Sabtu, 23 Jan 2021 11:10

Massa AMPIBI Gelar Aksi di Batu Bara Tolak Omnibus Law, 1 Perwira Polisi Luka

Batubara (utamanews.com)
Oleh: Mukhlis Aci
Senin, 12 Okt 2020 22:52
Mukhlis Aci
Aliansi Mahasiswa Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh (AMPIBI) Batu Bara, Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Lima, Depan Gedung DPRD Batu Bara, Terkait Penolakan Pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (12/10/202
Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh (AMPIBI) yang tergabung dari IMABARA, IPMBB, GERAM, IKAMBARA HIMMA, HIMMI, PMII, PD KAMI, GPMI dan KPPU-KSBSI Se-kabupaten Batu Bara menggelar aksi Tolak Omnibus Law.

Tampak sejumlah mahasiswa dan buruh menggunakan jas almamater kampus dan pakaian bebas membanjiri sepanjang ruas  jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, sambil membawa poster, spanduk, toa dan mobil komando (Eltor) tepatnya berada di luar pagar depan Gedung DPRD Batu Bara.

Dalam orasinya, secara tegas mereka menolak pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja, yang disampaikan secara langsung oleh koordinator asksi AMPIBI, Muhamad Rizki, Senin (12/10/2020), Pukul 09.30 Wib.

Koordinator aksi Muhammad Rizki dan koordinator lapangan Arwan Syahputra, secara bersamaan meminta harus dipertemukan dengan Ketua DPRD Batu Bara, M Safi'i.

"Kami tidak akan berhenti selagi belum bertemu dengan Ketua DPRD," tegas Rizki dalam orasinya.


Sebelumnya, ratusan personil terdiri dari Polres Batu Bara, TNI, dan Satpol PP Kabupaten Batu Bara telah berjaga-jaga di halaman DPRD Batu Bara sejak pukul 08.00 Wib.

Pintu pagar masuk dan keluar DPRD Batu Bara ditutup sedangkan satu unit Water Canon milik Polres Batu Bara lebih awal diterjunkan di halaman gedung dewan guna mengantisipasi kerusuhan massa.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis langsung turun menginspeksi personil pengaman dengan melibatkan jajarannya.

Selanjutnya, Kapolres meminta seluruh personil mengutamakan tindakan persuasif dengan tidak menggunakan kekerasan. "Karena pendemo juga anak-anak kita," imbaunya.

Setelah itu, AKP Iskad yang merupakan Kapolsek Labuhan Ruku, turut mengimbau kepada personil dan pengunjuk rasa harus tetap mematuhi Prokes. "Agar kita terhindar dari Corona," kata Iskad.

Seiring waktu berjalan, Kapolres Batu Bara bersama anak buahnya sempat membagi-bagikan masker kepada para demonstran, dan juga memberikan makanan ringan. Namun tidak berselang lama para demonstran bersikeras meminta agar Ketua DPRD dapat hadir ditengah-tengah mereka.


Meskipun ada perwakilan dari Ketua Komisi III DPRD dari Partai PKS, Amat Muktas, Anggota Dewan lainnya yaitu, Azuarsyah Simanjuntak (Demokrat), yang juga Anggota Dewan lainnya, namun mereka tetap ngotot harus berjumpa dengan Ketua DPRD, Syafi'i dari Partai PDIP itu.

Massa sempat mengancam, apabila dalam tempo yang ditentukan tidak ada juga Dinda Syafi'i dan sempat juga menyebutkan Dinda Zahir (Ucapnya dengan sindiran), maka kami terpaksa menerobos masuk ke gedung rakyat, teriak mereka dengan kompak.

Berhubung massa tak berhasil menemui Syafi'i, mereka pun berupaya menerobos pintu masuk gedung dewan. Namun tetap ditolak aparat kepolisian dan petugas Satpol PP. Berikutnya, aksi massa saling dorong dengan aparat kepolisian, sehingga kericuhan tak dapat dibendung. Akhirnya muncul lemparan batu dari arah kerumunan massa.

Akibat peristiwa lemparan tersebut, Kasat Sabhara Polres Batu Bara AKP D.P. Sinaga terluka di bagian kepalanya sehingga mengeluarkan darah. Spontan suasana menjadi tegang. Lalu para demonstran bertempiaran melarikan diri mengindari kejaran aparat kepolisian.

Berdasarkan pantauan, ada beberapa sejumlah massa ditangkap, berikutnya diamankan lalu digelandang menuju Mapolres Batu Bara.

