bukit Barisan dan Komplek Asia Megamas Medan dengan target WNI keturunan Tionghoa.
produk kecantikan untuk pria wanita

Lebih lanjut Karopenmas mengatakan AR, HP dan FPY sudah mensurvei pos penjagaan Polda Sumut selama satu pekan dan melihat ada celah keamanan di sana.

Pada Minggu (25/6) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, dua orang tidak dikenal menyerang personel Yanma (Pelayanan Masyarakat) Polda Sumut Aiptu Martua Sigalingging yang bertugas di pos jaga pintu keluar Mapolda Sumut.

Akibat penyerangan tersebut, Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah di dada, tangan, dan lehernya.

iklan peninggi badan
Namun kedua pelaku yang belakangan diketahui bernama Syawaluddin Pakpahan dan Ardial Ramadhani berhasil dilumpuhkan personel Satuan Brimob yang berjaga di pintu masuk Mapolda Sumut. Ardial kemudian tewas, dan Syawaluddin ditembak di bagian kakinya.

Peristiwa penyerangan terhadap markas polisi pada Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah ini mengingatkan pada peristiwa teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris Nur Rohman di Mapolres Surakarta, Jawa Tengah, pada "H-1" Lebaran 1437 Hijriah atau 5 Juli 2016.

Editor: Sam
Sumber: Antara

Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later