Menurut informasi di lapangan, dari kejadian itu, Polres Batu Bara turut  mengamankan lebih kurang 44 orang yang terlibat. Untuk mendapatkan informasi selanjutnya, Kapolres Batu Bara memberikan keterangan persnya kepada awak media. Dia menuturkan, "Kami sudah berupaya untuk menenangkan massa, namun tidak juga terkendali. Sehingga lemparan batunya mengarah ke mana-mana bahkan anggota kami satu Kasat Sabhara AKP Daniel Sinaga mengalami luka parah bagian kepala dan ini sekarang kami akan rujuk ke rumah sakit Brimob."

Lebih lanjut Ikhwan menjelaskan, dari 44 orang yang diamankan, dari hasil test urine maka ditemukan 1 orang diduga pakai narkoba.

Setelah itu, Kapolres Batu Bara mengungkapkan, dalam gelombang massa tersebut, didapati ada 19 orang anak di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah SMK dan SMP, dan ada juga orang dewasa bukan mahasiswa 12 orang, kemudian mahasiswa ada 11 orang, karyawan ada 1 orang dan buruh hanya 1 orang.
Editor: Ade

T#g:Omnibus LawPolres Batubara
Berita Terkait
  • Senin, 09 Nov 2020 02:09

    Salah Ketik UU Cipta Kerja Tidak Mempengaruhi Substansi

    Beberapa waktu belakangan ini, masyarakat diramaikan oleh adanya kesalahan ketik dalam UU Cipta Kerja. Namun demikian, Kesalahan redaksional pada UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja rupanya tid

  • Senin, 02 Nov 2020 16:32

    Tuntut kenaikan upah, puluhan massa buruh demo di kantor DPRD Sumut

    Puluhan massa buruh dari kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai yang tergabung dalam FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Sumut melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sum

  • Sabtu, 31 Okt 2020 02:31

    UU Cipta Kerja Mempermudah Perizinan Usaha

    DPR baru saja mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) sebagai salah satu terobosan untuk memangkas hiper regulasi yang selama ini membekap investasi. Salah satu cluster yang ada dalam Omni

  • Kamis, 29 Okt 2020 02:29

    Gugatan UU Cipta Kerja Dapat Melalui MK

    UU Cipta Kerja sempat jadi kontroversi karena ada pihak yang salah paham mengenai pasal-pasalnya. Ada pula yang ternyata hanya termakan hoax. Presiden Jokowi mempersilakan mereka yang tak menyetujui U

  • Sabtu, 24 Okt 2020 08:24

    Polrestabes Medan Tangkap Mahasiswa Perusak Mobil Plat Merah Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

    Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap tersangka pengerusakan satu unit mobil milik Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut, pada saat aksi unjukrasa penolakan UU Omnibus Law yang terjadi

  • Kamis, 15 Okt 2020 23:15

    Gubsu: Menyampaikan Pendapat Sah, Tetapi Jangan Merusak

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin pertemuan bersama sejumlah kalangan di antaranya dari para akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi buruh, serta media massa guna menyampaikan rencana kaj

  • Kamis, 15 Okt 2020 20:15

    Bupati Dairi Ikuti Rakor Penjelasan dan Penyiapan Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja

    Bupati Dairi, Dr. Eddy Kelleng Ate Berutu bersama dengan Dandim 0206/Dairi, Letkol Arm Adietya Y Nurtono, Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting S.I.K, Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani S.Sos, Kasi In

  • Selasa, 13 Okt 2020 08:03

    Tolak UU Omnibus Law, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Demo DPRD Paluta

    Seratusan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law atau UU Cipta kerja, Senin (12/10/2020) di halaman kantor DPRD Padang Lawas Utara (Paluta).Dari pantauan

  • Selasa, 13 Okt 2020 01:13

    Gubernur Edy Ajak Buruh Pahami Isi Omnibus Law Cipta Kerja

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengajak para buruh di Sumut untuk bersama-sama memahami isi Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja, serta menyampaikan aspirasi melalui jalur yang benar, jika ada pas

  • Senin, 12 Okt 2020 21:32

    Kapolres: Aksi Damai Mahasiswa di Kota Binjai, Disusupi 19 Pelajar

    Aksi unjukrasa damai menuntut dibatalkannya Undang Undang Cipta Kerja yang digelar di Gedung DPRD Kota Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, yang dilakukan ratusan massa dan tergabung d

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak